8 Trik Merebus Kikil Hemat Gas Supaya Cepat Lunak, Tidak Amis dan Empuk

19 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kikil masih menjadi bahan masakan yang banyak dipilih karena dapat diolah menjadi berbagai menu rumahan. Namun, banyak orang mengeluhkan proses merebus kikil yang memakan waktu dan gas cukup banyak. Selain itu, bau amis serta tekstur yang masih keras sering membuat hasil masakan kurang sesuai harapan.

Padahal, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu kikil cepat lunak tanpa harus direbus terlalu lama. Cara ini juga membantu mengurangi bau pada kikil sehingga hasil rebusan lebih mudah diolah menjadi sop, gulai, tumisan, hingga sate. Proses perebusan yang tepat membuat kikil lebih mudah menyerap bumbu dan tidak alot saat dimakan.

Beberapa trik merebus kikil sebenarnya sudah lama digunakan di dapur rumahan. Mulai dari proses pencucian, pemilihan panci, hingga teknik mematikan api saat perebusan berlangsung dapat membantu menghemat gas. Namun begitu, berikut Liputan6 hadirkan 8 langkah dan trik merebus kikil supaya cepat lunak, tidak amis, dan teksturnya empuk, dihadirkan sebagai panduan memasak, Senin (18/5).

1. Pilih Kikil yang Bersih dan Tidak Berbau

Memasak kikil agar cepat empuk tidak hanya bergantung pada lamanya perebusan, tetapi juga dimulai sejak proses memilih bahan yang tepat. Kikil segar umumnya memiliki warna yang merata, tekstur kenyal alami, dan tidak mengeluarkan bau menyengat. Pemilihan kikil berkualitas akan membantu hasil masakan terasa lebih lezat sekaligus mempercepat proses perebusan karena teksturnya tidak terlalu keras sejak awal.

Setelah memilih bahan yang baik, langkah berikutnya adalah membersihkan kikil secara menyeluruh. Kikil sebaIKNya dicuci menggunakan air mengalir sambil digosok perlahan pada seluruh permukaannya untuk menghilangkan sisa kotoran yang menempel. Tahap ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap aroma masakan dan kejernihan kuah setelah dimasak.

Selain dibersihkan, kikil juga perlu dipotong sesuai ukuran agar proses perebusan lebih efektif. Bagian lemak atau sisa kulit yang terlalu tebal sebaIKNya dibuang secukupnya supaya panas lebih mudah merata saat dimasak. Potongan kikil yang tidak terlalu besar akan membuat teksturnya lebih cepat empuk dan membantu menghemat waktu memasak.

Tips memilih kikil yang bagus untuk direbus:

  1. Pilih kikil dengan warna bersih dan merata.
  2. Hindari kikil yang berlendir atau terlalu licin.
  3. Pastikan kikil tidak mengeluarkan bau menyengat.
  4. Pilih tekstur kikil yang kenyal, bukan lembek.
  5. Utamakan kikil segar agar lebih cepat empuk saat direbus.
  6. Hindari kikil dengan banyak lemak tebal karena lebih lama matang.
  7. Pilih ukuran kikil yang mudah dipotong agar perebusan lebih merata.

2. Rebus Awal untuk Mengurangi Bau pada Kikil

Setelah dicuci bersih, kikil perlu direbus sebentar sebelum masuk tahap perebusan utama. Rebus kikil selama beberapa menit hingga air berubah warna. Air rebusan pertama biasanya mengandung sisa kotoran dan aroma yang masih tertinggal pada kikil. Karena itu, air pertama sebaiknya dibuang dan tidak digunakan untuk memasak.

Langkah perebusan awal membantu mengurangi bau yang sering muncul saat kikil diolah. Banyak pedagang makanan menggunakan cara ini agar hasil masakan lebih mudah diterima saat disajikan. Selain mengurangi aroma, perebusan pertama juga membantu membersihkan permukaan kikil sebelum dimasak lebih lama.

Setelah air pertama dibuang, cuci kembali kikil menggunakan air bersih. Proses ini membantu menghilangkan sisa busa yang masih menempel. Kikil yang sudah melewati tahap perebusan awal biasanya lebih mudah lunak saat direbus kembali dengan api kecil.

3. Gunakan Air Panas Saat Merebus Kikil

Banyak orang langsung merebus kikil menggunakan air biasa dari suhu ruang. Padahal, penggunaan air panas dapat membantu mempercepat proses perebusan. Saat kikil dimasukkan ke dalam air panas, panas akan lebih cepat masuk ke bagian dalam sehingga teksturnya lebih mudah lunak.

Cara ini juga membantu menghemat gas karena waktu perebusan menjadi lebih singkat. Air panas membuat suhu dalam panci tetap stabil saat kikil dimasukkan. Jika menggunakan air dingin, proses mendidihkan air membutuhkan waktu lebih lama dan gas menjadi lebih boros.

Gunakan jumlah air secukupnya agar panas tetap terjaga selama perebusan berlangsung. Air yang terlalu banyak membuat waktu memasak bertambah panjang. Karena itu, sesuaikan volume air dengan jumlah kikil yang direbus supaya hasilnya lebih cepat matang.

4. Tambahkan Rempah untuk Mengurangi Aroma

Beberapa bahan dapur dapat membantu mengurangi bau pada kikil saat direbus. Jahe, daun salam, serai, dan bawang menjadi bahan yang sering digunakan dalam proses perebusan. Rempah tersebut membantu aroma rebusan menjadi lebih ringan sehingga kikil lebih nyaman saat diolah kembali.

Masukkan rempah sejak awal perebusan agar aroma menyatu dengan kikil. Selain membantu mengurangi bau, bahan tersebut juga membuat hasil rebusan lebih siap digunakan untuk berbagai masakan. Banyak orang memakai langkah ini agar kikil tidak meninggalkan aroma saat disimpan.

Penggunaan rempah tidak perlu berlebihan karena tujuan utamanya hanya membantu proses perebusan. Cukup gunakan beberapa potong jahe, satu batang serai, dan beberapa lembar daun salam. Cara sederhana ini cukup membantu tanpa membuat rasa kikil berubah.

5. Gunakan Teknik Rebus dan Diamkan

Salah satu cara yang sering digunakan untuk menghemat gas saat merebus kikil adalah teknik rebus lalu diamkan. Metode ini memanfaatkan panas yang tersimpan di dalam panci sehingga proses pematangan tetap berlangsung meski api kompor sudah dimatikan. Cara sederhana ini cukup efektif untuk membantu kikil cepat empuk tanpa harus merebusnya terus-menerus.

Setelah air mendidih dan kikil direbus selama beberapa menit, api dapat dimatikan lalu panci ditutup rapat. Uap panas yang terperangkap di dalam panci akan membantu melanjutkan proses pelunakan tekstur kikil secara perlahan. Teknik ini banyak dipilih karena praktis dan dapat mengurangi penggunaan gas, terutama saat memasak dalam jumlah banyak.

Agar hasilnya maksimal, kikil perlu didiamkan sekitar 30 menit sebelum direbus kembali. Setelah itu, rebus lagi hingga mendidih lalu matikan api beberapa saat. Langkah ini bisa diulangi beberapa kali sampai tekstur kikil menjadi empuk sesuai kebutuhan. Meski waktu menyalakan kompor lebih singkat, hasil kikil tetap lembut dan matang merata.

Tips menggunakan teknik rebus lalu diamkan:

  1. Gunakan panci dengan tutup rapat agar panas tidak cepat keluar.
  2. Rebus kikil hingga benar-benar mendidih sebelum api dimatikan.
  3. Diamkan kikil sekitar 30 menit agar panas bekerja maksimal.
  4. Jangan terlalu sering membuka tutup panci saat proses didiamkan.
  5. Ulangi proses rebus dan diamkan bila kikil masih terasa keras.
  6. Gunakan api sedang saat merebus agar panas lebih stabil.
  7. Pastikan jumlah air cukup supaya kikil tetap terendam selama proses perebusan.    

6. Gunakan Panci Tertutup Saat Merebus

Menutup panci selama perebusan membantu panas tetap berada di dalam wadah. Cara ini membuat suhu lebih stabil sehingga kikil cepat matang. Jika panci dibiarkan terbuka, panas mudah keluar dan waktu memasak menjadi lebih lama.

Selain membantu menghemat gas, penggunaan tutup panci juga membuat air rebusan tidak cepat menyusut. Dengan begitu, kikil dapat matang merata tanpa perlu sering menambahkan air. Langkah ini terlihat sederhana, tetapi cukup membantu dalam proses memasak sehari-hari.

Pastikan tutup panci dipasang dengan rapat agar panas tidak keluar terlalu banyak. Gunakan api sedang supaya air tidak meluap saat mendidih. Perebusan dengan api terlalu besar justru membuat gas cepat habis tanpa mempercepat hasil secara maksimal.

7. Potong Kikil Setelah Setengah Lunak

Banyak orang langsung memotong kikil sejak awal sebelum direbus. Padahal, kikil yang masih keras sering sulit dipotong dan bentuknya tidak rata. Karena itu, rebus terlebih dahulu hingga teksturnya mulai lunak agar lebih mudah dipotong.

Kikil yang dipotong setelah setengah matang biasanya memiliki ukuran lebih rapi. Potongan yang seragam membantu panas masuk secara merata saat perebusan dilanjutkan. Cara ini membuat kikil lebih cepat empuk dibanding merebus dalam ukuran besar hingga matang penuh.

Selain membantu proses perebusan, langkah ini juga memudahkan kikil saat akan diolah menjadi berbagai masakan. Potongan yang lebih kecil membuat bumbu lebih cepat meresap sehingga hasil akhir terasa lebih pas saat disajikan.

8. Simpan Kikil dengan Cara yang Tepat Setelah Direbus

Setelah kikil matang direbus, langkah penyimpanan juga perlu diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga. Kikil sebaiknya ditiriskan terlebih dahulu lalu dibiarkan hingga uap panasnya berkurang sebelum disimpan. Cara ini membantu menjaga aroma kikil tetap segar dan mencegah munculnya bau yang kurang sedap saat disimpan.

Kikil yang masih panas sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Kondisi tersebut dapat membuat uap terperangkap dan memengaruhi aroma maupun tekstur kikil. Setelah suhu kikil mulai menurun, simpan dalam wadah tertutup agar lebih higienis dan tahan lebih lama saat diletakkan di lemari pendingin.

Agar lebih praktis, kikil bisa disimpan dalam beberapa porsi sesuai kebutuhan memasak. Dengan cara ini, kikil tidak perlu dipanaskan seluruhnya setiap kali akan digunakan. Selain membantu menghemat waktu memasak, penyimpanan per porsi juga dapat mengurangi sisa makanan di rumah.

Tips menyimpan kikil agar tetap awet dan praktis:

  1. Tiriskan kikil hingga air rebusannya berkurang sebelum disimpan.
  2. Biarkan uap panas hilang terlebih dahulu sebelum wadah ditutup.
  3. Gunakan wadah tertutup agar kikil tetap higienis.
  4. Simpan kikil di lemari pendingin jika belum akan langsung dimasak.
  5. Bagi kikil dalam beberapa porsi agar lebih praktis digunakan.
  6. Panaskan secukupnya saat kikil akan dimasak kembali.
  7. Hindari memanaskan kikil berulang kali supaya teksturnya tetap baik.    

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Kenapa kikil lama empuk saat direbus?

Kikil membutuhkan waktu lebih lama karena teksturnya padat. Perebusan dengan teknik rebus dan diamkan membantu kikil lebih cepat lunak.

Bagaimana cara menghilangkan bau amis pada kikil?

Bau pada kikil dapat dikurangi dengan merebus air pertama lalu membuangnya sebelum perebusan utama dilakukan.

Apakah kikil bisa direbus tanpa presto?

Kikil tetap bisa empuk tanpa presto dengan teknik perebusan bertahap menggunakan api sedang dan panci tertutup.

Kenapa air rebusan kikil harus dibuang?

Air rebusan pertama biasanya mengandung sisa kotoran dan aroma yang masih menempel pada kikil.

Berapa lama merebus kikil agar empuk?

Waktu perebusan tergantung ukuran kikil, tetapi teknik rebus dan diamkan dapat membantu mempercepat proses tanpa banyak gas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |