Liputan6.com, Jakarta - Tepat pada 1 Juni 2026, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon berulang tahun ke-55. Bersamaan dengan itu, ia merilis ulang buku antologi puisinya, Mimpi-Mimpi yang Kupelihara, yang terbit perdana pada 2010.
Buku itu berisi kumpulan puisi yang merekam perjalanan kreatifnya sejak masa anak-anak, remaja hingga awal menjadi mahasiswa, periode 1983--1991. Sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pembaca, antologi ini juga diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul Dreams I Keep: A Collection of Poems, 1983–1991.
Buku tersebut diterbitkan oleh Horison bekerja sama dengan Fadli Zon Library, menghadirkan dokumentasi penting perjalanan sastra Fadli Zon sekaligus kontribusi bagi perkembangan puisi Indonesia. Buku puisi ini memuat beragam tema yang merefleksikan pengalaman personal, kenangan masa kecil, kegelisahan intelektual, kecintaan pada alam, hingga renungan sosial yang mulai tumbuh pada masa pembentukan karakter dan pemikiran penulis.
Melalui puisi-puisi tersebut, pembaca diajak menelusuri jejak batin seorang penyair muda yang kelak dikenal luas di dunia politik, kebudayaan, dan literasi. Melalui Mimpi-Mimpi yang Kupelihara, Fadli Zon mengajak pembaca untuk kembali merawat mimpi, harapan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh sejak masa muda dan terus relevan hingga hari ini.
"Puisi adalah medium sastra yang penting karena mampu menangkap hal-hal yang sering kali luput dari bahasa sehari-hari. Melalui puisi, kita dapat merekam pengalaman batin, menyampaikan harapan, kegelisahan, bahkan kritik sosial dengan cara yang lebih reflektif dan manusiawi," ujar Fadli Zon mengutip rilis Kementerian Kebudayaan, Rabu (3/6/2026).
Harapan Fadli Zon Atas Buku Puisinya
Fadli juga menegaskan bahwa puisi merupakan salah satu medium sastra yang penting dalam membangun peradaban dan memperkuat identitas budaya bangsa. Menurutnya, karya sastra tak hanya menjadi ruang ekspresi kreatif, tetapi juga sarana untuk merekam memori kolektif, memperluas wawasan kemanusiaan, menumbuhkan kepekaan, dan membangun dialog dengan realitas sosial di sekitar.
Ia berharap penerbitan kembali buku ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih dekat dengan dunia sastra dan menjadikan menulis sebagai ruang ekspresi serta refleksi diri. Sebagai Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menekankan pentingnya penguatan ekosistem sastra nasional melalui dukungan terhadap para penulis, penyair, komunitas literasi, penerbit, serta berbagai ruang kreatif yang memungkinkan tumbuhnya karya-karya berkualitas.
"Puisi dan sastra merupakan bagian penting dari kebudayaan kita. Melalui sastra, kita merawat bahasa, merekam perjalanan zaman, dan memperkaya perspektif kebangsaan. Karena itu, penguatan ekosistem sastra harus menjadi bagian dari upaya memajukan kebudayaan Indonesia," ujar Fadli Zon.
Rencana Kirim Patung Chairil Anwar ke Rusia
Sementara pada peringatan Hari Puisi Nasional 2026, Menbud melontarkan niat untuk mengirimkan patung Chairil Andwar ke Rusia. Hal itu tercetus saat berziarah ke sastrawan angkatan 45 di TPU Karet Bivak, Jakarta.
Rencana pemasangan patung Chairil Anwar di Rusia tersebut bukan tanpa sebab. Menurutnya, beberapa waktu lalu, negeri beruang merah telah menyumbangkan patung Leo Tolstoy ke Universitas Indonesia sehingga Indonesia dinilai perlu menyumbang patung yang merepresentasikan sastrawan Indonesia di Rusia.
"Nantinya patung tersebut akan ditempatkan di salah satu universitas yang memiliki kajian Bahasa Indonesia, seperti di St. Petersburg atau Moskow," kata Menbud, dikutip dari siaran pers yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 28 April 2026.
Nama Chairil Anwar dinilai layak lantaran karya-karyanya berpengaruh besar dan tetap hidup hingga saat ini. Puisi Antara Karawang dan Bekasi dan Aku merupakan salah dua dari sederet karya yang dihasilkan sang pujangga dalam usia yang relatif singkat dan dikenang hingga generasi masa kini.
Puisi Chairil Anwar di Hari Puisi Nasional
"Chairil Anwar yang wafat pada usia 27 tahun telah menghasilkan puluhan puisi yang terus menjadi inspirasi lintas generasi," kata Menbud. Tanggal wafatnya, yakni 28 April 1949, bahkan mendasari peringatan Hari Puisi Nasional.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon membacakan salah satu puisi Chairil Anwar berjudul 'Yang Terampas dan Yang Putus'. Puisi itu menjadi salah satu karya yang tercantum dalam buku Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus yang diterbitkan pada 1949, tahun wafatnya.
Acara peringatan itu digagas oleh keluarga Chairil Anwar, khususnya Evawani Aissa, putri tunggalnya. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih dan rasa harunya karena 76 tahun sejak wafatnya Chairil Anwar, masyarakat masih terus mengenang dan menghormati karya-karyanya.
Selepas menaburkan bunga, beberapa penyair seperti Imam Ma'arif dan Jose Rizal Manua, membacakan beberapa puisi karya Chairil Anwar. Acara dilanjutkan dengan diskusi “Apa Pentingnya Chairil Anwar Bagi Indonesia,” yang menghadirkan akademisi dan kritikus sastra dari Universitas Indonesia, Maman Mahayana.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7164999/original/089948300_1779955195-AP26146310399823.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8058793/original/068626800_1780902709-000_B34L9X8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257439/original/093251600_1781241495-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_11.56.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257564/original/033362500_1781247857-Screenshot_2026-06-12_135419.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257851/original/048001600_1781259331-taylor_swift_-.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257187/original/016560000_1781230625-Screenshot_2026-06-12_090219.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257772/original/068571100_1781255556-nona_seroja_-_anak_gajah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257701/original/091569800_1781252433-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257373/original/064511300_1781237203-3494892347493732609.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257469/original/013184400_1781244213-2884483697775009025__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5752663/original/087488000_1778653849-mentega-atau-margarin-mana-yang-lebih-sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257328/original/048331400_1781236176-cropped-fb79424d-dad0-45fe-8418-8996e6fdc0bb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257449/original/021676300_1781242681-047802300_1632470395-bimo-prasetyo-o2dwDRS8tMk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257444/original/075113100_1781242251-34f1aa98-e507-4bfc-90eb-802b88411c60.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257425/original/089700800_1781239871-Screenshot_2026-06-12_114858.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257290/original/018133100_1781235062-cropped-b1f9f342-c3d5-4629-9d62-cf09a77f07a6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3338165/original/061812500_1609473780-cassava-5578528_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863249/original/012315900_1718336452-WhatsApp_Image_2024-06-14_at_10.31.51_7f49b765.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257375/original/098244000_1781237401-cropped-6673fca7-b2e6-4c77-8b5f-900f4efd733f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5127631/original/052938300_1739177498-mufid-majnun-uEmmhAMSUdU-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535189/original/057591700_1773942599-Depositphotos_271642688_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507531/original/074154500_1771496622-Depositphotos_466976098_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526523/original/079569800_1773124602-181773-2__Dok._Destination_New_South_Wales___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1788667/original/039933600_1512278961-IMG-20171202-WA0028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491919/original/015759500_1770110370-gambar__16_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502159/original/000958200_1770970294-1500_x_845.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3258137/original/033595800_1601883890-food-3232549_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502177/original/022961900_1770971651-Picture4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3522657/original/065387600_1627377386-bendera.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/975038/original/008493200_1441187509-1_jogjareview_net.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502750/original/024034200_1771038317-Nasi_Goreng_Khas_Tegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521606/original/011968200_1772694581-unnamed_-_2026-03-05T135903.240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508830/original/006980600_1771618006-IMG-20260221-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533047/original/026098100_1773720855-ginjal__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527653/original/046595100_1773209806-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_11.24.13.jpeg)