Putri Mahkota Norwegia Muncul di Publik dengan Hidung Terpasang Selang Oksigen

16 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit menarik perhatian setelah muncul di publik mengenakan selang oksigen. Putri berusia 52 tahun itu turut menghadiri parade anak-anak di kediaman kerajaan Skaugum, dekat Oslo, untuk memperingati Hari Konstitusi Norwegia.

Melansir Hello, Senin (18/5/2026), Hari Konstitusi Norwegia merayakan penandatanganan konstitusi Norwegia pada 1814 dan ditandai dengan parade militer, bendera, musik, makanan, dan perayaan publik. Mette-Marit, yang mengenakan alat bantu pernapasan hidung, berhenti untuk berfoto di balkon dan di luar istana bersama suaminya, Putra Mahkota Haakon (52), putra mereka Pangeran Sverre Magnus (20), Ratu Sonja (88), dan Raja Harald dari Norwegia (89).

Mengenakan mantel abu-abu yang senada dengan jaket suaminya, Mette-Marit melambaikan tangan kepada kerumunan sementara putra bungsunya memegang anjing labradoodle mereka, Molly, dengan tali. Di momen berbeda, Mette-Marit duduk di atas bangku sementara suami dan putranya berdiri di kedua sisinya.

Alat bantu pernapasan itu untuk membantunya bernapas akibat menderita fibrosis paru-paru. Didiagnosis penyakit itu pada 2018, kondisinya memburuk pada musim gugur tahun lalu.

"Selama musim gugur, sejumlah tes telah dilakukan yang menunjukkan memburuknya kesehatan Putri Mahkota. Oleh karena itu, para dokter di Rumah Sakit Universitas Rikshospitalet telah memulai proses menuju evaluasi untuk kemungkinan operasi transplantasi paru," kata pihak Istana.

Menurut NHS, kondisi tersebut menyebabkan paru-paru menjadi berbekas dan pernapasan menjadi semakin sulit. Are Martin Holm, Profesor dan Kepala Departemen Kedokteran Pernapasan di Rumah Sakit Universitas Rikshospitalet, mengatakan bahwa putri mahkota sudah memerlukan transplantasi paru.

Tanpa Kehadiran Calon Ratu Norwegia

Holm mengatakan pihaknya sedang bersiap untuk memastikan transplantasi bisa dilakukan ketika saatnya tiba. "Saat ini, belum ada keputusan yang diambil mengenai kapan Putri Mahkota akan dimasukkan ke dalam daftar tunggu transplantasi paru-paru," ujarnya saat itu.

Meskipun kondisinya demikian, sang putri tersenyum kepada para penonton pada hari Minggu saat ia merayakan hari libur nasional. Sementara, putri Mette-Marit, Putri Ingrid Alexandra (22), memulai perayaan lebih awal dari Sydney, Australia.

Melalui pesan yang diunggah di situs web resmi kerajaan, Ingrid menulis, "Kepada semua orang, Hari ini, saya merasa sedikit lebih rindu kampung halaman. Sungguh menyenangkan bahwa kita memiliki hari di mana semua orang dapat berdandan sedikit lebih rapi, ikut serta dalam parade, dan merayakan Konstitusi kita."

"Saya akan merayakan 17 Mei di Sydney, dan saya berharap semua orang memiliki hari yang indah, baik mereka berada di Norwegia maupun di luar negeri."

Nasib Putra Sulung Mette-Marit

Sementara Pangeran Sverre Magnus bergabung dengan orangtuanya untuk perayaan tersebut, putra sulung Putri Mette-Marit, Marius Borg Høiby (29) yang merupakan anak dari pernikahannya dengan Morten Borg, tetap berada di penjara sambil menunggu putusan persidangan kasus pemerkosaan yang berakhir pada Maret 2026.

Putusan Marius akan disampaikan pada 15 Juni 2026 oleh Pengadilan Distrik Oslo. Jika ia dinyatakan bersalah atas tuduhan paling serius, ia menghadapi hukuman tujuh tahun tujuh bulan sesuai permintaan jaksa. Ia didakwa dengan total 40 tuduhan, termasuk empat tuduhan pemerkosaan, yang dibantahnya.

Dikutip dari The Sun, Selasa, 19 Agustus 2025, dalam semua kasus, ia diduga menyerang para perempuan tersebut saat mereka sedang tidur. Høiby juga didakwa melakukan kekerasan terhadap mantan pasangannya, Nora Haukland, dan melakukan kekerasan terhadap mantan pacarnya yang lain.

Saat menyampaikan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum Sturla Henriksbø mengatakan, "Kasus ini sangat serius. Pemerkosaan dan kekerasan dalam hubungan dekat adalah tindakan yang sangat serius yang dapat meninggalkan jejak yang bertahan lama dan menghancurkan kehidupan."

Curhat Mette-Marit Tersandung Skandal Epstein

Sebelumnya, Mette-Marit memberikan wawancara pertamanya tentang hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Ia  duduk bersama NRK selama 20 menit di Skaugum Estate pada Kamis, 19 Maret 2026, seusai berakhirnya persidangan putranya, Marius Borg Høiby, di Pengadilan Distrik Oslo.

"Tentu saja, saya berharap saya tidak pernah bertemu dengannya," katanya selama percakapan tersebut, mengutip Town and Country, Minggu, 22 Maret 2026.

Skandal Epstein yang menyandungnya terjadi saat ia berjuang memulihkan kesehatannya yang menurun. Ia menderita fibrosis paru, yakni penyakit paru-paru kronis sejak 2018, dan sedang mempersiapkan transplantasi paru-paru.

"Saya adalah ibu dari seorang pemuda yang berada dalam situasi yang sangat menuntut. Selain itu, saya memiliki kesehatan yang membutuhkan banyak istirahat. Dan kondisinya semakin memburuk," ujarnya.

Sepanjang wawancara, suaminya, Putra Mahkota Hakon berada di sisinya. Mette-Marit menjelaskan awal perkenalannya dengan Epstein pada 2011, yakni melalui apa yang ia sebut sebagai 'beberapa' kenalan bersama.

"Mereka semua bekerja di bidang kesehatan global dan kehidupan organisasi. Mereka adalah orang-orang yang saya percayai dan saya percaya pada penilaian mereka," katanya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |