Laporan Liputan6.com dari Turki: Uskudar kala Sore, Pesona Asia Istanbul di Tepi Selat Bosporus

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Sekadar berjalan santai di Uskudar Square, mengamati keramaian, menikmati sepoi angin di pinggir laut Selat Bosporus, menyaksikan burung-burung camar terbang melayang, bisa jadi hal terbaik yang kita lakukan saat berkunjung ke Uskudar, Istanbul, Turki.

Atau, duduk manis di kafe-kafe yang banyak tersebar di sekitar, menikmati teh atau kopi Turki sambil melepas pandangan ke arah laut Selat Bospurus yang megah.

Menjelang sore, pemandangan lebih indah lagi tercipta. Ketika sinar cahaya matahari menyinari permukaan air laut  Bosporus, terciptalah warna keemasan yang memantul, menyejukkan mata.

Di Uskudar Square, kehidupan memang seperti berjalan tenang, dengan ritme yang khas. Tapi, bukan berarti tidak sibuk, apalagi sepi.

Itulah yang dirasakan Liputan6.com saat mendapat undangan khusus dari Turkiye Tourism Promotion and Development Agency untuk mengunjungi tempat ini.

Faktanya, Uskudar Square adalah titik keramaian, yang paling hidup di Uskudar. Lokasinya yang berada tak  jauh dari dermaga, membuat tempat ini tentu saja tak pernah sepi.

Bahkan, banyak warga yang sengaja menyempatkan diri datang  untuk sekadar menikmati suasana  di tepi Selat Bosporus.

Di luar itu, Uskudar Square bisa jadi merupakan lokasi di mana manusia berinteraksi dengan laut dan sejarah.

Sebab, di sekitar kawasan ini, banyak sekali bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi landmark kota Istanbul.

Sisi Asia Istanbul

Uskudar sendiri merupakan salah satu distrik utama dari Istanbul bagian Asia atau yang sering disebut sebagai Anatolian Side.

Bersama  Kadikoy, Umraniye, Beykoz, Maltepe, Ataseir, dan Kartal, Uskudar dipisahkan oleh Selat Bosporus, dengan tetangga mereka seperti Fatih, Beyoglu, Besiktas, Sisli, Zeytinburnu, Bakirkoy, atau Kagıthane & Esenler yang berada di sisi Eropa Istanbul.

Untuk sampai ke  Uskudar, dari dari dermaga di Eminonu, di Distrik Fatih, kita bisa menumpang kapal ferry menyeberangi selat Bosporus dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Bisa juga menggunakan trem, bus, atau kendaraan pribadi dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 1 jam.

Tempat Peristirahatan Musim Panas Sultan

Uskudar memang istimewa, unik, dan memesona. Lokasinya yang strategis,  di tepi Selat Bosporus, menjadikan distrik ini dikenal dengan keindahan pesisirnya yang tenang.

Tak heran, di era Kesultanan Utsmaniyah, Uskudar dipilih sebagai tempat peristirahatan musim panas Sultan. Istana khusus pun dibangun tak jauh dari Uskudar Square, Istana Beylerbeyi, namanya.

Selain itu, sebagai kota tua, sejak dulu, distrik ini sudah menjadi pusat budaya dan agama, dari masa ke masa. Tak heran, selain Istana Beylerbeyi, masih banyak lagi bangunan-bangunan  bersejarah yang jadi ikon Istanbul,  terletak di sini.

Mulai dari  Bukit Cimlica, Barak Selimiye & Museum Florence Nightingale, Hutan Fethi Pasha, dan tentu saja masjid-masjid megah, seperti Masjid Sultan Mihrimah, Masjid Yeni Valide, Masjid Amlica, Masjid Selman Aga, dan tentu saja Masjid Kuskonmaz atau Semsi Pasha.

Legenda Maiden Tower

Namun, bangunan yang paling terkenal di sekitar Selat Bosporus  ini adalah Maiden Tower. Bisa dibilang, menara  ini merupakan simbol puitis Istanbul, terutama jika dilihat dari sisi Asia seperti Uskudar.

Maiden Tower terletak di sebuah pulau kecil, tak jauh dari garis pantai di Selat Bosporus. Bukan menara besar memang, tingginya hanya 23 meter, tapi elegan. Karena berada "di atas  laut",  terlihat seperti mengambang di tengah laut, terutama saat senja, saat cahaya keemasan terpantul dari air laut Bosporus.

Menara ini didirikan pada  abad kelima. Banyak cerita legenda berkaitan dengan Maiden Tower. Salah satu yang terkenal adalah yang menyebut menara ini dibuat seorang sultan untuk melindungi putrinya yang diramalkan akan meninggal di ulang tahunnya yang ke-18 karena digigit ular.

Sang sultan lalu mengungsikan putrinya ke Maiden Tower dan mengirimkan makanan secara periodik. Namun, pada hari ulang  tahun ke-18, sang sultan tidak menyangka ada seekor ular menyelinap di keranjang makanan yang diantarkan untuk sang putri.

Saat sultan meninggalkan menara, sang putrinya akhirnya tewas digigit ular, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18.

Maiden Tower bisa dikunjungi dengan menggunakan perahu dari tepi pantai. Dulu juga pernah  difungsikan sebagai restoran. Namun, saat ini lebih banyak digunakan sebagai spot foto, terutama saat sunset.

Suasana Tradisional

Hingga saat ini, Uskudar juga menjadi kawasan yang memikat terutama bagi wisatawan yang asing.

Selain bangunan-bangunan bersejarah tadi, masih banyak pasar-pasar ramai, kafe-kafe kecil dengan suasana yang damai di tengah pemandangan kota tepi laut yang indah.

Jika ingin merasakan suasana yang lebih tradisional, wisatawan bisa berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer untuk masuk ke lingkungan layaknya desa, yang disebut mahalle, di Uskudar, yang asri dan terjaga rapi.

Salah satunya, Kuzguncuk. Dengan populasinya tak  lebih dari 6.000 kawasan ini dikenal karena lingkungannya paling khas dan artistik.    

Suasananya sangat tenang,  meski terhitung berada di dalam  kota. Jalan-jalannya tidak besar, namun kafe-kafe dan resto-resto kecil banyak berjejer menggoda selera.

Salah satu yang paling terkenal adalah bangunan-bangunan rumahnya yang dicat dengan warna-warna cerah. Mulai warna cokelat, merah marun, hijau muda, bahkan jingga.

Selain itu, tingkat toleransi budaya dan agama di Uskudar juga sangat tinggi. Karena warganya banyak berasal Persia, Yunani, Italia, serta Yahudi, yang bergabung dengan warga muslim setempat, maka tak sulit menemukan masjid berdampingan dengan gereja atau sinagog.

Kini, Uskudar tetap menjadi kawasan yang memikat bagi setiap yang datang. 

Mereka bisa menjelajahi masjid-masjid agung, titik-titik pengamatan yang indah, pasar-pasar yang ramai, dan lingkungan yang damai—sambil menikmati beberapa pemandangan kota terbaik.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |