The White Lotus Season 3 Dongkrak Pariwisata, Thailand Beri Diskon 30 Persen bagi Pembuat Film

14 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Satu lagi bukti bahwa produksi film atau serial terkenal terbukti berdampak pada pariwisata setempat. Hal itu terjadi pada Thailand yang menjadi lokasi pengambilan gambar The White Lotus Season 3

Sunanta Kangvaklkulkij, Direktur Jenderal Departemen Promosi Perdagangan Internasional Thailand (DITP), mengatakan kepada Variety selama Pasar Film Cannes bahwa The White Lotus menghasilkan pengeluaran produksi lokal sebesar USD 36,5 juta (sekitar Rp645,4 miliar) dan mempekerjakan sekitar 1.000 anggota kru lokal.

Media tersebut melaporkan bahwa pemesanan perjalanan ke Thailand meningkat sebesar 300 persen, dan pencarian online umum untuk negara tersebut meningkat sebesar 88 persen setelah serial tersebut ditayangkan. Diketahui bahwa sutradara serial tersebut, Mike White, mengambil gambar di Four Seasons Resort di Koh Samui, serta Bangkok dan Phuket.

"Ini adalah arah yang tepat yang telah diputuskan pemerintah untuk didukung," kata Kangvalkulkij, dikutip dari People, Senin (25/5/2026).

Thailand menawarkan rabat tunai 30  persen untuk produksi internasional. Kangvalkulkij mengatakan tidak ada batasan pengeluaran atau persyaratan untuk menggunakan konten Thailand. Pemerintah Thailand juga telah menyediakan sekitar USD 6,7 juta untuk membantu 86 produksi lokal.

"Kami bekerja sama erat antara industri film dan hiburan Thailand dan juga lembaga pemerintah Thailand," kata Kangvalkulkij. "Bukan hanya Kementerian Perdagangan."

Proyek-proyek lain yang baru-baru ini difilmkan di Thailand adalahJurassic World Rebirth dan Alien: Earth. Menurut Variety, antara Januari dan Maret tahun ini, 162 film internasional akan syuting di negara tersebut.

Thailand Dinilai Paling Ramah Industri Film di Asia Tenggara

Sementara, mitra produksi The White Lotus, David Bernad, sebelumnya mengatakan kepada PEOPLE, "Kami tidak banyak tahu tentang Thailand. Saya pernah ke sana sekali sebelumnya, tetapi ketika kami mempersempit pilihan negara yang cuacanya bagus, memiliki potongan pajak, dan ramah terhadap industri film, sebenarnya hanya Thailand yang menjadi pilihan di wilayah itu."

"Jadi, kami berpikir, 'Oh, kita akan pergi ke Thailand dulu, dan kemudian ke Jepang'," lanjutnya.

Untuk musim selanjutnya dari The White Lotus, serial ini saat ini sedang difilmkan di Prancis Selatan, menggunakan Festival Film Cannes sebagai latar belakang. Musim ke-4 akan dibintangi Laura Dern, Steve Coogan, Caleb Jonte Edwards, Alexander Ludwig, Chris Messina, AJ Michalka, Max Greenfield, Kumail Nanjiani, Chloe Bennet, Charlie Hall, Jarrad Paul, dan Marissa Long sejauh ini. The White Lotus diperkirakan akan kembali pada 2027.

Menbud Dekati Kemenkeu untuk Aturan Diskon

Menyadari potensi ekonomi dari produksi film atau serial, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengharapkan semakin banyak produser film yang tertarik syuting di Indonesia. Ia pun ingin pemerintah, baik pusat maupun daerah, mempermudah perizinan syuting di daerah masing-masing. 

"Itu kan sebenarnya adalah promosi budaya, promosi daerah, promosi pariwisata, sehingga kita harus memudahkan, jangan sampai justru mempersulit," sahutnya.

Menbud juga mengatakan akan berdiskusi dengan Kementerian Keuangan terkait insentif yang bisa diberikan untuk para pembuat film asing yang hendak syuting di Indonesia.

"Bisa dikasih semacam tax rebate. Atau semacam discount untuk pajaknya. Atau semacam pengembalian dari pajaknya," kata Fadli Zon.

Praktik tersebut, kata dia, sudah dilakukan negara-negara lain, terutama negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. "Yang belum hanya Indonesia. Ini tentu sangat tergantung pada aturan di keuangan, terkait dengan pajak terutama," ujarnya.

Dukungan Kemenbud di Festival Film Cannes 2026

Sementara, kiprah sineas Indonesia di Cannes 2026 didukung penuh Kementerian Kebudayaan sebagai upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui perfilman. Salah satu langkah nyata yang diperkuat pemerintah adalah melaksanakan program Manajemen Talenta Nasional bidang film untuk mendukung pengembangan kapasitas sineas muda, memperluas jejaring internasional, membuka akses kolaborasi, dan pembiayaan bagi industri perfilman Indonesia.

"Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung penguatan ekosistem film Indonesia agar makin kompetitif, inklusif, dan menjadi bagian penting dari percaturan perfilman dunia," kata Fadli Zon dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Jumat, 15 Mei 2026.

Menbud menyatakan pihaknya memperkuat berbagai program pendukungan perfilman lewat fasilitasi promosi internasional, pengembangan jejaring industri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia perfilman, hingga penguatan ekosistem perfilman di daerah sebagai bagian dari strategi pembangunan kebudayaan nasional.

"Kami ingin memastikan talenta-talenta perfilman Indonesia memiliki ruang tumbuh, kesempatan berjejaring, dan akses untuk tampil di panggung internasional," ia menyambung. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |