Cara Membuat Peyek Kacang Hijau Super Kriuk dengan Air Kapur Sirih, Renyahnya Awet

1 week ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Membuat peyek kacang hijau sering dianggap sulit karena hasilnya mudah melempem, cepat tengik, atau tidak bertahan renyah lebih dari satu hari. Padahal, dengan teknik yang tepat, peyek bisa dibuat kriuk dan tetap enak meski sudah disimpan beberapa hari. Kuncinya ada pada cara mencampur adonan, suhu minyak, hingga proses penirisan.

Salah satu cara yang mulai banyak dipakai adalah menambahkan air kapur sirih ke dalam adonan. Bahan ini dikenal sering digunakan dalam berbagai olahan tradisional untuk membantu membentuk tekstur yang lebih kokoh. Namun banyak orang masih ragu, apakah aman, bagaimana takarannya, dan apakah benar bisa membuat peyek lebih tahan lama.

Namun begitu, campuran ini tetap aman dikonsumsi namun dengan takaran yang cukup alias tidak terlalu banyak. Dengan mencampurkan air kapur sirih, hasil peyek kacang hijau akan renyah, lebih kriuk dan tahan lama. Berikut resep mudahnya, dihadirkan Liputan6, Rabu (11/2).

1. Apakah Bisa Membuat Peyek Kacang Hijau yang Renyah Memakai Kapur Sirih?

Membuat peyek kacang hijau memakai air kapur sirih bisa dilakukan, dan cara ini digunakan dalam banyak resep tradisional karena membantu membentuk tekstur yang lebih kuat pada adonan. Air kapur sirih biasanya dipakai dalam olahan seperti keripik, kolang-kaling, setup buah atau rengginang karena memberikan efek lebih stabil pada hasil akhir. Dalam peyek, fungsi ini bekerja saat adonan bertemu minyak panas.

Air kapur sirih membantu mengikat struktur adonan sehingga peyek tidak mudah rapuh sebelum matang, tetapi tetap bisa kering setelah proses penggorengan. Saat adonan mulai mengering di minyak, kapur sirih membantu proses pembentukan lapisan tipis yang membuat peyek terasa lebih garing ketika digigit. Efek ini membuat peyek lebih mudah menjadi kriuk dibandingkan adonan yang hanya memakai air biasa.

Selain itu, air kapur sirih juga membantu mengurangi kelembapan pada adonan, sehingga peyek tidak menyimpan banyak sisa air setelah matang. Semakin sedikit kandungan air yang tertahan, semakin kecil kemungkinan peyek menjadi melempem setelah dingin. Namun, penggunaan air kapur sirih harus tepat, karena jika terlalu banyak bisa membuat rasa tidak nyaman di lidah. Paling aman adalah 2 sdm untuk 500 gram adonan. Jangan terlalu banyak, karena bisa memicu resiko kesehatan.

2. Takaran dan Bahan untuk Membuatnya

Sebelum mulai memasak, hal penting yang harus disiapkan adalah komposisi bahan yang tepat, karena peyek bukan hanya soal bumbu tetapi juga soal keseimbangan tepung, air, dan isi kacang hijau agar hasilnya bisa tipis, matang merata, dan tidak berminyak setelah digoreng.

Bahan utama:

  • 200 gram kacang hijau (rendam 3–4 jam, tiriskan)
  • 250 gram tepung beras
  • 50 gram tepung tapioka (opsional untuk membantu tekstur lebih kering)
  • 1 butir telur
  • Bumbu halus:
  • 4 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri
  • 1 sdt ketumbar
  • 1 ruas kencur (opsional)
  • 1,5 sdt garam
  • 1 sdt kaldu bubuk (opsional)

Bahan tambahan:

  1. 250 ml santan encer
  2. 250 ml air biasa
  3. 2 sdm air kapur sirih (ambil dari endapan, gunakan air beningnya)
  4. 5 lembar daun jeruk (iris tipis)
  5. Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

3. Langkah Mudah Membuatnya

Agar peyek kacang hijau matang rata dan tidak mudah hancur saat digoreng, prosesnya harus dilakukan bertahap, dimulai dari menyiapkan kacang hijau, mencampur adonan dengan kekentalan yang tepat, lalu menggoreng dengan teknik yang membuat peyek bisa lepas sendiri dari wajan tanpa perlu dipaksa.

Langkah-langkah membuat peyek kacang hijau:

  1. Rendam kacang hijau selama 3–4 jam agar teksturnya lebih cepat matang saat digoreng.
  2. Tiriskan kacang hijau lalu sisihkan dalam wadah kering.
  3. Haluskan bawang putih, kemiri, ketumbar, garam, dan kencur sampai benar-benar lembut.
  4. Campurkan tepung beras dan tepung tapioka dalam wadah besar.
  5. Masukkan bumbu halus, telur, santan encer, air biasa, dan air kapur sirih.
  6. Aduk sampai adonan tercampur tanpa gumpalan, lalu masukkan irisan daun jeruk.
  7. Tambahkan kacang hijau terakhir, aduk perlahan agar kacang tidak hancur.
  8. Koreksi kekentalan adonan, pastikan adonan tidak terlalu cair agar peyek tidak mudah robek.
  9. Panaskan minyak dalam jumlah banyak agar peyek bisa tenggelam dan matang merata.
  10. Ambil satu sendok sayur adonan, tuang tipis di pinggir wajan, lalu biarkan mengalir ke minyak panas.
  11. Tunggu sampai peyek mulai terlepas, lalu balik perlahan.
  12. Goreng sampai warna berubah dan gelembung minyak mulai berkurang.

4. Berapa Lama Goreng Peyek Kacang Hijau Agar Renyah dan Super Kriuk Idealnya?

Lama menggoreng peyek kacang hijau umumnya berkisar 3 sampai 5 menit per lembar, tergantung ketebalan adonan dan panas minyak. Peyek yang tipis biasanya lebih cepat matang, sedangkan adonan yang terlalu tebal membutuhkan waktu lebih lama sehingga sering membuat bagian luar terlihat matang tetapi bagian dalam masih lembap.

Tanda peyek sudah mendekati matang biasanya terlihat dari gelembung minyak yang mulai berkurang, karena kadar air dalam adonan sudah banyak menguap. Pada tahap ini, peyek perlu dibalik agar kedua sisi matang seimbang. Jika tidak dibalik, peyek bisa matang tidak rata dan berisiko lembek saat disimpan.

Agar hasilnya tidak berminyak, gunakan api sedang dan jaga minyak tetap panas stabil. Jika api terlalu kecil, peyek akan menyerap minyak lebih banyak dan teksturnya tidak kering. Jika api terlalu besar, peyek cepat berubah warna tetapi bagian dalam belum matang, sehingga saat dingin teksturnya tidak bertahan.

5. Tiriskan dan Simpan ke Dalam Wadah

Setelah peyek matang, proses penirisan menjadi tahap yang menentukan apakah peyek akan bertahan renyah atau tidak. Peyek yang langsung ditumpuk tanpa ditiriskan dengan benar biasanya menyimpan uap panas, dan uap ini berubah menjadi embun yang membuat peyek cepat melempem.

Gunakan saringan besar atau rak kawat agar minyak turun sempurna, lalu biarkan peyek dingin pada suhu ruang sebelum dimasukkan ke wadah. Hindari menutup peyek saat masih hangat karena panas yang terjebak akan membuat tekstur peyek berubah. Jika ingin lebih aman, alasi peyek dengan tisu dapur untuk menyerap sisa minyak.

Untuk penyimpanan, gunakan wadah kedap udara seperti toples plastik tebal atau stoples kaca. Jika memakai plastik biasa, pastikan plastik benar-benar kering dan tutup rapat. Peyek yang disimpan dalam kondisi kering dan tertutup bisa bertahan beberapa hari tanpa kehilangan teksturnya.

6. Langkah Awal Jika Terpikir Ingin Menjualnya Karena Ternyata Hasil Buatan Sendiri Enak

Jika peyek kacang hijau buatan sendiri terasa cocok dan mulai dipuji orang rumah, itu bisa menjadi sinyal untuk mencoba menjadikannya produk jualan. Langkah awal yang perlu dilakukan bukan langsung produksi besar, tetapi memastikan rasa dan ukuran peyek konsisten. Konsistensi ini membuat pembeli tidak merasa hasilnya berubah-ubah.

Setelah itu, siapkan kemasan sederhana yang rapi dan mudah dibawa. Gunakan plastik tebal jenis standing pouch atau plastik bening yang bisa disegel, lalu beri label sederhana berisi nama produk, varian rasa, berat bersih, dan tanggal produksi. Label tidak harus rumit, yang penting terbaca dan terlihat jelas.

Kemasan yang rapi membuat peyek terlihat layak dijual dan membantu membangun kepercayaan. Banyak pembeli tertarik membeli camilan rumahan jika tampilan bersih dan informasi jelas. Pada tahap awal, fokusnya bukan pada desain besar, tetapi pada kerapian dan kemudahan produk dibawa serta disimpan.

7. Harus Produksi Berapa Banyak Jika Ingin Menjual Sebagai Langkah Awal?

Untuk langkah awal jualan peyek kacang hijau, produksi sebaiknya dibuat dalam jumlah yang bisa habis dalam 1–2 hari agar produk tidak terlalu lama disimpan. Cara aman adalah membuat 20 sampai 30 bungkus kecil terlebih dahulu, lalu lihat respons pembeli. Jika permintaan meningkat, jumlah produksi bisa dinaikkan bertahap.

Ukuran kemasan yang umum untuk awal jualan adalah plastik 100 gram atau 150 gram. Ukuran ini mudah dijual karena harganya tidak terlalu tinggi dan cocok untuk pembeli yang ingin mencoba. Jika ingin menjangkau lebih banyak konsumen, bisa buat dua ukuran, misalnya 100 gram untuk pembeli baru dan 250 gram untuk pembeli yang sudah cocok.

Sebagai langkah awal, Anda bisa mulai dengan 20 bungkus ukuran 100 gram. Jumlah ini cukup untuk tes pasar tanpa risiko bahan terbuang. Jika dalam satu hari produk habis, itu berarti Anda bisa mulai produksi rutin dan menambah variasi kemasan sesuai permintaan.

8. Bagaimana Cara Menentukan Harga Jual dan Pembagian Keuntungannya?

Menentukan harga jual peyek kacang hijau sebaiknya dimulai dari menghitung biaya produksi secara jelas, mulai dari tepung, kacang hijau, santan, bumbu, minyak goreng, kemasan, sampai gas. Banyak penjual pemula hanya menghitung bahan utama dan lupa memasukkan biaya minyak serta kemasan, padahal dua hal ini cukup besar dalam produksi peyek.

Setelah total biaya diketahui, bagi sesuai jumlah bungkus yang dihasilkan. Misalnya biaya produksi Rp100.000 menghasilkan 20 bungkus, berarti biaya per bungkus Rp5.000. Dari angka itu, Anda bisa menambahkan margin keuntungan yang masih masuk akal, misalnya Rp2.000 sampai Rp3.000 per bungkus, sehingga harga jual bisa menjadi Rp7.000 atau Rp8.000.

Pembagian keuntungan bisa dilakukan dengan cara sederhana, misalnya 60 persen untuk modal produksi berikutnya dan 40 persen sebagai keuntungan bersih. Cara ini membantu usaha tetap berjalan karena modal tidak habis dipakai kebutuhan lain. Jika penjualan mulai stabil, keuntungan bisa dipakai untuk menambah alat seperti sealer, wadah besar, atau cetakan peyek.

9. Apa Hal yang Harus Diperhatikan agar Jualan Ini Berhasil dan Anti Rugi?

Hal utama yang perlu diperhatikan agar jualan peyek kacang hijau tidak merugi adalah menjaga kualitas minyak goreng. Minyak yang dipakai berulang kali akan membuat peyek cepat berbau, rasanya berubah, dan warnanya tidak menarik. Jika peyek sudah memiliki aroma yang berubah, pembeli biasanya tidak akan membeli lagi.

Selain itu, kontrol produksi juga penting. Jangan memproduksi terlalu banyak sebelum tahu pasar. Peyek yang tidak habis akan disimpan terlalu lama dan teksturnya berubah, meskipun disimpan dalam wadah tertutup. Lebih baik produksi sedikit tetapi rutin, karena produk terasa lebih baru dan lebih aman dijual.

Hal lain yang sering diabaikan adalah pencatatan. Catat semua pengeluaran bahan dan catat berapa bungkus yang terjual setiap hari. Data sederhana ini membantu Anda tahu kapan harus menaikkan produksi, kapan harus menurunkan, dan kapan harga jual perlu disesuaikan agar tetap untung.

10. Bagaimana Cara Memasarkannya di Awal agar Efektif dan Bisa Menjaring Konsumen?

Pemasaran awal peyek kacang hijau bisa dimulai dari lingkungan terdekat, seperti tetangga, teman kerja, grup WhatsApp keluarga, atau komunitas pengajian. Cara ini lebih cepat karena pembeli sudah mengenal Anda dan biasanya lebih mudah percaya. Berikan informasi jelas tentang ukuran kemasan, harga, dan kapan produk bisa dikirim.

Langkah berikutnya adalah menawarkan sistem pre-order agar produksi tidak berlebihan. Dengan sistem ini, Anda hanya membuat peyek sesuai pesanan, sehingga risiko peyek tidak laku bisa ditekan. Anda juga bisa memberi bonus kecil untuk pembelian pertama, misalnya tambahan 2 lembar peyek atau potongan harga jika membeli lebih dari dua bungkus.

Jika ingin menjangkau konsumen lebih luas, gunakan media sosial seperti Instagram dan Facebook dengan foto produk yang terang dan jelas. Tidak perlu teknik foto rumit, cukup gunakan cahaya dekat jendela dan latar polos. Konsumen biasanya lebih tertarik jika foto menunjukkan isi peyek, ukuran bungkus, dan tekstur peyek yang terlihat kering.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apakah air kapur sirih aman digunakan untuk makanan?

Air kapur sirih aman digunakan jika takarannya sedikit dan memakai air beningnya, bukan endapan. Penggunaan berlebihan bisa membuat rasa tidak nyaman, sehingga sebaiknya cukup 1–2 sendok makan untuk satu adonan.

2. Kenapa peyek cepat melempem setelah digoreng?

Peyek cepat melempem biasanya karena masih menyimpan uap panas saat disimpan, minyak tidak cukup panas saat menggoreng, atau peyek tidak ditiriskan sampai benar-benar kering.

3. Bagaimana cara membuat peyek tidak menyerap banyak minyak?

Gunakan minyak panas stabil dengan api sedang, pastikan adonan tidak terlalu cair, dan jangan menggoreng saat minyak belum benar-benar panas karena peyek akan menyerap minyak lebih banyak.

4. Apakah kacang hijau harus direndam sebelum dibuat peyek?

Kacang hijau sebaiknya direndam agar lebih cepat matang saat digoreng dan tidak terasa keras. Perendaman juga membantu mengurangi waktu penggorengan.

5. Berapa lama peyek bisa bertahan renyah dalam toples?

Jika peyek sudah dingin sebelum disimpan dan dimasukkan ke wadah kedap udara, peyek bisa bertahan renyah selama beberapa hari, tergantung kondisi ruang dan kualitas minyak goreng yang dipakai.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |