Cara Membersihkan Usus Sapi agar Tidak Pahit dan Bau, Dijamin Lebih Bersih dan Enak Diolah

15 hours ago 8
  • Kenapa usus sapi terasa pahit?
  • Apakah jeruk nipis efektif menghilangkan bau usus?
  • Berapa lama usus sapi harus direbus?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Cara membersihkan usus sapi agar tidak pahit dan bau menjadi hal penting yang harus diketahui sebelum mengolah jeroan menjadi berbagai masakan lezat. Banyak orang menyukai olahan usus sapi seperti sate usus, gulai, hingga tumisan pedas, tetapi sering terkendala aroma amis dan rasa pahit yang masih tersisa. Jika tidak dibersihkan dengan benar, usus sapi bisa mengurangi cita rasa masakan.

Usus sapi sebenarnya dapat menjadi bahan makanan yang enak dan gurih apabila melalui proses pembersihan yang tepat. Bagian dalam usus biasanya masih menyimpan kotoran, lendir, dan bau khas yang cukup kuat. Oleh karena itu, diperlukan beberapa tahapan khusus agar usus benar-benar bersih sebelum dimasak.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membersihkan usus sapi agar lebih higienis dan tidak berbau. Mulai dari proses membalik usus, penggunaan bahan alami, hingga teknik perebusan yang benar sangat berpengaruh terhadap hasil akhir masakan. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Rabu (20/5/2026).

Membersihkan Kotoran dan Lendir pada Usus Sapi

Membalik Bagian Dalam Usus

Langkah pertama yang penting dilakukan adalah membalik bagian dalam usus sapi agar semua kotoran mudah dibersihkan. Bagian dalam usus biasanya menyimpan sisa kotoran dan lendir yang menjadi penyebab bau tidak sedap. Proses membalik usus memang membutuhkan sedikit kesabaran, tetapi hasilnya akan jauh lebih bersih.

Gunakan sumpit atau batang kecil untuk membantu membalik usus agar lebih mudah dilakukan. Setelah bagian dalam terlihat, bilas menggunakan air mengalir sambil menggosok perlahan. Pastikan semua kotoran yang menempel benar-benar hilang sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Proses ini sangat penting karena menjadi dasar utama agar usus tidak pahit saat dimasak. Jika masih ada sisa kotoran tertinggal, aroma amis akan tetap muncul meski sudah direbus lama. Oleh sebab itu, tahap awal pembersihan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru.

Menggunakan Garam dan Jeruk Nipis

Setelah usus dibersihkan dari kotoran, langkah berikutnya adalah melumuri usus menggunakan garam kasar dan perasan jeruk nipis. Garam membantu mengangkat lendir yang menempel, sedangkan jeruk nipis efektif mengurangi bau amis pada usus sapi. Kombinasi kedua bahan ini cukup ampuh digunakan.

Remas-remas usus selama beberapa menit agar garam dan jeruk nipis bekerja lebih maksimal. Setelah itu, diamkan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum dibilas kembali dengan air bersih. Ulangi proses ini jika aroma amis masih terasa cukup kuat.

Cara ini sering digunakan karena sederhana dan mudah dilakukan di rumah. Selain membantu membersihkan usus, jeruk nipis juga membuat aroma jeroan menjadi lebih segar. Hasil akhirnya, usus sapi akan terasa lebih bersih dan siap diolah menjadi berbagai masakan.

Membilas dengan Air Mengalir

Membilas usus menggunakan air mengalir menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Air membantu membawa sisa lendir, garam, dan kotoran keluar dari permukaan usus. Pastikan proses pembilasan dilakukan hingga air cucian terlihat jernih.

Gunakan tangan untuk menggosok perlahan bagian permukaan usus agar sisa lendir benar-benar hilang. Jika perlu, lakukan pembilasan beberapa kali sampai bau menyengat mulai berkurang. Semakin bersih proses pencucian, semakin baik hasil masakan nantinya.

Tahap ini membantu memastikan usus benar-benar higienis sebelum direbus. Selain itu, pembilasan menyeluruh juga dapat mengurangi rasa pahit yang sering muncul pada olahan usus sapi. Karena itu, jangan terburu-buru saat membersihkan bagian ini.

Merebus Usus agar Tidak Bau dan Pahit

Merebus dengan Daun Salam dan Jahe

Merebus usus menggunakan daun salam dan jahe menjadi cara alami untuk mengurangi bau amis. Kedua bahan ini memiliki aroma kuat yang mampu menyamarkan bau khas jeroan sapi. Selain itu, jahe juga membantu membuat rasa usus lebih segar.

Masukkan daun salam dan jahe ke dalam air rebusan bersama usus yang sudah dibersihkan. Rebus hingga mendidih selama beberapa waktu agar aroma rempah meresap. Buang busa atau kotoran yang muncul di permukaan air rebusan.

Cara ini membuat usus lebih harum dan siap dimasak menjadi berbagai hidangan. Penggunaan rempah alami juga membuat rasa masakan menjadi lebih lezat. Karena itu, banyak orang menggunakan metode ini sebelum mengolah jeroan sapi.

