UNESCO Tetapkan 12 Geopark Global Baru, Simak Daftarnya

7 hours ago 5

Terletak di Perak, Malaysia, berada di antara Pegunungan Titiwangsa dan Bintang. Lanskapnya beragam mencakup teras sungai, perbukitan batu kapur, dan puncak granit. Iklim tropis di wilayah ini mendukung hutan hujan lebat yang kaya keanekaragaman hayati, termasuk spesies langka dan endemik seperti harimau Malaya dan tokek batu Lenggong,

Geopark Lenggong juga menampilkan warisan geologi yang luar biasa, termasuk Tuf Lawin sebagai bukti aktivitas vulkanik purba yang terkait dengan superbenua Gondwana, serta aktivitas magmatis granit yang berhubungan dengan tumbukan tektonik global besar. Wilayah ini memiliki granit langka, patahan besar seperti Bok Bak, serta batuan suevit yang terbentuk akibat tumbukan meteorit sekitar 1,8 juta tahun lalu, juga menyimpan endapan abu letusan super Toba paling tebal di luar Sumatra, hasil salah satu letusan gunung berapi terbesar di Bumi sekitar 74.000 tahun lalu.

Dengan populasi sekitar 61.000 jiwa yang beragam secara etnis, termasuk masyarakat adat Orang Asli, sektor pertanian, akuakultur, dan pariwisata menjadi penggerak utama ekonomi. Wilayah ini dikenal dengan ikan air tawar, warisan budaya, serta ekosistem hutan yang terjaga dan mendukung satwa unik serta mata pencaharian tradisional.

Geopark ini mencakup Lembah Lenggong, Situs Warisan Dunia UNESCO yang memiliki salah satu rangkaian arkeologi terpanjang di dunia, di mana alat batu, situs pemakaman, dan permukiman kuno mengungkap sejarah panjang adaptasi manusia terhadap perubahan lingkungan.

8. Geopark Global UNESCO Delta Sarawak, Malaysia

Terletak di bagian barat Sarawak, Malaysia, Geopark Global UNESCO Delta Sarawak berada di batas geologis utama tempat dua daratan kuno bertemu lebih dari 200 juta tahun yang lalu, selama perpecahan benua super Gondwana. Tabrakan ini membentuk fondasi Pulau Kalimantan dan telah menyebabkan terbentuknya zona jahitan Kuching, yang merupakan bukti kunci bagaimana daratan Asia Tenggara telah bergeser dari waktu ke waktu.

Kawasan ini menyimpan catatan panjang sejarah Bumi selama lebih dari 250 juta tahun, ketika pergerakan lempeng dan gaya tektonik secara bertahap membentuk ulang Kalimantan. Wilayah ini memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan sistem delta sungai luas.

Lebih dari 600.000 orang tinggal di sini, termasuk di Kuching, Kota Gastronomi UNESCO. Budaya lokal dan pariwisata berkelanjutan berkembang seiring konektivitas transportasi yang baik.

9. Geopark Global UNESCO Algarvensis, Portugal

Terletak di Algarve, geopark ini mencakup sejarah geologi 330 juta tahun, termasuk jejak tsunami gempa Lisbon 1755 dan Tambang Garam Loulé, yang merupakan titik terdalam di Portugal yang dapat diakses publik.

Algarvensis juga memiliki ekosistem Mediterania yang terjaga dengan baik serta lingkungan laut yang kaya, dan keanekaragaman hayati ini berdampingan dengan warisan budaya yang kuat, terlihat dari monumen megalitik, sistem tulisan kuno, peninggalan Romawi dan Islam, desa-desa tradisional, kerajinan tangan, serta gastronomi yang berakar pada Diet Mediterania.

Sebagai pusat pariwisata, kepadatan penduduk di wilayah pesisir meningkat tiga kali lipat pada bulan-bulan musim panas, dengan ekonomi daerah yang sangat bergantung pada sektor jasa, sementara banyak wilayah pedalaman mengalami penurunan ekonomi dan jumlah penduduk

10. Geopark Global UNESCO Toratau, Rusia

Terletak di pertemuan bagian selatan Pegunungan Ural dan pinggiran timur Platform Eropa Timur, di Bashkortostan. Wilayah ini kaya akan situs geologi unik yang memiliki nilai ilmiah, sejarah, dan alam, dengan batuan yang berusia antara 1 miliar hingga 250 juta tahun.

Sorotan geologi utamanya adalah tiga gunung Shikhany, yaitu Toratau, Yuraktau, dan Kushtau, yang merupakan sisa-sisa dari terumbu penghalang raksasa yang terbentuk sekitar 280–300 juta tahun lalu. Geopark ini juga mencakup singkapan geologi penting di Usolka dan Dalny Tulkas, serta gua, air terjun, ngarai, sungai pegunungan, dan singkapan batuan terjal yang mengungkap sejarah panjang dan kompleks Pegunungan Ural Selatan.

Warisan alam dan budaya di Toratau saling terkait erat, karena geopark ini melestarikan reruntuhan permukiman kuno dan benteng yang memungkinkan pengunjung menyelami masa lalu kawasan tersebut serta mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat yang pernah menghuni wilayah ini.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |