Heboh Djakarta Ennichi 2026 Dibatalkan H-8 Jam, Muncul Klarifikasi Panitia

9 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Festival budaya Jepang Djakarta Ennichi 2026 yang rencananya digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, resmi dibatalkan. Pengumuman pembatalan ini disampaikan hanya beberapa jam jelang acara dibuka melalui akun Instagram resmi @djakartaennichi pada Sabtu (23/5/2026). 

Dalam pernyataannya, panitia menyebut pembatalan dilakukan karena adanya kendala teknis dan operasional yang dinilai memengaruhi kesiapan penyelenggaraan acara secara menyeluruh. Panitia Djakarta Ennichi menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil dengan berat hati setelah mempertimbangkan berbagai aspek penyelenggaraan. 

Dalam unggahan resminya, panitia mengatakan bahwa mereka tidak dapat menghadirkan festival yang aman, nyaman, dan maksimal untuk seluruh pengunjung.

"Keputusan sulit ini terpaksa kami ambil karena adanya kendala teknis dan operasional yang mempengaruhi kesiapan penyelenggaraan acara secara menyeluruh," tulis panitia dalam pengumuman tersebut.

Pembatalan acara ini menjadi perhatian publik karena Djakarta Ennichi dikenal sebagai salah satu festival budaya Jepang yang memiliki basis pengunjung cukup besar di Jakarta. Acara tersebut biasanya menghadirkan berbagai pertunjukan budaya Jepang, kuliner khas, komunitas pop culture, hingga aktivitas hiburan yang menarik minat anak muda.

Di tengah pengumuman pembatalan tersebut, muncul pula video klarifikasi dari pihak panitia. Dalam video yang diunggah melalui akun yang sama, seorang pria mengaku panitia Djakarta Ennichi bernama Zhuge menyatakan bahwa Hardiyanto Kenneth bukan lagi Ketua Umum sejak April 2026. Ia juga menegaskan bahwa pembatalan Jakarta Ennichi tidak berkaitan dengan Kenneth.

"Saya, Zhuge, dengan ini menyatakan bahwa Bapak Hardiyanto Kenneth bukan lagi Ketua Umum sejak April 2026. Pembatalan acara Jakarta Ennichi tidak berkaitan dengan Bapak Hardiyanto Kenneth," ujarnya dalam video tersebut.

Banyak yang meluapkan kekecewaan dengan pembatalan acara yang mendadak tersebut di kolom komentar unggahan @djakartaennichi. Di antaranya karena sudah membeli tiket untuk ke Jakarta dan pengisi acara yang sudah jalan ke lokasi Djakarta Ennichi 2026.

Salah satu warganet bahkan menyebut pengumuman pembatalan hanya H-8 jam jelang acara dimulai. "Wah wah wah... pengumuman H-8 jam, ini keterlaluan sih..."

Munculnya dua pernyataan ini membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada pembatalan festival, tetapi juga pada dinamika internal kepengurusan panitia. Hingga pengumuman disampaikan, pihak penyelenggara belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kendala teknis dan operasional yang dimaksud hingga informasi terkait kemungkinan penjadwalan ulang acara tersebut. 

Panitia hanya menyampaikan permohonan maaf kepada komunitas, partner, dan pengunjung yang telah menantikan festival tersebut di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 2026.

Tak Cuma Djakarta Ennichi, Ada Jak-Japan Matsuri yang Tak Kalah Populer

Meski demikian, Djakarta Ennichi bukan satu-satunya festival Jepang di Tanah Air, karena masih ada sejumlah perhelatan serupa yang digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Melansir Jak Japan Matsuri, Sabtu (23/05/2026), Jak-Japan Matsuri (JJM) merupakan festival persahabatan Indonesia-Jepang yang menjadi wadah pertukaran budaya, tradisi, serta mempererat hubungan kedua negara. Festival ini pertama kali diselenggarakan pada 2009 di Jakarta melalui kolaborasi pemerintah dan pihak swasta, dan kini telah memasuki tahun ke-17.

Sejak pertama digelar, JJM menjadi agenda tahunan yang menghadirkan beragam pertunjukan budaya, kuliner, pameran, hingga hiburan khas Jepang untuk masyarakat Indonesia. Festival ini juga menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan Jepang yang terus terjalin dari tahun ke tahun, meski sempat tidak diselenggarakan pada 2020 dan 2021 akibat pandemi COVID-19.

Pada November 2020, Yayasan Jabat Hati Indonesia Jepang resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai organisasi induk yang bertugas mengelola dan mengembangkan penyelenggaraan JJM secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan JJM ke-14 pada 2024 kembali digelar di kawasan GBK Senayan, Jakarta, dengan menghadirkan area khusus bertajuk Menjelajahi Jepang yang memperkenalkan berbagai daerah di Jepang melalui pameran dari perkumpulan prefektur dan organisasi terkait.

Sementara pada JJM 2025, festival ini mengusung tema Indonesia & Japan Always Together dengan menonjolkan semangat keramahtamahan khas Jepang atau omotenashi no kokoro melalui berbagai program dan layanan bagi pengunjung, termasuk pendirian 

Information Center serta tim relawan Omotenashi Team yang terdiri dari warga Jepang dan Indonesia. Festival tersebut juga kembali digelar di kawasan GBK Senayan yang dinilai mudah diakses pengunjung.

Jak-Japan Matsuri terakhir diketahui diselenggarakan pada 2025. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai kapan festival tersebut akan kembali digelar pada tahun ini.

Nihon no Matsuri, Festival Jepang dalam Momen 50 Tahun Diplomatik Indonesia-Jepang

Melansir Embassy of Japan in Indonesia, Sabtu (23/5/2026), Nihon no Matsuri merupakan festival yang digelar dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. Acara ini hadir sebagai upaya untuk memperkenalkan lebih luas kebudayaan Jepang kepada masyarakat Indonesia, sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara kedua negara.

Beragam pertunjukan khas Jepang turut meramaikan festival ini, mulai dari Bon Odori, Okinawa Eisa, Omikoshi, hingga berbagai atraksi budaya tradisional lainnya. Tidak hanya itu, tokoh kartun ikonik Jepang, Doraemon, yang juga dikenal sebagai Duta Budaya Animasi Jepang, turut hadir memeriahkan acara dengan sesi foto bersama pengunjung.

Salah satu daya tarik utama atau highlight festival ini adalah penampilan dari Hono-o-Daiko dan Akita Kanto Matsuri. Hono-o-Daiko dikenal sebagai salah satu grup penabuh taiko profesional ternama dari Jepang. Sementara itu, Akita Kanto Matsuri merupakan festival tahunan yang berasal dari Prefektur Akita dan termasuk dalam tiga festival terbesar di wilayah Tohoku, Jepang. Penampilan mereka di Indonesia menjadi kesempatan spesial karena merupakan kunjungan perdana ke Tanah Air.

Selain pertunjukan budaya, Nihon no Matsuri juga menghadirkan berbagai booth dan aktivitas menarik yang identik dengan festival Jepang, seperti permainan menangkap ikan, memancing bola yoyo, sajian kuliner khas seperti takoyaki dan yakisoba, hingga acara interaktif seperti Sushi Battle yang menambah keseruan festival.

Dalam keterangan bio Instagram @nihonnomatsuri, festival ini akan kembali diselenggarakan dengan dikelola oleh mahasiswa Telkom University, sekaligus menjadi acara kebudayaan Jepang tahunan, yang memasuki edisi ke-17 dan diselenggarakan di Telkom University Convention Hall, Bandung pada 27 Juni 2026.

TGC Jakarta 2025, Festival Mode dan Hiburan Jepang Debut di Indonesia

Mengutip Kanal Lifestyle Liputan6.com, Sabtu (23/5/2026), Tokyo Girls Collection (TGC), festival yang memadukan fesyen, musik, budaya pop, dan kehadiran selebritas dalam satu panggung, akhirnya hadir untuk pertama kalinya di Indonesia lewat TGC Jakarta 2025. Acara ini dikenal sebagai salah satu festival hiburan terbesar di Jepang dan telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Executive Officer Chief Producer W TOKYO INC, penyelenggara TGC Jepang, Yukiko Ikeda, mengungkapkan bahwa Jakarta dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena melihat besarnya antusiasme generasi muda Indonesia, khususnya perempuan, terhadap dunia kecantikan dan gaya hidup.

“Saya tertarik membawa TGC ke Jakarta karena saya menghadiri Jakarta X Beauty tahun lalu, dan dari situ, saya melihat perempuan-perempuan Indonesia yang muda dan sangat bersemangat,” kata Yukiko Ikeda kepada Lifestyle Liputan6.com usai jumpa pers di Jakarta, Selasa, 27 Mei 2025.

Ia menambahkan, dari berbagai kota di Indonesia, Jakarta dinilai sebagai kota yang paling potensial untuk menjadi tuan rumah festival tersebut. “Dari situ, kami memilih Jakarta dari seluruh kota di Indonesia, karena, menurut kami, paling powerful,” ujarnya.

Yukiko juga menjelaskan, sebelum pandemi COVID-19, TGC sempat melakukan ekspansi ke luar Jepang. Namun, setelah pandemi, TGC Jakarta 2025 menjadi penyelenggaraan perdana festival tersebut di luar Jepang, sekaligus menandai kembalinya ekspansi internasional TGC.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |