Cing Cangkeling, Kopi Garut yang Meramu Rasa dan Tradisi Sunda

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kopi dari Garut, Jawa Barat, kini hadir dengan identitas yang kuat. Roemah Koffie memperkenalkan Cing Cangkeling, kopi single origin dari Mandalagiri yang dikembangkan selama hampir satu tahun bersama petani dan sejumlah pihak dalam ekosistem kopi.

Cing Cangkeling menggunakan varietas Yellow Bourbon yang ditanam pada ketinggian sekitar 1.500–1.600 meter di atas permukaan laut. Biji kopi tersebut diproses menggunakan metode Classic Natural yang turut membentuk karakter kopi asal Mandalagiri.

"Kami kembangkan bersama untuk mengangkat kopi Indonesia," kata CEO Roemah Koffie, Felix TJ, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Pengembangan kopi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kopi Nusantara melalui karakter daerah asal. Karakter kopi sendiri dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti varietas, kondisi geografis, ketinggian lahan, serta metode pengolahan.

Felix mengatakan bahwa perjalanan kopi melibatkan banyak pihak sejak budidaya hingga pengolahan. Pandangan tersebut menjadi dasar konsep Bean to Heart yang diusung Roemah Koffie dengan turut menempatkan peran manusia dan budaya dalam proses mengenalkan kopi pada konsumen.

Melalui konsep tersebut, informasi mengenai asal biji, varietas, ketinggian lahan, dan metode pengolahan menjadi bagian dari pengalaman menikmati Cing Cangkeling.

Keterlibatan petani menunjukkan bahwa kualitas kopi tidak hanya bergantung pada proses pemanggangan dan penyeduhan, namun juga pada perawatan tanaman dan pengolahan hasil panen sejak dari kebun.

Dari Kebun Keluarga hingga Pengembangan Kopi

Ya, Felix  memang menilai petani memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kopi sebelum produk tersebut sampai ke tangan konsumen. Karena itu, pengembangan Cing Cangkeling turut memperhatikan pihak-pihak yang terlibat dalam proses produksi, bukan hanya karakter rasa yang dihasilkan.

"Inilah cara kita menjaga warisan budaya Nusantara lewat kopi. Yang kami bilang adalah diplomasi kopi yang kami mau lahirkan dari Roemah Koffie," lanjutnya.

Cing Cangkeling dapat disajikan dalam berbagai bentuk minuman, mulai dari kopi hitam hingga racikan berbasis susu. Metode penyeduhan juga memengaruhi karakter rasa yang muncul dalam setiap sajian.

Teknik ekstraksi dan komposisi minuman dapat menghasilkan profil rasa yang berbeda. Kopi hitam, misalnya, lebih menonjolkan karakter biji, sementara tambahan susu memberikan profil rasa yang berbeda pada hasil seduhan.

Satu Biji Kopi dengan Beragam Metode Penyajian

"Bisa untuk espresso base, bisa untuk manual brew, bisa juga untuk cold brew. Jadi memang kita buat omni roast, sehingga mau dipakai untuk espresso atau filter, dua-duanya bisa," ujar Felix.

Pada metode seduh natural, Cing Cangkeling memiliki karakter fruity dan brown sugar dengan sensasi yang menyerupai Americano. Saat digunakan sebagai espresso, kopi ini menghasilkan tekstur lebih creamy, sementara karakter fruity menjadi lebih samar karena rasa krim yang dominan.

Roemah Koffie juga menghadirkan signature beverage bernama Espresso Martini. Minuman tersebut menggunakan Cing Cangkeling sebagai bahan dasar dengan tambahan bunga sedap malam, anggur putih, dan larutan saline.

Bunga sedap malam memberikan aroma pada racikan, sedangkan anggur putih menambahkan karakter rasa. Larutan saline digunakan untuk menyeimbangkan rasa pahit dan manis dalam minuman. Racikan tersebut menghasilkan profil rasa yang memiliki sentuhan menyerupai jamu.

Identitas Mandalagiri dalam Kemasan Cing Cangkeling

Nama Cing Cangkeling terinspirasi dari lagu tradisional Jawa Barat dan ungkapan Sunda "cing cicing, kade eling." Ungkapan tersebut bermakna ajakan untuk berhenti sejenak, berpikir, dan mengingat kembali hal-hal penting.

Identitas Mandalagiri turut ditampilkan pada kemasan Cing Cangkeling. Ilustrasinya menggambarkan pegunungan Mandalagiri, air terjun, serta seorang anak yang sedang berdoa.

Felix mengatakan jumlah kopi yang diterima dalam tahap awal pengembangan Cing Cangkeling mencapai sekitar 300 kilogram. Ketersediaan bahan baku yang terbatas membuat produk ini dipasarkan secara musiman dalam jumlah terbatas.

Cing Cangkeling tersedia dalam kemasan 200 gram di seluruh gerai Roemah Koffie dan kanal e-commerce resminya. Produk tersebut juga masuk dalam program Beans of the Month yang berlangsung pada 18 September hingga 31 Oktober 2026.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |