Cara Menghilangkan Bau Kikil Sebelum Direbus agar Bersih, Empuk, dan Bebas Amis

16 hours ago 7
  • Mengapa kikil sapi sering berbau amis?
  • Apakah jeruk nipis wajib digunakan untuk membersihkan kikil?
  • Kenapa air rebusan pertama kikil harus dibuang?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Kikil sapi menjadi salah satu bahan makanan favorit karena teksturnya kenyal dan cocok diolah menjadi berbagai hidangan lezat, mulai dari gulai, soto, hingga tumisan pedas. Namun, sebelum dimasak, kikil sering kali memiliki bau khas yang cukup menyengat sehingga membuat sebagian orang kurang nyaman saat mengolahnya. Jika tidak dibersihkan dengan benar, aroma tersebut juga bisa memengaruhi cita rasa masakan.

Padahal, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu menghilangkan bau kikil sebelum direbus. Mulai dari proses pencucian, penggunaan bahan dapur alami, hingga teknik perebusan yang tepat dapat membuat kikil menjadi lebih bersih dan tidak amis. Berikut cara praktis menghilangkan bau kikil sebelum direbus agar hasil masakan lebih lezat, segar, dan menggugah selera, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (20/5/2026). 

1. Pilih Kikil yang Masih Segar dan Berkualitas

Langkah awal dalam cara menghilangkan bau kikil sebelum direbus dimulai dari pemilihan bahan yang tepat. Kikil yang segar biasanya memiliki warna cokelat alami, baik cokelat muda maupun cokelat tua. Warna tersebut menandakan kikil tidak menggunakan pemutih atau bahan kimia tertentu sehingga lebih aman dikonsumsi dan memiliki aroma yang lebih normal.

Selain memperhatikan warna, penting juga mengecek aroma dan teksturnya. Hindari membeli kikil yang berbau bahan kimia, seperti aroma karet atau pengawet menyengat. Pilih kikil dengan tekstur kenyal dan tidak terlalu amis karena kikil segar akan lebih mudah dibersihkan serta menghasilkan masakan yang lebih lezat setelah direbus.

2. Cuci dan Bersihkan Kikil Secara Menyeluruh

Sebelum direbus, kikil perlu dicuci di bawah air mengalir sambil digosok perlahan menggunakan tangan. Proses ini membantu mengangkat lendir, sisa kotoran, dan bau dasar yang menempel pada permukaan kikil. Pastikan seluruh bagian kikil benar-benar terkena air bersih agar hasil pembersihan lebih maksimal.

Jika masih terdapat bulu halus, kikil bisa dibakar sebentar di atas api atau direndam dalam air panas sebelum dikerok. Setelah itu, lumuri kikil menggunakan garam dan perasan jeruk nipis secara merata. Garam membantu membersihkan lendir, sedangkan jeruk nipis efektif mengurangi bau amis. Diamkan selama 15–20 menit lalu bilas hingga bersih agar tidak meninggalkan rasa asam.

3. Potong Kikil Sebelum Direbus

Memotong kikil menjadi beberapa bagian kecil sebelum direbus dapat membantu proses pembersihan menjadi lebih efektif. Ukuran yang lebih kecil membuat kotoran dan lendir lebih mudah terangkat saat dicuci maupun direbus. Selain itu, air rebusan dan bumbu juga dapat meresap lebih merata ke seluruh bagian kikil.

Cara ini juga membantu mempercepat proses perebusan sehingga kikil lebih cepat empuk. Potongan yang tidak terlalu besar membuat aroma amis lebih mudah hilang selama proses perebusan berlangsung, terutama jika dikombinasikan dengan rempah-rempah aromatik.

4. Gunakan Teknik Perebusan Bertahap

Salah satu cara paling efektif menghilangkan bau kikil adalah dengan merebusnya beberapa kali. Rebus kikil hingga mendidih, lalu buang air rebusan pertama karena biasanya masih mengandung sisa kotoran, lendir, dan aroma tidak sedap. Setelah itu, ganti dengan air baru dan ulangi proses perebusan hingga 3–4 kali sampai air rebusan terlihat lebih bening.

Teknik perebusan bertahap ini membantu mengurangi bau amis secara signifikan sekaligus membuat kikil lebih bersih. Selain menghilangkan aroma kurang sedap, cara ini juga membantu mengurangi kadar lemak berlebih yang menempel pada kikil sehingga hasil akhirnya terasa lebih segar saat dimasak.

5. Tambahkan Rempah-Rempah saat Merebus

Agar bau kikil semakin berkurang, tambahkan rempah-rempah beraroma kuat saat proses perebusan. Jahe, serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas menjadi bahan yang sering digunakan karena mampu memberikan aroma segar sekaligus menetralisir bau amis pada kikil.

