6 Tips Menyimpan Cendol agar Tahan Lama, Anti Basi dan Tetap Segar

9 hours ago 6
  • Berapa lama cendol bisa bertahan?
  • Apa saja ciri-ciri cendol basi?
  • Bisakah cendol disimpan di freezer?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Cendol, minuman tradisional yang menyegarkan, seringkali cepat basi jika tidak disimpan dengan benar. Masalah ini kerap membuat penikmatnya kesulitan menikmati kesegaran cendol dalam waktu lebih lama. Oleh karena itu, memahami 6 tips menyimpan cendol agar tahan lama menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas, kesegaran, dan cita rasa cendol tetap optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa trik penyimpanan yang tepat. Dengan menerapkan metode yang benar, cendol bisa bertahan lebih lama tanpa kehilangan cita rasa khasnya. Ini memastikan Anda selalu siap menyajikan atau menikmati cendol kapan saja.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap berbagai cara penyimpanan yang efektif, mulai dari pemisahan bahan hingga tanda-tanda cendol yang sudah tidak layak konsumsi. Dengan panduan ini, Anda dapat memperpanjang masa simpan cendol kesukaan Anda.

1. Pisahkan Cendol dari Kuah Santan dan Gula Merah Sejak Awal

Salah satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah menyimpan cendol dalam kondisi sudah tercampur dengan santan atau gula merah. Campuran ini secara signifikan dapat mempercepat proses fermentasi, terutama jika disimpan pada suhu ruang atau dalam wadah yang tidak tertutup rapat, yang pada akhirnya memicu munculnya bau tidak sedap, perubahan rasa, serta membuat tekstur cendol menjadi lembek dan cepat basi.

Oleh karena itu, cendol sebaiknya disimpan terpisah dari kuah santan dan larutan gula. Dengan cara ini, setiap komponen dapat dijaga kesegarannya masing-masing, baik dari segi aroma, rasa, maupun tekstur. Selain itu, metode penyimpanan terpisah juga memudahkan proses penyajian, karena Anda hanya perlu mencampurkan bahan saat akan dikonsumsi. Cara ini terbukti efektif untuk memperpanjang masa simpan sekaligus memastikan rasa dan kualitas cendol tetap prima setiap kali disajikan.

2. Gunakan Air Matang Dingin untuk Perendaman

Setelah proses pembuatan cendol selesai, langkah krusial berikutnya adalah merendamnya menggunakan air matang yang benar-benar dingin. Penggunaan air dingin ini sangat penting untuk menurunkan suhu cendol secara cepat, menghentikan proses pemasakan, serta mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang menjadi penyebab utama bau tidak sedap dan perubahan rasa. Selain itu, perendaman dalam air dingin juga membantu menjaga tekstur cendol agar tetap kenyal, tidak lengket, dan tidak mudah hancur.

Selain itu, air rendaman perlu diganti secara berkala, minimal satu kali sehari atau setiap kali air terlihat keruh. Pergantian air ini merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk membantu menjaga aroma cendol tetap netral, segar, dan bebas dari bau asam selama proses penyimpanan. Dengan perawatan yang tepat, kualitas cendol dapat bertahan lebih lama sehingga tetap layak dikonsumsi dan nikmat saat disajikan kembali.

3. Simpan dalam Wadah Kedap Udara (Airtight)

Pemilihan wadah penyimpanan yang tepat memegang peranan besar dalam menjaga kualitas, kesegaran, serta cita rasa cendol selama disimpan. Disarankan untuk menggunakan wadah food grade yang bersih, kering, dan dilengkapi dengan penutup rapat agar cendol terlindungi dari kontaminasi udara, bakteri, serta aroma menyengat dari bahan makanan lain di dalam kulkas. Wadah yang tertutup rapat juga membantu menjaga kelembapan cendol agar teksturnya tetap kenyal dan tidak mudah mengering.

Hindari menyimpan cendol di wadah terbuka atau setengah tertutup, karena bau dari berbagai bahan makanan di dalam kulkas sangat mudah terserap dan dapat mengubah aroma serta rasa asli cendol. Selain itu, penggunaan wadah bening atau transparan menjadi pilihan yang baik karena memudahkan Anda memantau kondisi cendol, seperti perubahan warna atau kejernihan air rendaman, tanpa perlu sering membuka tutup wadah. Dengan cara ini, kualitas cendol dapat terjaga lebih lama dan tetap layak dikonsumsi.

4. Perhatikan Suhu Penyimpanan di Kulkas

Cendol paling ideal disimpan di bagian chiller kulkas, bukan di freezer. Suhu dingin yang stabil di chiller membantu memperlambat proses pembusukan tanpa merusak tekstur khas cendol.

Jika cendol dibekukan, teksturnya justru bisa menjadi keras dan mudah hancur saat dicairkan. Untuk tujuan menyimpan cendol agar tahan hingga tiga hari, pendinginan biasa di chiller sudah lebih dari cukup untuk menjaga kualitasnya.

5. Jangan Campurkan Santan dan Gula Merah Terlalu Awal

Santan merupakan komponen dalam dawet yang paling cepat mengalami kerusakan. Oleh karena itu, santan segar sebaiknya dibuat mendekati waktu penyajian, bukan disimpan bersama cendol sejak awal.

Apabila santan memang harus disimpan, pastikan santan sudah dimasak matang dan didinginkan sebelum dimasukkan ke kulkas. Simpanlah di wadah terpisah dan usahakan habis dalam maksimal dua hari untuk menjaga kesegaran rasanya.

6. Perhatikan Tanda Cendol Mulai Rusak

Meskipun telah disimpan dengan baik, cendol tetap perlu diperiksa sebelum dikonsumsi. Jika air rendaman berubah keruh, muncul lendir, atau tercium bau asam menyengat, sebaiknya cendol tersebut tidak digunakan lagi.

Cendol yang masih layak pakai umumnya memiliki warna cerah, tidak berlendir, dan aromanya netral. Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan sajian tetap aman dikonsumsi dan terhindar dari potensi masalah kesehatan seperti sakit perut atau keracunan makanan.

FAQ Seputar Cara Menyimpan Cendol Agar Tahan Lama

1. Berapa lama cendol bisa bertahan jika disimpan di kulkas?

Cendol dapat bertahan sekitar 2–3 hari di dalam kulkas jika disimpan dalam wadah tertutup dan bahan-bahannya dipisahkan.

2. Apakah cendol boleh disimpan dalam freezer?

Cendol sebaiknya tidak disimpan di freezer karena teksturnya dapat berubah menjadi keras dan mudah hancur saat dicairkan.

3. Apakah santan dan gula merah harus dipisahkan dari cendol?

Ya, memisahkan cendol, santan, dan gula merah dapat membantu memperpanjang masa simpan dan menjaga rasa tetap segar.

4. Bagaimana tanda-tanda cendol sudah tidak layak konsumsi?

Tanda cendol tidak layak konsumsi antara lain bau asam, tekstur berlendir, dan perubahan warna pada santan maupun cendol.

5. Apakah cendol boleh dipanaskan kembali?

Cendol tidak dianjurkan dipanaskan kembali karena dapat merusak tekstur dan mengurangi kesegarannya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |