Kontroversi Brigitte Bardot, Si Pembela Hak Hewan yang Pernah Dituding Tebar Kebencian pada Islam

1 week ago 37

Liputan6.com, Jakarta - Artis Prancis legendaris, Brigitte Bardot, meninggal dunia pada usia 91 tahun dalam kabar yang diumumkan pada Minggu, 28 November 2025. Hidup simbol seks era 1960 itu diwarnai sejumlah kontroversi, terutama dipicu aksinya sebagai pembela hak-hak hewan hingga pernah dituding menyebarkan kebencian pada umat Islam.

Mengutip France24, Senin (29/12/2025), Bardot dikenal sebagai aktris yang pernah membintangi sejumlah film, termasuk And God Created Women. Tapi, ia memutuskan untuk pensiun pada tahun 70an setelah merasa dunia sinematik itu tak pernah memuaskannya.

"Semua ini – sebagian besar dari ini – membuatku bosan," katanya kepada The Saturday Evening Post pada 1965, dikutip dari CNN. "Aku berusaha menjadi yang terbaik, selalu siap, tetapi aku bukan seorang aktris. Lady Macbeth tidak menarik minatku. Aku hanyalah Brigitte Bardot. Di dalam film atau di luar film, kurasa aku tidak akan pernah menjadi apa pun selain itu."

Setelah pensiun, ia mengabdikan dirinya untuk memperjuangkan kesejahteraan hewan. Kampanye pertamanya terkait hak hewan adalah soal perlindungan bayi anjing laut dari para pemburu di Kanada. Ia menarik banyak perhatian pers pada akhir 70an lewat fotonya memegang anak anjin laut.

Pada 1986, ia mendirikan Yayasan Brigitte Bardot yang didedikasikan untuk perlindungan hewan. Ia menjual banyak barang pribadinya untuk mengumpulkan uang bagi yayasannya, termasuk cincin berlian dari suami ketiganya, Gunter Sachs, dan menyerahkan kepemilikan La Madrague, rumah tepi pantainya di St. Tropez yang telah lama ditempatinya.

Bardot juga menyerukan penutupan rumah jagal kuda hingga mendesak penghapusan praktik kurban umat muslim saat Idul Adha. Seiring meningkatnya advokasinya, begitu pula reaksi negatif terhadap pernyataan politiknya. 

Denda Akibat Ujaran Kebencian

Pernyataan publik Bardot tentang imigrasi, Islam, dan homoseksualitas telah menjauhkan banyak penggemarnya dan menyebabkan serangkaian hukuman atas hasutan kebencian rasial. Selama periode 1997 hingga 2008, ia didenda lima kali oleh pengadilan Prancis atas komentarnya, terutama yang menargetkan komunitas Muslim Prancis.

Dalam satu kasus, pengadilan Paris mendendanya 15.000 euro (sekitar Rp296,4 juta) karena menggambarkan Muslim sebagai "populasi yang menghancurkan kita, menghancurkan negara kita dengan memaksakan tindakannya". Ia juga dihukum karena ujaran kebencian atas komentar yang menyebut penduduk wilayah seberang laut Prancis, Pulau Reunion, sebagai 'orang biadab'.

"Ketika saya berhenti bermain film, beberapa orang mengatakan saya melindungi hewan untuk mendapatkan publisitas," katanya kepada The New York Times pada 1994.

"Sekarang, jika ada satu wanita di dunia yang tidak membutuhkan publisitas, yang selalu mendapatkan terlalu banyak publisitas, itu adalah saya. Bahkan hingga hari ini, ada orang yang bertanya, mengapa Anda tidak membantu anak-anak, atau orang-orang di Bosnia, atau orang tua, atau korban AIDS? Selalu ada orang yang mengatakan kepada saya bahwa saya seharusnya mengkhawatirkan hal lain."

Bela Tersangka Kasus Pelecehan Seksual, tapi Terus Suarakan Hak Hewan

Pandangannya yang tidak lazim terus menjadi berita utama hingga 2025, ketika ia membela mantan rekan sesama bintangnya, Gerard Depardieu, yang menghadapi tuduhan pelecehan seksual. Bardot menjadi ikon di Prancis pada akhir tahun 60-an sehingga ia menjadi selebriti pertama yang digunakan sebagai model untuk Marianne, simbol Republik Prancis yang sering ditampilkan sebagai patung di balai kota.

Namun, persepsi publik Prancis terhadapnya berubah seiring bertambahnya usia, dengan banyak yang menganggapnya sebagai orang yang eksentrik, intoleran, dan aneh. Meski begitu, pembelaannya terhadap hewan tidak mengenal batasan ideologis.

Ia mencemooh calon wakil presiden AS dari Partai Republik pada 2008, Sarah Palin, sebagai "aib bagi perempuan" karena pandangan kandidat tersebut tentang pemanasan global dan hak kepemilikan senjata. Ia juga mengecam Presiden Donald Trump ketika berupaya mencabut pembatasan impor trofi gajah Afrika (langkah yang kemudian ditundanya).

"Tindakan memalukan Anda menegaskan rumor bahwa Anda tidak layak menjabat," tulisnya dalam sebuah surat kepada pemimpin AS, menurut Agence France-Presse (AFP).

Profil Singkat Brigitte Bardot

Bardot lahir dengan nama Brigitte Anne-Marie Bardot di Paris pada September 1934, dan memulai kariernya sebagai model. Ia juga sempat muncul di sampul majalah Elle pada 1950 di usia 15 tahun. Dalam sebuah audisi, ia bertemu dengan suami pertamanya yang menikahinya pada 1952, sutradara Roger Vadim. 

Setelah menikah, ia terjun ke dunia akting dan tampil dalam sejumlah proyek seperti Crazy for Love, Manila, the Girl in the Bikini, juga musikal sukses Naughty Girl. Pada 1956, ia membintangi film debut penyutradaraan suaminya, And God Created Woman, yang membuat popularitasnya meroket.

Perannya sebagai seorang remaja yang menimbulkan perpecahan antara tiga bersaudara, membuatnya dikenal sebagai seorang simbol seks, bahkan punya julukan sex kitten. Hanya saja, setahun setelah film ini ia dan Roger Vadim bercerai. Brigitte Bardot juga tampil dalam sejumlah film sukses seperti Le Mépris, La Vérité, Viva Maria!, A Very Private Affair, dan masih banyak lagi.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |