7 Trik Memasak Ayam Kampung Agar Empuk dan Gurih, Tidak Alot Meski Tanpa Panci Presto

3 weeks ago 56

Liputan6.com, Jakarta - Ayam kampung dikenal memiliki cita rasa yang lebih gurih dibanding ayam broiler. Namun, teksturnya yang lebih padat sering membuat banyak orang ragu untuk mengolahnya sendiri di rumah. Jika salah teknik, daging ayam kampung bisa menjadi alot dan sulit dikunyah.

Padahal, ayam kampung memiliki keunggulan dari sisi rasa dan kandungan gizi. Lemaknya lebih rendah, aromanya lebih sedap, dan cocok diolah menjadi berbagai masakan tradisional. Kunci kelezatannya terletak pada cara memasak yang tepat.

Banyak orang mengira ayam kampung hanya bisa empuk jika dimasak dengan panci presto. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Ada berbagai trik sederhana yang bisa diterapkan agar ayam kampung tetap empuk meski dimasak dengan peralatan dapur biasa. Artikel ini membahas tujuh trik memasak ayam kampung agar empuk dan gurih.

Marinasi dengan Bahan Pelunak Alami

Salah satu kunci utama untuk mendapatkan ayam kampung yang empuk adalah melalui proses marinasi. Marinasi ini berfungsi untuk membantu mengempukkan serat daging serta memberikan rasa gurih yang alami pada ayam. Anda dapat memilih ayam kampung yang relatif muda agar teksturnya tidak terlalu keras.

Sebelum dimarinasi, remukkan daging ayam dengan dipukul atau tusuk menggunakan garpu. Setelah itu, rendam ayam dengan bumbu marinasi selama beberapa jam agar bumbu meresap sempurna. Bahan pelunak alami seperti nanas atau daun pepaya sangat efektif.

Nanas dikenal mampu melunakkan berbagai jenis daging, termasuk ayam kampung, berkat enzim bromelain di dalamnya. Cukup haluskan nanas, lumurkan ke seluruh permukaan ayam, diamkan beberapa menit, lalu bilas bersih. Sementara itu, enzim alami pada daun pepaya juga mampu membantu memecah serat daging, membuat teksturnya lebih empuk.

Manfaatkan Metode Perebusan Efisien: 5-30-7 atau 30-30-7

Teknik perebusan yang tepat sangat krusial untuk mengempukkan ayam kampung tanpa presto. Salah satu metode yang populer dan efisien adalah teknik 5-30-7. Caranya, rebus ayam di air mendidih selama 5 menit, lalu matikan kompor dan diamkan selama 30 menit dengan panci tertutup rapat. Setelah itu, rebus kembali selama 7 menit.

Variasi lain yang juga efektif adalah metode 30-30-7. Pada metode ini, ayam direbus dalam air mendidih selama 30 menit, kemudian kompor dimatikan dan ayam dibiarkan terendam dalam panci tertutup selama 30 menit. Setelah itu, nyalakan kembali kompor dan rebus selama 7 menit lagi.

Kunci keberhasilan kedua metode ini adalah memastikan tutup panci rapat dan tidak dibuka selama proses pendiaman. Jika tutupnya longgar atau sering dibuka, panas dan uap akan keluar, sehingga proses pengempukan tidak optimal dan daging bisa tetap keras. Metode ini juga membantu menghemat penggunaan gas.

Teknik Memasak Lambat (Slow Cooking) dengan Api Kecil

Untuk hasil ayam kampung yang sangat empuk dan juicy, Anda dapat menerapkan teknik slow cooking atau memasak dengan perlahan. Metode ini melibatkan penggunaan api kecil untuk merebus atau mengungkep daging ayam kampung dalam waktu yang lebih lama. Panas yang stabil dan tidak terlalu tinggi memungkinkan serat daging melunak secara bertahap.

Mengungkep ayam kampung dengan api kecil selama 60 hingga 80 menit sangat disarankan oleh para koki. Proses ini tidak hanya membuat daging empuk, tetapi juga memungkinkan bumbu meresap lebih dalam, menghasilkan cita rasa yang lebih kaya. Pastikan panci tertutup rapat selama proses pengungkepan.

Teknik slow cooking ini efektif memecah kolagen pada daging, mengubahnya menjadi gelatin yang membuat daging terasa lembut dan mudah lepas dari tulangnya. Kesabaran adalah kunci dalam menerapkan metode ini untuk mendapatkan ayam kampung yang sempurna.

Tambahkan Jahe dan Bumbu Pengempuk Lainnya

Penambahan bumbu tertentu tidak hanya meningkatkan cita rasa, tetapi juga dapat membantu proses pengempukan ayam kampung. Jahe adalah salah satu bumbu yang sangat direkomendasikan. Jahe mengandung enzim proteolitik yang membantu melunakkan daging ayam kampung dengan memecah proteinnya.

Anda bisa menambahkan jahe dalam bentuk irisan, cincangan, atau parutan ke dalam bumbu marinasi, kuah rebusan, atau tumisan. Selain mengempukkan, jahe juga efektif mengatasi aroma tidak sedap pada ayam kampung. Bumbu lain seperti bawang putih juga dapat membantu proses ini.

Selain jahe, penambahan garam selama perebusan juga penting. Garam tidak hanya meningkatkan cita rasa keseluruhan hidangan, tetapi juga membantu dalam mengawetkan daging ayam agar tetap segar dan nikmat saat disajikan. Kombinasi bumbu ini akan menghasilkan ayam kampung yang empuk dan aromatik.

Kukus Ayam untuk Keempukan Optimal

Metode mengukus juga merupakan cara yang efektif untuk membuat ayam kampung empuk tanpa menggunakan panci presto. Proses pengukusan memanfaatkan uap panas yang lembap untuk memasak daging secara perlahan dan merata, sehingga serat daging menjadi lunak. Kukus ayam selama sekitar 60 menit hingga daging terasa empuk dan juicy.

Untuk menambah aroma sedap dan memperkaya rasa, Anda bisa menambahkan rempah-rempah ke dalam air kukusan. Rempah seperti serai, daun salam, dan daun jeruk akan memberikan aroma yang harum dan khas pada ayam. Pastikan wadah kukusan tertutup rapat agar uap tidak banyak keluar.

Mengukus juga membantu menjaga kelembapan daging, sehingga ayam tidak menjadi kering. Hasilnya adalah ayam kampung yang lembut, berair, dan penuh cita rasa, siap untuk diolah lebih lanjut menjadi berbagai hidangan lezat.

Rebus dengan Air yang Cukup Banyak dan Panci Tertutup Rapat

Saat merebus ayam kampung, penting untuk menggunakan jumlah air yang cukup banyak. Sesuaikan jumlah daging dengan kapasitas panci yang dipakai agar proses perebusan optimal. Air yang banyak diperlukan karena proses perebusan ayam kampung cenderung memakan waktu lebih lama, sehingga Anda tidak perlu menambahkan air di tengah proses memasak.

Selain jumlah air, penggunaan panci yang tertutup rapat juga sangat krusial. Panci yang tertutup rapat berfungsi untuk menjaga panas dan uap air agar tidak keluar. Hal ini menciptakan lingkungan memasak yang konsisten dan bertekanan rendah di dalam panci, sehingga daging matang lebih cepat dan lebih empuk.

Jika tutup panci longgar atau sering dibuka, panas akan terbuang dan proses pengempukan akan terhambat. Memastikan panci tertutup rapat adalah langkah sederhana namun sangat efektif untuk mendapatkan ayam kampung yang empuk tanpa presto.

Potong Ayam Menjadi Bagian Kecil

Trik sederhana namun efektif lainnya untuk mempercepat proses pengempukan ayam kampung adalah dengan memotongnya menjadi bagian-bagian kecil. Sebelum direbus atau diolah, potong ayam kampung menjadi beberapa bagian sesuai selera. Potongan yang lebih kecil akan memastikan semua bagian daging terendam air atau bumbu dengan baik.

Potongan daging yang lebih kecil juga memiliki area permukaan yang lebih luas, memungkinkan panas menembus lebih cepat dan merata ke seluruh bagian. Ini akan mempercepat proses pemasakan dan pengempukan daging secara keseluruhan. Selain itu, bumbu juga akan lebih mudah meresap ke dalam potongan-potongan kecil.

Dengan memotong ayam menjadi bagian kecil, Anda tidak hanya mempercepat waktu memasak tetapi juga memastikan setiap gigitan ayam kampung Anda empuk dan penuh rasa. Ini adalah langkah praktis yang dapat diterapkan di awal proses persiapan.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

Bahan alami apa saja yang bisa digunakan untuk memarinasi ayam kampung?

Bahan alami yang efektif untuk marinasi ayam kampung adalah nanas dan daun pepaya. Nanas mengandung enzim bromelain, sedangkan daun pepaya memiliki enzim alami yang membantu memecah serat daging.

Apa itu metode perebusan 5-30-7 untuk ayam kampung?

Metode 5-30-7 adalah merebus ayam di air mendidih selama 5 menit, lalu matikan kompor dan diamkan 30 menit dengan panci tertutup rapat, kemudian rebus kembali selama 7 menit.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengukus ayam kampung agar empuk?

Untuk mendapatkan ayam kampung yang empuk dan juicy, Anda disarankan mengukusnya selama sekitar 60 menit.

Mengapa penting menggunakan panci tertutup rapat saat merebus ayam kampung?

Panci yang tertutup rapat menjaga panas dan uap air agar tidak keluar, menciptakan lingkungan memasak yang konsisten sehingga daging matang lebih cepat dan empuk.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |