Masuk IGD Langsung Ditangani, Yuni Rasakan Layanan JKN Cepat dan Tanpa Pembedaan

8 hours ago 4

Liputan6.com, Yogyakarta - Pengalaman mendapatkan penanganan cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi kesan yang paling membekas bagi Yuni Kaswanti saat mendampingi suaminya menjalani perawatan di RS DKT Dr. Soetarto, Yogyakarta. Warga Gondokusuman itu mengaku layanan langsung diberikan begitu mereka tiba di rumah sakit.

“Langsung. Kita datang langsung ada pelayanan. Ya menggunakan jaminan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ya. Saya dan suami peserta di kelas dua,” ujar Yuni saat mendampingi suaminya, Jumat (05/06).

Bagi Yuni, kecepatan pelayanan itu terasa sangat berarti, terutama saat keluarga sedang berada dalam situasi darurat. Ia menuturkan proses administrasi hingga penanganan medis berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Di tengah kepanikan, kehadiran pelayanan rumah sakit yang sigap ditambah jaminan JKN membuat dirinya merasa lebih tenang. Ia juga menilai tidak ada perlakuan berbeda antara pasien JKN dan pasien umum.

“Mudah, tidak sulit, seperti kemarin ke IGD langsung dilayani cepat, langsung diberikan perawatan, tidak menunggu lama dan juga tidak pernah ada yang dibeda-bedakan. Selama ini pelayanan selalu sama, walaupun dulu juga pernah kami terdaftar di kelas 3 dan sama saja dengan pelayanan pasien umum. Tetap maksimal kami rasa,” kata Yuni.

Yuni telah memanfaatkan layanan JKN yang dikelola BPJS Kesehatan sejak 2016, tepat setelah ia dan suaminya menikah. Selama hampir satu dekade menjadi peserta, ia merasakan pelayanan kesehatan di wilayah Yogyakarta berjalan baik, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga rumah sakit rujukan.

“Di wilayah Yogyakarta, saya rasakan pelayanan dari puskesmas pun sudah baik dan pelayanannya bagus. Untuk di rumah sakit, mulai dari perawat-perawatnya juga bagus, baik dan juga ramah-ramah kepada pasien dan keluarga,” tandasnya.

Selain dari sisi layanan, Yuni juga merasakan manfaat besar dari segi pembiayaan. Menurut dia, seluruh biaya perawatan hingga obat-obatan ditanggung melalui JKN tanpa tambahan biaya. Kondisi itu membuat keluarganya bisa lebih fokus pada proses penyembuhan tanpa dibebani kekhawatiran soal ongkos pengobatan.

“Tidak ada yang namanya biaya tambahan selama menggunakan JKN ini. Dari perawatan sampai obat yang kita konsumsi semuanya gratis sudah dijamin. Kalau tidak ada JKN pasti biaya pengobatan akan besar dan cukup berat bagi keluarga. Tapi sudah pakai JKN jadi tinggal fokus ke kondisi suami,” ujarnya.

Yuni berharap kualitas layanan JKN maupun rumah sakit mitra BPJS Kesehatan ke depan bisa terus ditingkatkan, meski menurutnya pelayanan yang ia terima sejauh ini sudah baik. Ia merasa lebih lega bisa mendampingi suaminya tanpa harus cemas terhadap biaya, sekaligus tetap mendapatkan pelayanan yang ramah dan maksimal.

“Untuk harapan saya ke depan untuk BPJS Kesehatan semakin bagus, semakin baik. Untuk pelayanan rumah sakit juga harapannya semakin bagus, semakin baik. Pelayanannya sudah bagus, sudah ramah-ramah pelayanannya,” harapnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |