Thailand Berencana Mewajibkan Asuransi Perjalanan bagi Wisatawan Asing

12 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Thailand sedang mendorong peraturan yang mewajibkan wisatawan asing memiliki asuransi perjalanan terkait kecelakaan sebelum memasuki negaranya. Ini karena meningkatnya tagihan medis yang belum dibayar dan risiko kecelakaan semakin membebani layanan kesehatan masyarakat.

Di Rumah Sakit Vachira Phuket, melansir Bangkok Post, Rabu, 8 April 2026, beban keuangan sudah terlihat jelas. Dr Weerasak Lorthongkham, direktur rumah sakit tersebut, yang melayani 400 ribu warga terdaftar dan lebih dari 1 juta pengunjung, mengatakan fasilitas tersebut menyerap banyak biaya yang belum dibayar setiap tahunnya.

"Setiap tahun, kami menyerap sekitar 10 juta baht untuk biaya pengobatan pasien asing tanpa asuransi," katanya.

Dia menunjuk pada pola yang berulang di kalangan wisatawan, khususnya penggunaan sepeda motor yang tidak berpengalaman dan konsumsi narkoba. "Banyak pengunjung datang ke Phuket dan mencoba mengendarai sepeda motor untuk pertama kalinya, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan," ujar dia.

Dr Weerasak mengenang kasus parah yang melibatkan seorang turis Rusia yang menderita cedera tulang belakang dan memerlukan perawatan jangka panjang. "Pasien hanya bisa menggerakkan kepalanya," ucapnya.

"Biaya pengobatannya lebih dari 1 juta baht, dan tidak ada pembayaran. Keluarganya tidak bisa dihubungi, dan kedutaan hanya bisa membantu secara administratif," imbuhnya. Rumah sakit akhirnya mengatur dan mendanai kepulangan pasien, katanya.

"Ini bukan kasus tunggal. Ini terjadi antar negara," ungkap Dr Weerasak. Kasus-kasus seperti ini mencerminkan tren nasional yang lebih luas.

Tagihan Medis yang Tak Terbayar

Kementerian Kesehatan Thailand memperkirakan tagihan medis yang belum dibayar dari pasien asing berjumlah setidaknya 100 juta baht per tahun, dengan pusat pariwisata utama, seperti Phuket dan Chiang Mai, yang paling terdampak.

Dr Somruk Jungsaman, sekretaris tetap kementerian, mengatakan para pejabat mengumpulkan data rinci untuk lebih memahami skala masalahnya.

"Kita memerlukan data yang jelas untuk menilai skala masalah dan merancang tindakan yang tepat," katanya. "Baik tingkat asuransi maupun mekanisme pembayarannya akan dibicarakan dengan instansi terkait."

Perawatan darurat secara etis tidak bisa ditunda, yang berarti rumah sakit sering kali merawat pasien terlepas dari kemampuan mereka membayar, sehingga fasilitas kesehatan harus menanggung biaya finansialnya.

Kecelakaan Lalu Lintas

Data menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi penyebab utama rawat inap di kalangan wisatawan asing, terutama mereka yang tidak terbiasa dengan jalan raya di Thailand. Penggunaan sepeda motor merupakan faktor risiko utama, terutama pada periode puncak perjalanan.

Secara global, klaim medis darurat rata-rata berjumlah sekitar 60 ribu baht pada 2025, yang mencerminkan meningkatnya biaya perawatan kesehatan, menurut laporan. Namun, masih banyak pengunjung yang datang ke Thailand tanpa perlindungan yang memadai.

Data industri menunjukkan bahwa asuransi perjalanan untuk masa tinggal dua minggu berharga sekitar 1.100 baht dan biasanya memberikan perlindungan kesehatan sebesar 3,6 juta–9 juta baht. Meski biayanya relatif rendah, penyerapannya masih tidak konsisten.

Siap Geser Prioritas?

Selama bertahun-tahun, Thailand memprioritaskan jumlah pengunjung dibandingkan upaya pengamanan, sehingga banyak wisatawan yang masuk tanpa asuransi, khususnya melalui skema bebas visa. Pendekatan tersebut kini sedang ditinjau seiring meningkatnya biaya.

Sisdivachr Cheewarattanaporn, ketua Asosiasi Agen Perjalanan Thailand, mengatakan kebijakan sebelumnya berfokus pada pertumbuhan daripada manajemen risiko. "Sebelumnya biaya wajib dan asuransi tidak diprioritaskan, karena kami fokus untuk menarik wisatawan," ujarnya.

Usulan biaya masuk sebesar 300 baht untuk kedatangan udara masih dalam peninjauan kabinet, namun perhatian beralih ke asuransi wajib sebagai solusi yang lebih tepat sasaran. "Asuransi perjalanan sekarang terjangkau, namun verifikasi yang tepat diperlukan untuk memastikan wisatawan terlindungi," katanya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |