Liputan6.com, Jakarta - Tren makan atau minum tanpa ponsel makin banyak diterapkan restoran dan bar. Tren itu semakin populer di seluruh Amerika Serikat (AS) dengan semakin banyak tempat yang bereksperimen dengan pembatasan, insentif, atau kantong terkunci.
Mengutip NY Post, Senin (20/4/2026), salah satu tempat yang menerapkan aturan tersebut adalah bar koktail Charlotte, Antagonist. Tempat itu menyediakan kantong terkunci untuk menyimpan ponsel tamu yang datang setidaknya selama sekitar dua jam. Sementara, Delilah, sebuah klub makan malam kelas atas yang memiliki beberapa cabang, memiliki kebijakan tanpa ponsel dan tanpa unggahan, menurut Axios.
Bahkan, jaringan restoran siap saji Chick-fil-A telah menguji taktik ini dengan lokasi di Maryland yang menawarkan es krim gratis kepada keluarga yang tidak meletakkan ponsel di atas meja. Tapi, yang paling umum menerapkan kebijakan itu adalah tempat-tempat kelas atas dan eksklusif, seperti bar musik, klub makan malam, lounge koktail, dan restoran yang menawarkan menu degustasi.
"Pendorongnya sebenarnya bukan sentimen anti-ponsel," kata Ben Tannenbaum, wakil presiden kemitraan yang berbasis di New York di perusahaan kehidupan malam LineLeap, kepada Fox News Digital.
"Para tamu kini lebih jarang makan di luar dibandingkan sebelumnya dan menghabiskan lebih banyak uang per kunjungan, sehingga para pengelola restoran berusaha memastikan kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang memuaskan."
Tren Makan Tanpa Ponsel
Amanda Belarmino, seorang profesor perhotelan di Universitas Nevada, Las Vegas, menyebut tren makan tanpa ponsel itu bahkan sudah dimulai sebelum pandemi Covid. "Tetapi momentumnya meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena orang-orang telah memahami dampak negatif dari penggunaan perangkat pribadi yang berlebihan," kata Belarmino kepada Fox News Digital.
Ia mengatakan bahwa makan tanpa ponsel dapat membantu para pengunjung tetap fokus pada makanan dan teman mereka, dan menambahkan bahwa hal itu bahkan mungkin menguntungkan secara finansial bagi restoran. "Para pengunjung yang terlibat dalam pengalaman makan lebih cenderung memesan beberapa hidangan atau minuman kedua," katanya.
Mereka juga cenderung lebih menikmati makanan mereka jika makanan tersebut belum dingin saat mereka sibuk mengambil foto atau membaca ulasan pengunjung lain sebelum membentuk opini mereka sendiri, kata Belarmino. Di luar pertimbangan bisnis, para ahli sepakat bahwa gerakan ini mencerminkan kembalinya norma sosial yang sudah lama ada seputar makan.
Kembali ke Etiket Makan Dasar
Kehadiran penuh saat makan bersama orang lain adalah "prinsip abadi," menurut pakar etiket New York, Nick Leighton. "Saat ponsel Anda dikeluarkan, itu mengirimkan sinyal bahwa siapa pun yang bersama Anda saat itu tidak sepenting apa yang ada di ponsel," kata Leighton kepada Fox News Digital.
Yang lain mengatakan tren ini didorong oleh tekanan mental karena selalu terhubung. "Dorongan di balik makan tanpa ponsel adalah beban kognitif berlebih," kata Dr. Vinay Saranga, seorang psikiater dan pendiri The North Carolina Institute of Advanced NeuroHealth.
"Makan tanpa ponsel menawarkan bentuk pelepasan psikologis yang akan menumbuhkan kembali koneksi yang bermakna dan memungkinkan kita untuk fokus pada momen saat ini." Meski begitu, menerapkan kebijakan bebas ponsel dapat menimbulkan konsekuensi negatif.
"Penegakannya, paling tidak, canggung dalam praktiknya," kata Tannenbaum. "Kantong, papan pengumuman, dan pelayan yang meminta tamu untuk menyimpan ponsel mereka semuanya menimbulkan hambatan yang dapat mengurangi pengalaman yang ingin diciptakan oleh kebijakan tersebut."
Membisukan Ponsel Bisa Ciptakan Jeda
Mengingat ponsel kini menjadi alat yang hampir selalu terhubung dengan kehidupan sehari-hari, kondisi pikiran pun bisa terganggu lantaran seolah dipaksa terus bekerja, bahkan saat sedang beristirahat. Jika berlangsung terus-menerus, gangguan notifikasi yang berulang bisa memicu stres.
Psikoterapis di San Francisco, Duygu Balan menjelaskan bahwa membiarkan ponsel tetap dalam mode 'jangan ganggu' membantu menciptakan ruang tenang. Hal ini memungkinkan seseorang mengelola fokus dan energi emosional dengan lebih baik.
"Membisukan panggilan menciptakan jeda dari komunikasi yang tidak diinginkan dan tekanan sosial yang mungkin menyebabkan stres," ujar Balan seperti dikutip dari Huffpost pada Sabtu, 4 April 2026.
Notifikasi yang masuk saat belajar atau bekerja dapat memutus alur berpikir. Meski hanya beberapa detik, otak memerlukan waktu untuk kembali fokus, sehingga tugas menjadi lebih lama selesai dan energi cepat habis.
Mode 'jangan ganggu' memungkinkan proses berpikir berlangsung lebih fokus, membuat belajar dan bekerja lebih efisien. "Mode jangan ganggu membuat Anda lebih fokus pada kegiatan yang dilakukan," tambahnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3104885/original/076587600_1587111202-baked-pies-and-breads-873653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3997754/original/021916300_1650209323-IMG-20220416-WA0036.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559921/original/060826900_1776653293-Justin_Bieber.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560030/original/062317600_1776656455-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560273/original/036111300_1776662148-cropped-d0107e1f-9c0a-4335-acd5-9872ffe8d893.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4953535/original/071502300_1727328734-sambalado-tanak-khas-minang-foto-resep-utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552015/original/038662500_1775795369-IMG-20260410-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560253/original/042689500_1776661100-cropped-2c40f1fe-061b-4ba3-9774-e7e9eb682ef2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496815/original/034870600_1770604939-ayam_suwir_woku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559973/original/083803800_1776654730-023627f5-8f2a-4fd8-a806-a055ccbd42ef.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559879/original/089651300_1776650908-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_16.20.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2955672/original/064089100_1572587533-20191101-Mengunjungi-Kuil-yang-Jadi-Situs-UNESCO-di-Kyoto-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558196/original/063518800_1776409316-Depositphotos_634462316_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5166826/original/048239300_1742286649-063_2187235478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559785/original/052448100_1776638617-WhatsApp_Image_2026-04-14_at_19.19.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558925/original/088499700_1776494761-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.04.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3623091/original/054658500_1636020195-20211104-Malaysia-Hindu-Festival-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559162/original/068249700_1776523693-Anggun_0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559487/original/076737000_1776577758-unnamed_-_2026-04-19T124834.767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/4897331/original/044409800_1721550149-IMG_1161.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3227420/original/074506300_1599119114-20200903-Kuala-Lumpur-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454684/original/003885500_1766567888-Ilustrasi_perayaan_tahun_baru_2026_di_Jakarta.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458201/original/031493700_1767074270-zhang_zhehan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451328/original/014531400_1766285850-florian-wehde--y3sidWvDxg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447967/original/063026100_1765971919-Screenshot_2025-12-17_180423.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1677282/original/072536700_1502557224-Monas1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452675/original/049859600_1766421336-tata_juliastrid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4435592/original/039268900_1684722031-Aktivis_perubahan_iklim_mengubah_Air_Mancur_Trevi_Italia_menjadi_hitam-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4988264/original/089904800_1730512664-20241101_165349.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451629/original/037720500_1766319255-prince_wales1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464514/original/053226100_1767692533-Cocomelon_-_Main_KV_-_Poster_KV_Master_Landscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451320/original/091153900_1766280778-kiarash-mansouri-STczlVcH100-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452947/original/025750100_1766463339-meja_makan_bertema_natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451582/original/093387000_1766312214-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Algojo_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473038/original/019529500_1768384173-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_17.06.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453445/original/078551100_1766478558-Archipelago.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457619/original/024579800_1767007726-The_Gifted_Graduation_-_Main_KV_-_Poster_KV_Master_Landscape.jpg)