Selain rempah-rempah, irisan timun juga bisa dimasukkan ke dalam rebusan. Kandungan air dan enzim alami pada timun dipercaya membantu mengurangi bau anyir dan mengurangi rasa lengket pada kikil. Hasilnya, kikil menjadi lebih harum dan siap diolah menjadi berbagai masakan.

6. Rebus Hingga Empuk dengan Teknik Hemat Gas

Perebusan kikil menggunakan panci biasa biasanya memerlukan waktu sekitar 2–3 jam hingga teksturnya empuk. Namun, jika menggunakan panci presto, waktu perebusan bisa jauh lebih singkat, yaitu sekitar 30–60 menit tergantung jumlah kikil dan ukuran potongannya.

Untuk menghemat gas, Anda bisa menggunakan teknik perebusan bertahap. Rebus kikil selama 15 menit, lalu matikan api tanpa membuka tutup panci dan diamkan sekitar 30 menit. Setelah itu, rebus kembali selama 15 menit hingga kikil lebih empuk. Teknik ini membantu menghemat energi tanpa mengurangi hasil perebusan.

7. Bilas Kembali Setelah Direbus

Setelah kikil matang dan empuk, jangan langsung diolah. Tiriskan terlebih dahulu lalu bilas kembali menggunakan air bersih mengalir. Proses pembilasan ini penting untuk membantu menghilangkan sisa lemak dan kotoran yang mungkin masih menempel setelah perebusan.

Pencucian ulang sebaiknya dilakukan sebanyak 2–3 kali agar kikil benar-benar bersih dan terasa lebih segar. Langkah sederhana ini juga membantu menjaga cita rasa masakan agar tidak terlalu berminyak atau berbau menyengat saat dimasak kembali.

8. Rendam dalam Air Es dan Simpan dengan Benar

Agar tekstur kikil tetap kenyal dan tidak mudah hancur, rendam kikil dalam air es selama sekitar 5–10 menit setelah direbus. Cara ini membantu menjaga tekstur kikil tetap padat sekaligus membuat permukaannya terasa lebih segar sebelum diolah menjadi masakan.

Jika belum langsung dimasak, simpan kikil di dalam wadah tertutup lalu masukkan ke kulkas. Sebaiknya kikil dipisahkan dalam beberapa porsi kecil agar lebih praktis saat digunakan dan kualitasnya tetap terjaga. Penyimpanan yang benar membantu mencegah bau muncul kembali serta menjaga kikil tetap segar lebih lama.

Resep Kikil Mercon Pedas Manis

Olahan kikil selalu punya penggemar tersendiri karena teksturnya yang kenyal dan gurih saat dimasak dengan bumbu yang meresap. Salah satu kreasi yang paling menggugah selera adalah kikil mercon pedas manis dengan perpaduan cabai melimpah dan aroma rempah yang kuat. Menu ini cocok dijadikan lauk makan siang maupun makan malam karena rasanya yang pedas nagih dan nikmat disantap bersama nasi hangat. Berikut resep lengkapnya yang bisa Anda coba di rumah.

Bahan-Bahan Kikil Mercon Pedas Manis:

  • 500 gram kikil sapi, rebus hingga empuk lalu potong kecil
  • 10 cabai rawit merah
  • 5 cabai merah keriting
  • 6 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai, geprek
  • 2 cm lengkuas, geprek
  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdt gula merah
  • Garam secukupnya
  • Kaldu bubuk secukupnya
  • 200 ml air
  • Minyak untuk menumis

Cara Membuat Kikil Mercon Pedas Manis:

  1. Haluskan cabai, bawang merah, dan bawang putih menggunakan blender atau ulekan.
  2. Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
  3. Masukkan daun salam, daun jeruk, serai, dan lengkuas. Aduk hingga aromanya keluar.
  4. Tambahkan kikil rebus, lalu aduk sampai tercampur rata dengan bumbu.
  5. Tuangkan air, kemudian masukkan kecap manis, saus tiram, gula merah, garam, dan kaldu bubuk.
  6. Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan kuah sedikit menyusut.
  7. Koreksi rasa, lalu angkat dan sajikan selagi hangat bersama nasi putih.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Menghilangkan Bau Kikil

1. Mengapa kikil sapi sering berbau amis?

Kikil sapi sering berbau amis karena masih menyisakan kotoran, lendir, dan bau khas sapi yang cukup kuat jika tidak diolah dengan benar.

2. Apakah jeruk nipis wajib digunakan untuk membersihkan kikil?

Jeruk nipis sangat efektif mengurangi bau amis pada kikil saat dilumuri bersama garam setelah dicuci bersih.

3. Kenapa air rebusan pertama kikil harus dibuang?

Air rebusan pertama kikil harus dibuang karena biasanya mengandung sisa kotoran dan aroma yang masih menempel pada kikil, membantu mengurangi bau tak sedap.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |