Tips Memilih Jantung Pisang yang Tidak Sepat, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Membeli

13 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Jantung pisang menjadi salah satu bahan masakan tradisional yang digemari karena rasanya yang khas dan kandungan gizinya yang melimpah. Sayangnya, tidak semua jantung pisang enak diolah karena sebagian punya rasa sepat atau pahit yang cukup mengganggu. Karena itu, tips memilih jantung pisang yang tidak sepat penting diketahui agar masakan yang dihasilkan tetap gurih dan nikmat saat disantap bersama keluarga.

Rasa sepat pada jantung pisang sebenarnya bukan disebabkan oleh racun atau bahan berbahaya, melainkan kandungan getah dan tanin yang jumlahnya berbeda-beda tergantung jenis pohon pisangnya. Semakin tinggi kadar tanin, semakin kuat pula rasa sepat yang akan dirasakan saat jantung pisang dimasak. Oleh sebab itu, mengenali ciri fisik dan jenis pisang yang tepat menjadi langkah awal yang tidak boleh dilewatkan.

Kabar baiknya, membedakan jantung pisang yang manis dari yang sepat sebenarnya cukup mudah asal tahu tanda-tandanya. Mulai dari warna, bentuk, hingga cara sederhana menguji getahnya, semua bisa dilakukan tanpa perlu keahlian khusus. Berikut Liputan6.com mengulas tentang tips memilih jantung pisang yang tidak sepat.

Kenali Dulu Penyebab Rasa Sepat pada Jantung Pisang

Sebelum masuk ke tips memilih jantung pisang yang tidak sepat, ada baiknya memahami dulu penyebab munculnya rasa sepat tersebut. Rasa sepat atau pahit pada jantung pisang muncul akibat kandungan tanin dan getah alami yang terdapat di dalam serat dan kelopaknya. Kandungan ini bereaksi dengan lidah dan menimbulkan sensasi getir, mirip seperti rasa sepat pada buah pisang yang belum matang sempurna.

Kadar tanin ini sangat dipengaruhi oleh jenis pohon pisang asal jantung tersebut. Beberapa jenis pisang memang secara alami memiliki kadar getah yang tinggi sehingga jantungnya kurang cocok diolah menjadi makanan. Sebaliknya, ada pula jenis pisang yang jantungnya justru terkenal lezat dan minim rasa sepat. Memahami perbedaan ini menjadi dasar penting sebelum menerapkan tips memilih jantung pisang yang tidak sepat di pasar atau kebun.

Pilih Jantung Pisang dari Jenis Pohon yang Tepat

Salah satu tips memilih jantung pisang yang tidak sepat yang paling utama adalah memperhatikan jenis pohon pisang asalnya. Tidak semua pisang menghasilkan jantung yang enak dimakan, sehingga mengenali jenisnya menjadi kunci utama.

  • Pisang batu atau pisang klutuk: Jenis ini paling banyak direkomendasikan karena getahnya tidak terlalu kuat dan rasanya cenderung lebih ringan. Jantung pisang batu inilah yang paling sering dijual di pasar tradisional.
  • Pisang kepok, pisang raja, dan pisang awak: Ketiga jenis pisang yang biasa diolah menjadi gorengan atau kolak ini juga memiliki jantung yang aman dikonsumsi dan tidak terlalu sepat.
  • Pisang hutan: Jantung dari jenis pisang ini dikenal memiliki cita rasa yang lezat dan sering menjadi favorit untuk dijadikan sayur atau urap.
  • Hindari pisang nangka dan pisang abu/kepok kari: Dua jenis pisang ini umumnya menghasilkan jantung yang sangat pahit sehingga kurang layak diolah menjadi hidangan.

Dengan mengenali jenis pohon pisangnya terlebih dahulu, proses memilih jantung pisang yang tidak sepat menjadi jauh lebih mudah, bahkan sebelum jantung tersebut dipotong atau dimasak.

Perhatikan Ciri Fisik Jantung Pisang

Selain mengenali jenis pohonnya, ciri fisik jantung pisang juga bisa menjadi acuan dalam menerapkan tips memilih jantung pisang yang tidak sepat. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli di pasar:

  1. Warna kelopak lebih terang: Jantung pisang yang tidak terlalu sepat biasanya memiliki warna kelopak luar yang cenderung terang, bukan merah gelap pekat. Semakin gelap warnanya, semakin besar kemungkinan kandungan taninnya tinggi.
  2. Bentuk bulat besar di bagian pangkal: Jantung pisang yang enak umumnya berbentuk bulat besar di bagian atas dan mengerucut ke bawah, bukan berbentuk lonjong dan langsing.
  3. Ujung yang tidak terlalu runcing: Jantung pisang dengan ujung tumpul cenderung tidak terlalu pahit, sementara jantung dengan ujung tajam dan meruncing biasanya memiliki rasa sepat yang lebih kuat.
  4. Tekstur masih segar dan padat: Pilih jantung pisang yang kelopaknya masih rapat dan padat saat dipegang, bukan yang sudah layu, kering, atau mulai terbuka lebar karena biasanya sudah terlalu tua dan makin pahit.
  5. Ukuran sedang, tidak terlalu besar: Jantung pisang yang berukuran terlalu besar cenderung sudah tua dan memiliki kadar getah yang lebih pekat dibanding jantung berukuran sedang.

Uji Getah sebagai Cara Praktis di Lapangan

Salah satu tips memilih jantung pisang yang tidak sepat yang paling akurat adalah menguji getahnya secara langsung sebelum membeli dalam jumlah banyak. Caranya sangat sederhana dan bisa dipraktikkan di pasar tradisional maupun saat memetik langsung dari kebun.

Tusuk sedikit bagian jantung pisang menggunakan tusuk gigi atau lidi bersih hingga keluar getahnya. Setelah itu, cicipi sedikit getah yang menempel pada ujung tusuk gigi tersebut. Jika getah terasa pahit atau sepat, sebaiknya hindari jantung pisang tersebut karena rasa sepatnya kemungkinan besar masih akan terasa meski sudah dimasak. Sebaliknya, jika getahnya hambar atau tidak terlalu terasa pahit, jantung pisang tersebut aman diolah menjadi berbagai masakan.

Cara ini terbilang efektif karena getah adalah sumber utama rasa sepat pada jantung pisang. Dengan menguji getahnya lebih dulu, risiko mendapatkan jantung pisang yang pahit setelah dimasak bisa diminimalkan sejak awal.

Pilih yang Masih Muda dan Baru Dipetik

Usia jantung pisang juga sangat memengaruhi tingkat kesepatannya. Jantung pisang yang masih muda umumnya memiliki tekstur lebih lembut dan kandungan getah yang belum terlalu pekat dibanding jantung pisang yang sudah tua. Semakin lama jantung pisang dibiarkan menggantung di pohon, semakin tinggi pula kadar taninnya sehingga rasa sepat menjadi lebih kuat.

Selain usia, kesegaran juga menjadi faktor penting. Jantung pisang yang baru dipetik dan segera diolah biasanya menghasilkan rasa yang lebih ringan dibanding jantung pisang yang sudah disimpan terlalu lama, apalagi jika sudah dipotong dan dibiarkan terkena udara. Paparan udara dapat mempercepat oksidasi, membuat warna berubah kehitaman sekaligus memperkuat rasa pahitnya.

Langkah Tambahan agar Jantung Pisang Semakin Tidak Sepat Saat Diolah

Setelah berhasil menerapkan tips memilih jantung pisang yang tidak sepat sejak proses pemilihan, langkah selanjutnya adalah mengolahnya dengan benar agar rasa sepat semakin berkurang. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan di dapur:

  • Kupas lapisan kelopak terluar yang berwarna merah keunguan dan bertekstur kasar hingga tersisa bagian dalam yang berwarna putih kekuningan atau putih kemerahan, karena bagian inilah yang paling nikmat diolah.
  • Rendam dalam air garam selama 10-15 menit setelah jantung pisang diiris tipis. Garam membantu menarik keluar getah sekaligus mengurangi rasa pahit yang menempel pada serat.
  • Rendam dalam air asam, misalnya air perasan jeruk nipis, air asam jawa, atau cuka, karena kandungan asam efektif menghambat oksidasi sekaligus meredam rasa sepat.
  • Rebus dengan tambahan garam selama sekitar lima menit dalam air mendidih, lalu bilas kembali dengan air bersih agar sisa getah benar-benar hilang.
  • Peras jantung pisang setelah direbus untuk memastikan air dan getah yang tersisa benar-benar keluar sebelum diolah menjadi masakan seperti tumisan, gulai, atau urap.

Kombinasi antara memilih jantung pisang yang tepat sejak awal dan mengolahnya dengan cara yang benar akan menghasilkan masakan yang gurih tanpa rasa sepat yang mengganggu selera makan.

Menerapkan tips memilih jantung pisang yang tidak sepat sebenarnya tidak sulit asal tahu jenis pisang yang tepat, ciri fisik yang mencerminkan kualitas, serta cara menguji getahnya secara langsung. Dengan memperhatikan warna, bentuk, ukuran, dan tingkat kesegarannya, siapa pun bisa mendapatkan jantung pisang berkualitas tanpa rasa pahit yang mengganggu.

Ditambah dengan teknik pengolahan yang tepat seperti merendam dalam air garam atau air asam, jantung pisang siap disulap menjadi hidangan lezat yang layak dinikmati bersama keluarga di rumah. 

Pertanyaan Seputar Tips Memilih Jantung Pisang

1. Apa penyebab utama rasa sepat pada jantung pisang?

Rasa sepat pada jantung pisang disebabkan oleh kandungan tanin dan getah alami yang terdapat pada serat dan kelopaknya. Kadar tanin ini berbeda-beda tergantung jenis pohon pisang, sehingga tingkat kesepatannya pun bervariasi.

2. Jenis pisang apa yang jantungnya paling tidak sepat?

Jantung pisang batu atau pisang klutuk paling sering direkomendasikan karena kadar getahnya tidak terlalu tinggi. Selain itu, jantung pisang kepok, pisang raja, dan pisang hutan juga terkenal memiliki rasa yang lebih ringan dan enak diolah.

3. Bagaimana cara sederhana menguji jantung pisang sebelum membeli?

Cara paling praktis adalah menusuk sedikit bagian jantung pisang dengan tusuk gigi hingga keluar getahnya, lalu mencicipi getah tersebut. Jika terasa pahit, sebaiknya jantung pisang itu dihindari karena rasa sepatnya kemungkinan masih akan terasa setelah dimasak.

4. Apakah ukuran jantung pisang memengaruhi rasa sepatnya?

Ukuran memengaruhi rasa sepat karena berkaitan dengan usia jantung pisang. Jantung pisang berukuran sedang dan masih muda umumnya lebih rendah kadar getahnya dibanding jantung pisang berukuran besar yang sudah tua.

5. Bagaimana cara mengurangi rasa sepat setelah jantung pisang dipotong?

Rasa sepat setelah pemotongan bisa dikurangi dengan merendam jantung pisang dalam air garam atau air asam selama 10-15 menit, kemudian merebusnya dengan tambahan sedikit garam hingga empuk sebelum diolah menjadi masakan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |