Liputan6.com, Jakarta - Kue cucur gula merah merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang tak lekang oleh waktu, selalu berhasil memikat lidah dengan cita rasa manis legit dan teksturnya yang unik. Bulat mengembang di tengah dengan pinggiran renyah, kue ini menjadi favorit banyak kalangan. Kehadirannya seringkali menjadi pelengkap acara atau sekadar teman minum teh di sore hari.
Bagi Anda yang ingin mencoba membuatnya di rumah namun tidak memiliki timbangan, jangan khawatir. Resep kue cucur gula merah takaran sendok hadir sebagai solusi praktis yang memudahkan. Dengan menggunakan alat ukur sederhana yang ada di dapur, proses pembuatan kue tradisional ini menjadi lebih mudah dan menyenangkan.
Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah untuk menciptakan kue cucur gula merah yang empuk, berserat sempurna, dan pastinya anti gagal, hanya dengan mengandalkan takaran sendok yang akurat. Mari kita selami rahasia di balik kelezatan jajanan klasik ini. Berikut selengkapnya:
Resep Cucur Gula Merah Takaran Sendok: Bahan dan Langkah Praktis
Membuat kue cucur gula merah dengan takaran sendok membutuhkan ketelitian dalam mencampur bahan agar menghasilkan tekstur yang diinginkan. Berikut adalah panduan bahan dan langkah-langkah praktis yang bisa Anda ikuti di rumah.
Bahan-bahan Kue Cucur Gula Merah (Takaran Sendok):
- 12 sendok makan tepung beras
- 10 sendok makan tepung terigu protein sedang
- 6 sendok makan gula merah, sisir halus
- 2 sendok makan gula pasir (opsional, sesuaikan tingkat kemanisan)
- 250 ml air
- 1/4 sendok teh garam
- 1 lembar daun pandan, simpulkan
- Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
Langkah-langkah Pembuatan Kue Cucur Gula Merah:
- Membuat Larutan Gula: Rebus air bersama gula merah, gula pasir (jika digunakan), dan daun pandan hingga gula larut sempurna dan mendidih. Setelah mendidih, angkat dan diamkan larutan gula hingga hangat kuku.
- Mencampur Bahan Kering: Dalam wadah terpisah, campurkan tepung beras, tepung terigu, dan garam. Aduk rata hingga semua bahan kering tercampur homogen.
- Menguleni Adonan: Tuang larutan gula merah yang sudah hangat sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil terus diuleni. Uleni adonan dengan tangan atau spatula hingga kalis, tidak ada gumpalan, dan gula larut tercampur rata. Pastikan adonan benar-benar halus.
- Mendiamkan Adonan: Setelah adonan kalis, diamkan minimal 30 menit pada suhu ruang. Proses ini penting untuk mengembangkan adonan dan menghasilkan serat pada kue cucur. Untuk hasil serat yang lebih maksimal, beberapa resep menyarankan mendiamkan adonan semalaman.
- Menggoreng Kue Cucur: Panaskan sedikit minyak goreng dalam wajan cekung dengan api sedang cenderung kecil. Setelah minyak panas, tuang sekitar satu sendok sayur adonan ke dalam minyak. Biarkan hingga bagian pinggir kue cucur mengembang dan mulai berserat. Siram-siram bagian tengah cucur dengan minyak panas agar mengembang dan membentuk 'gunung'. Goreng hingga matang berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
Rahasia Tekstur Bersarang Sempurna: Tips Anti Gagal Kue Cucur
Menciptakan kue cucur dengan tekstur bersarang yang cantik dan empuk membutuhkan beberapa trik khusus. Salah satu kunci utamanya terletak pada konsistensi adonan dan teknik penggorengan. Adonan yang baik sebelum didiamkan sebaiknya memiliki kekentalan seperti kecap manis; jika terlalu kental bisa ditambahkan sedikit air, dan jika terlalu encer perlu penyesuaian pada takaran tepung.
Selain itu, penggunaan minyak goreng yang tidak terlalu banyak dan api yang stabil juga sangat memengaruhi hasil akhir. Panaskan minyak secukupnya dalam wajan cekung, dan pastikan api tidak terlalu besar agar kue matang merata tanpa gosong. Teknik menyiram-nyiram bagian tengah kue dengan minyak panas saat menggoreng adalah rahasia untuk mendapatkan bentuk 'gunung' yang khas dan serat yang sempurna.
Mengenal Kue Cucur: Jajanan Tradisional Kaya Sejarah dan Makna
Kue cucur adalah penganan tradisional yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan sejarah dan makna budaya di Indonesia. Dikenal di berbagai daerah seperti Betawi, Makassar, dan Bali, kue ini juga menyebar hingga ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei. Nama "cucur" sendiri diyakini berasal dari istilah bahasa Jawa "cucur" atau "kucur" yang berarti 'pancuran' atau 'kucuran', merujuk pada teknik menuangkan adonan ke minyak panas.
Dalam adat Bali, kue cucur sering disajikan sebagai bagian dari sesajen atau upacara adat, melambangkan kemakmuran dan keseimbangan hidup. Sementara itu, di masyarakat Betawi, kue ini menjadi hidangan wajib dalam berbagai acara adat seperti pernikahan dan lamaran. Kue cucur bahkan telah didokumentasikan dalam Serat Centini pada abad ke-18 Masehi, menunjukkan akar sejarahnya yang panjang dalam kuliner Nusantara.
Bentuknya yang unik, tebal di tengah dan tipis di pinggir, sering diibaratkan seperti 'topi sombrero' atau 'gunung', dengan serat kue yang terlihat jelas di permukaannya. Keberadaan kue cucur di pasar-pasar tradisional hingga kini membuktikan bahwa jajanan ini tetap digemari lintas generasi, menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan kuliner Indonesia yang patut dilestarikan.
Keistimewaan Gula Merah dan Daun Pandan dalam Kue Cucur
Dua bahan utama yang memberikan karakter khas pada kue cucur gula merah adalah gula merah dan daun pandan. Gula merah, atau sering disebut gula aren, tidak hanya berfungsi sebagai pemanis, tetapi juga memberikan warna cokelat alami yang cantik dan aroma karamel yang mendalam pada kue. Dibandingkan gula pasir, gula merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan mengandung mineral penting seperti zat besi, kalium, magnesium, serta vitamin B, menjadikannya pilihan pemanis yang lebih sehat.
Selain itu, gula merah juga berperan dalam menciptakan tekstur kue yang lebih padat namun tetap lembut dan lembap, berbeda dengan gula putih yang cenderung menghasilkan tekstur lebih kering. Kehadiran gula merah dalam adonan cucur juga berkontribusi pada proses fermentasi alami yang membantu terbentuknya serat-serat halus saat digoreng.
Sementara itu, daun pandan memiliki peran krusial sebagai penambah aroma dan penyedap alami. Aroma lembut dan menenangkan dari daun pandan mampu menutupi bau bahan mentah seperti tepung atau santan, sehingga kue cucur memiliki wangi yang harum dan tidak enek. Daun pandan juga dapat memberikan sentuhan warna hijau alami yang menarik jika digunakan dalam bentuk ekstrak, meskipun pada kue cucur gula merah, fungsinya lebih dominan pada aroma.
Kreasi dan Variasi Kue Cucur di Nusantara
Meskipun resep dasar kue cucur gula merah sudah sangat populer, jajanan tradisional ini memiliki beragam variasi di berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan kekayaan kuliner Nusantara. Setiap daerah seringkali menambahkan sentuhan lokal yang unik pada resep kue cucur mereka. Misalnya, kue cucur khas Manado dikenal dengan penambahan bubuk kayu manis, yang memberikan aroma rempah yang berbeda dan kaya.
Di beberapa wilayah, kue cucur juga dikenal dengan nama lain seperti Pinyaram di Minangkabau, Dumpi di Mandar, Kucur atau Kocor di Madura, dan Wadai Cucur di Kalimantan Selatan. Variasi ini tidak hanya pada nama, tetapi juga bisa pada tingkat kemanisan, kekenyalan, atau bahkan bahan tambahan yang digunakan. Ada pula kue cucur yang dibuat dengan buah naga untuk warna dan rasa yang berbeda.
Fleksibilitas resep kue cucur ini memungkinkan para pembuat kue untuk berkreasi, tidak hanya dengan gula merah, tetapi juga dengan bahan lain seperti pandan untuk menghasilkan kue cucur pandan yang beraroma wangi dan berwarna hijau alami. Keberagaman ini membuktikan bahwa kue cucur adalah jajanan yang adaptif dan terus berinovasi, namun tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai hidangan manis yang empuk dan berserat.
5 Pertanyaan dan Jawaban
1. Kenapa kue cucur bisa bersarang dan mengembang di tengah?
Tekstur bersarang pada kue cucur terbentuk karena proses pengadukan adonan yang tepat, waktu fermentasi atau pendiaman adonan, serta teknik menggoreng dengan api kecil sambil menyiram bagian tengah menggunakan minyak panas.
2. Apakah kue cucur bisa dibuat tanpa timbangan?
Bisa, kue cucur dapat dibuat hanya dengan menggunakan takaran sendok makan dan sendok teh. Takaran sederhana ini tetap menghasilkan kue cucur yang empuk dan anti gagal jika mengikuti resep dengan benar.
3. Apa fungsi gula merah dalam kue cucur?
Gula merah memberikan rasa manis legit, warna cokelat alami, aroma karamel khas, serta membantu menciptakan tekstur kue yang lembut dan berserat saat digoreng.
4. Mengapa adonan kue cucur harus didiamkan terlebih dahulu?
Proses mendiamkan adonan membantu tepung menyerap cairan dengan sempurna dan memicu terbentuknya serat pada kue cucur, sehingga hasil akhirnya lebih empuk dan mengembang cantik.
5. Apa rahasia agar kue cucur tidak bantat dan gosong?
Gunakan api kecil hingga sedang, pastikan minyak tidak terlalu banyak, dan goreng adonan secara perlahan sambil menyiram bagian tengahnya dengan minyak panas agar matang merata dan tidak bantat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5662091/original/056234300_1778310590-luna_maya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407754/original/099127800_1616396725-20210223183058-1-ilustrasi-kue-sus-002-tantri-setyorini-vmdkimg17120732.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5661080/original/042702300_1778301953-Rekomendasi_Tempat_Makan_Murah_Dekat_Ambarukmo_Plaza_Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461916/original/031453800_1767494721-jisoo_ultah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1299234/original/052485200_1469584308-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2392917/original/054658500_1540523932-bolu_pisang__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5660675/original/064781500_1778299412-WhatsApp_Image_2026-05-09_at_08.28.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5659770/original/054933700_1778293867-WhatsApp_Image_2026-05-09_at_08.26.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5638253/original/068924400_1778241331-IMG-20260508-WA0029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573511/original/099272900_1777930429-richmond-archer-s3IDuWc8w0U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4834006/original/050429600_1715854968-IMG_2500.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377520/original/053981200_1760100051-malioboro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5596827/original/060232900_1778157659-10-jajanan-tradisional-indonesia-yang-wajib-dicoba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349430/original/088487900_1757922193-cheesy-tokbokki-korean-traditional-food-black-board-background-lunch-dish.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506005/original/076160000_1771403112-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5626902/original/018428600_1778222053-Sup_Bening_Daun_Kelor_dengan_Jagung_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510367/original/068622000_1771826943-WhatsApp_Image_2026-02-22_at_13.37.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5620097/original/030336400_1778208955-cropped-ca2557b7-8392-41ba-ae5a-6746c3ca64a2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5622802/original/048016500_1778213795-vy-huynh-rcHHKG01IPY-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473038/original/019529500_1768384173-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_17.06.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474580/original/050541100_1768489629-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_10.00.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441925/original/083440000_1765521629-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_13.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454036/original/068509500_1766547463-Stasiun_Gambir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483775/original/060597100_1769403155-victoria_beckham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469261/original/072782000_1768102784-jennie_gda2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762442/original/092574700_1709625037-IMG_1493.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5120415/original/075934000_1738656767-Kim_Seon_Ho.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467829/original/097099200_1767931642-turis_di_kuil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474499/original/030967400_1768479633-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_18.23.37.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478141/original/024911500_1768892922-ATK_BOLANET_UCL_2025_2026_SCHEDULE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469920/original/042097800_1768191356-mia_goth.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483058/original/082385200_1769322591-20260125_132615.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4105592/original/078026500_1659098223-ezgif.com-gif-maker.jpg)