Mengganti Air Rebusan

Mengganti air rebusan sangat disarankan agar bau amis tidak menempel kembali pada usus. Rebus usus pertama kali hingga mendidih, lalu buang airnya dan ganti dengan air baru. Langkah ini membantu mengurangi sisa lemak dan aroma tidak sedap.

Setelah air diganti, rebus kembali usus hingga empuk menggunakan rempah tambahan jika diperlukan. Proses ini membuat hasil akhir lebih bersih dan tidak terlalu berbau tajam. Air rebusan kedua biasanya terlihat lebih jernih dibanding rebusan pertama.

Teknik mengganti air rebusan sering dilakukan oleh pedagang makanan berbahan jeroan. Cara ini terbukti membantu menghasilkan usus yang lebih enak dan tidak pahit saat dimakan. Hasil masakan pun menjadi lebih nikmat.

Merebus Hingga Empuk

Usus sapi perlu direbus hingga empuk agar teksturnya nyaman saat dikonsumsi. Waktu perebusan biasanya tergantung ukuran dan ketebalan usus yang digunakan. Semakin empuk teksturnya, semakin mudah usus menyerap bumbu masakan.

Gunakan api sedang agar proses perebusan berjalan merata dan tidak membuat usus terlalu keras. Jika ingin lebih cepat, panci presto juga bisa digunakan untuk menghemat waktu memasak. Setelah empuk, tiriskan usus sebelum dipotong sesuai kebutuhan.

Usus yang direbus dengan baik biasanya tidak lagi mengeluarkan aroma menyengat. Selain itu, rasa pahit juga akan jauh berkurang dibanding usus yang direbus sebentar. Tahap ini sangat menentukan kualitas hasil akhir masakan.

Tips Menyimpan dan Mengolah Usus Sapi

Simpan di Wadah Tertutup

Setelah usus dibersihkan dan direbus, simpan dalam wadah tertutup agar tetap higienis. Penyimpanan yang baik membantu menjaga kualitas usus sebelum dimasak kembali. Masukkan ke kulkas jika tidak langsung digunakan.

Wadah tertutup juga membantu mencegah aroma usus menyebar ke bahan makanan lain. Jika ingin disimpan lebih lama, usus bisa dimasukkan ke freezer dalam kondisi matang setengah. Cara ini membuat usus lebih awet dan praktis digunakan kapan saja.

Penyimpanan yang tepat membantu menjaga rasa usus tetap segar. Selain itu, tekstur usus juga tidak mudah berubah jika disimpan dengan benar. Hal ini penting terutama bagi yang membeli usus dalam jumlah banyak.

Potong Sesuai Kebutuhan Masakan

Memotong usus sesuai kebutuhan akan mempermudah proses memasak dan penyajian. Untuk sate usus, potong dengan ukuran panjang agar mudah ditusuk. Sedangkan untuk tumisan atau gulai, ukuran kecil lebih praktis digunakan.

Gunakan pisau bersih agar hasil potongan lebih rapi dan higienis. Setelah dipotong, usus bisa langsung dimasak bersama bumbu favorit keluarga. Pastikan usus tidak terlalu besar agar bumbu lebih mudah meresap.

Ukuran potongan juga memengaruhi tekstur saat dimakan. Potongan yang pas membuat usus terasa lebih nikmat dan tidak alot. Karena itu, sesuaikan ukuran dengan jenis masakan yang akan dibuat.

Gunakan Bumbu Rempah yang Kuat

Bumbu rempah membantu membuat olahan usus sapi terasa lebih sedap dan menggugah selera. Rempah seperti bawang putih, ketumbar, kunyit, jahe, dan serai sangat cocok digunakan. Aroma rempah akan menyatu dengan usus dan mengurangi sisa bau amis.

Selain membuat rasa lebih kaya, penggunaan rempah juga membantu meningkatkan selera makan. Banyak masakan tradisional Indonesia menggunakan bumbu kuat untuk mengolah jeroan sapi. Hasilnya, masakan menjadi lebih gurih dan lezat.

Pemilihan bumbu yang tepat sangat memengaruhi kualitas olahan usus sapi. Dengan kombinasi rempah yang pas, usus dapat berubah menjadi hidangan favorit keluarga. Proses memasak pun terasa lebih menyenangkan.

Pertanyaan Seputar Cara Membersihkan Usus Sapi

1. Kenapa usus sapi terasa pahit?

Karena masih terdapat sisa kotoran dan lendir yang belum dibersihkan dengan sempurna.

2. Apakah jeruk nipis efektif menghilangkan bau usus?

Ya, jeruk nipis membantu mengurangi aroma amis dan membuat usus lebih segar.

3. Berapa lama usus sapi harus direbus?

Biasanya sekitar 30–60 menit tergantung ukuran dan tingkat keempukan yang diinginkan.

4. Apakah usus sapi perlu dibalik saat dibersihkan?

Perlu, agar bagian dalam usus dapat dibersihkan secara maksimal.

5. Bagaimana cara menyimpan usus sapi agar tahan lama?

Simpan dalam wadah tertutup di kulkas atau freezer setelah direbus terlebih dahulu.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |