Jisoo BLACKPINK bak Putri Disney Saat Terima Piala di Cannes, Pakai Perhiasan Rp3 Miliar

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Jisoo BLACKPINK kembali tampil di publik di tengah kontroversi yang menyeret namanya. Kali ini, ia muncul bak putri Disney dengan ball gown di sela acara Festival Film Internasional Cannes 2026.

Bintang drama Korea Boyfriend on Demand tersebut dianugerahi penghargaan Rising Star Madame Figaro pada Kamis, 23 April 2026. Penghargaan itu diberikan untuk kinerjanya di dunia akting. Mengutip KBizoom, Jumat (24/4/2026), dengan pencapaian itu, Jisoo menjadi artis dan aktris Asia pertama yang menerima gelar Rising Star.

Mengutip laman starstyle.com, gaun yang dikenakan Jisoo merupakan bagian dari koleksi Miss Sohee Spring 2026 Couture. Gaun strapless warna kombinasi beige, gold, dan sedikit peach itu memiliki detail lace pada korset. Bagian pinggangnya dihiasi dengan aksen peplum dan rok tulle yang sangat mengembang.

Melengkapi tampilannya, Jisoo mengenakan satu set perhiasan dari Cartier, jenama perhiasan yang mendapuknya sebagai duta global. Mengutip Fimela, Jisoo mengenakan anting Grain De Café seharga Rp1.528.000.000, Grain De Café Ring seharga Rp1.016.000.000, dan Grain De Café Bracelet Rp856.000.000. Total perhiasaan tersebut sekitar Rp3,4 miliar.

Wajahnya dipulas blush on pink dan lipstik glossy warna senada yang membuat wajahnya tampak fresh. Rambutnya ditata kuncir setengah dengan poni belah dua yang membingkai wajah.

Terlepas dari penampilannya yang menawan, penghargaan yang diterima Jisoo menuai komentar beragam di dunia maya. Sementara banyak penggemar memuji pengakuan internasionalnya yang semakin meningkat, yang lain mempertanyakan keputusan tersebut, menunjukkan bahwa beberapa aktris Korea dengan filmografi yang lebih panjang dan penampilan yang diakui secara kritis diabaikan.

Kritik Pedas untuk Penghargaan Canneseries Jisoo BLACKPINK

Beberapa warganet bahkan lebih jauh, menuduh bahwa koneksi industri mungkin berperan dalam kemenangannya. Tuduhan yang bahkan belum terverifikasi beredar luas, dengan sebagian warganet berspekulasi bahwa penghargaan tersebut tidak layak diraih Jisoo

Pada saat yang sama, para pendukung menolak kritik tersebut, menekankan pengaruh Jisoo yang semakin meningkat dan kehadirannya yang semakin meluas baik di bidang musik maupun akting. Mereka berpendapat bahwa penghargaan Rising Star dirancang untuk menyoroti tokoh-tokoh global yang sedang naik daun, bukan hanya untuk menghargai karier yang sudah lama mapan.

Yang pasti, penghargaan itu diterima Jisoo di tengah kasus hukum yang membelit kakak laki-lakinya dan menyeret namanya. Lewat agensinya, Jisoo akhirnya menanggapi kasus pelecehan seksual tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dirilis kuasa hukum pada Senin, 20 April 2026, agensi Blissoo (secara resmi ditulis sebagai BLISSOO) menekankan bahwa aktris sekaligus idol K-Pop tersebut sama sekali tak ada hubungannya dengan isu tersebut. 

Pernyataan Kuasa Hukum Jisoo BLACKPINK

"Kami pengacara Eun Hyun Ho dari Kim & Chang, perwakilan hukum Blissoo. Kami sangat menyesalkan penyebaran konten serampangan yang mengaitkan artis dan Blissoo dengan masalah terkait keluarga, serta beredarnya informasi palsu yang merusak reputasi sang artis melalui pemberitaan media tertentu, komunitas online, dan media sosial," begitu pernyataan pihak kuasa hukum, dilansir dari Soompi. 

Di awal pernyataan, tim kuasa hukum menegaskan bahwa isu yang beredar di media massa banyak yang merupakan spekulasi yang belum diverifikasi, bahkan ada pula yang benar-benar merupakan klaim palsu. Tim kuasa hukum juga mengungkap kondisi masa lalu Jisoo sebelum debut bersama Blackpink, dan hubungan sang pelantun Earthquake dengan keluarga. 

"Sang artis memulai kehidupan sebagai trainee pada usia muda, dan telah hidup mandiri selama bertahun-tahun, terpisah dari keluarganya. Karena itu, ia tidak dalam posisi bisa mengetahui atau terlibat dalam urusan pribadi individu yang bersangkutan," kata pihaknya. 

Bantah Ada Kaitan dengan Manajemen Jisoo BLACKPINK

Salah satu hal yang juga dibahas pihak Jisoo adalah tentang pendirian agensi Blissoo. "Selain itu, pada tahap persiapan pendirian Blissoo, sang artis memang mendapat sedikit nasihat dan bantuan dari anggota keluarga dalam hal penyampaian komunikasi saat berdiskusi dengan pihak terkait. Namun, baik dulu maupun sekarang, belum pernah ada anggota keluarga yang menerima kompensasi dari Blissoo atau berpartisipasi dalam proses manajemen atau pengambilan keputusan," kata pihak agensi.

Ditambahkan, "Sejak itu, perusahaan beroperasi sepenuhnya secara mandiri, tanpa keterlibatan anggota keluarga."

Kuasa hukum membantah tegas isu yang menyebut bahwa pelaku pelecehan yang dimaksud ikut mendirikan Blissoo, maupun bertindak sebagai CEO agensi ini. "Dengan jelas kami menyatakan bahwa individu tersebut tak memiliki ikatan legal maupun manajerial dengan Blissoo."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |