Cuaca Panas Ekstrem di Bangkok Masuk Zona Bahaya Selama 19 Hari, Wisatawan Mesti Waspada

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bangkok, Thailand, telah dilanda panas terik selama 19 hari berturut-turut dengan indeks panas berbahaya. Cuaca panas dan kelembapan ekstrem ini mendorong kondisi ibu kota masuk ke zona risiko tinggi bagi kesehatan masyarakat.

Melansir Bangkok Post, Senin (20/42026), Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA) mengatakan, indeks panas tetap berada dalam kisaran "bahaya" 42–51,9 derajat Celcius sejak 1 April 2026. Indeks panas mencerminkan seberapa panas yang sebenarnya dirasakan, dengan memperhitungkan kelembapan.

Pihak berwenang mendesak masyarakat umum memantau kesehatan mereka dengan cermat. Kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, wanita hamil, penderita penyakit kronis, penderita obesitas,  pekerja luar ruangan, orang yang berolahraga di luar ruangan, dan wisatawan, telah diminta menghindari aktivitas luar ruangan di siang hari.

Mereka juga diminta mewaspadai gejala, seperti kelelahan, pusing, ruam, kram otot, dan serangan panas, terutama selama jam-jam puncak siang hari, lapor The Nation Thailand.

Pada saat yang sama, Departemen Meteorologi negara itu telah memperkirakan badai musim panas hingga 25 April 2026, dengan Bangkok diperkirakan akan menghadapi badai petir dan angin kencang. Badai diperkirakan terjadi pada 23–25 April 2026, membawa angin kencang, hujan es, dan beberapa hujan lebat ke Thailand bagian atas, Timur Laut, dan Timur.

Di Bangkok dan sekitarnya, kondisi panas akan berlanjut, dengan badai petir diperkirakan akan mempengaruhi 10–30 persen wilayah tersebut. Suhu bisa mencapai 39 derajar Celcius di ibu kota dan hingga 42 derajat Celcius di wilayah Utara dan Timur Laut.

4 Tingkatan Indeks Panas

BMA mengklasifikasikan indeks panas menjadi empat tingkatan.

  • Suhu 27,0 hingga 32,9 derajat Celcius dianggap "waspada", dengan masyarakat disarankan mengikuti peringatan panas dan, terutama pada kelompok berisiko, minum air secara teratur.
  • Suhu 33,0 hingga 41,9 derajat Celcius dianggap "peringatan", dengan aktivitas di luar ruangan disarankan untuk dikurangi antara pukul 11 ​​pagi dan 3 sore.
  • Suhu 42,0 hingga 51,9 derajat Celcius dikategorikan sebagai "bahaya."
  • Suhu di atas 52 derajat Celcius dianggap "bahaya ekstrem," di mana aktivitas di luar ruangan harus dihentikan sepenuhnya.

Kondisi ini terjadi setelah Thailand merayakan Festival Songkran 2026. Periode itu mencatat 191 kematian akibat kecelakaan lalu lintas selama lima hari pertama kampanye keselamatan jalan Songkran, dengan Bangkok melaporkan jumlah kematian kumulatif tertinggi sejauh ini.

Momok Kecelakaan Lalu Lintas

Letnan Jenderal Polisi Rutthaphon Naowarat, Menteri Kehakiman Thailand, mengatakan bahwa pada 14 April saja, hari kelima kampanye keselamatan berkendara, terjadi 192 kecelakaan lalu lintas, 202 orang terluka, dan 30 orang meninggal dunia.

Penyebab utama kecelakaan adalah ngebut dan mengemudi dalam keadaan mabuk, sementara sepeda motor tetap menjadi kendaraan yang paling sering terlibat dalam kecelakaan. Phrae mencatat jumlah kecelakaan tertinggi pada 14 April, dengan 16 kasus, dan jumlah cedera tertinggi, yaitu 18 orang.

Pathum Thani mencatat jumlah kematian tertinggi pada hari itu, dengan tiga orang. Naowarat mengatakan bahwa selama periode lima hari dari 10 hingga 14 April, terdapat total 951 kecelakaan, yang mengakibatkan 911 orang terluka dan 191 orang meninggal.

Phrae kembali mencatat jumlah kumulatif kecelakaan tertinggi, dengan 45 kasus, serta jumlah kumulatif cedera tertinggi, dengan 47 orang. Bangkok mencatat jumlah kematian kumulatif tertinggi, dengan 16 orang meninggal.

Aturan Festival Songkran 2026

Thailand sebelumnya memberlakukan 10 langkah keamanan untuk bermain air selama Festival Songkran 2026. Masyarakat diizinkan bermain di Jalan Khao San hanya dari 13 April hingga 15 April, antara pukul 12 siang dan 10 malam waktu setempat, kata polisi.

Menurut Kolonel Polisi Niphon Nithikarunlert, pengawas Kantor Polisi Chana Songkhram, melansir The Straits Times, 14 April 2026, petugas telah menyiapkan titik penyaringan yang ketat untuk mencegah siapa pun membawa bubuk, kapur, dan senjata air bertekanan tinggi ke area tersebut dalam keadaan apa pun.

Fokus utama tahun ini adalah kontrol yang lebih ketat atas pakaian, dengan wisatawan diberitahu untuk berpakaian dengan benar, menghindari pakaian terbuka dan menahan diri dari perilaku cabul untuk menjaga citra festival yang baik.

Selain itu, penjualan alkohol pada anak di bawah umur dilarang, dan alkohol hanya boleh dijual selama jam yang diizinkan secara hukum, dari jam 11 pagi hingga tengah malam.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |