Resep Rawon Tanpa Santan, Kuah Medok dan Tetap Gurih

8 hours ago 6

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta - Resep rawon tanpa santan belakangan banyak dicoba karena menghadirkan kuah hitam pekat dengan rasa yang tetap gurih dan nikmat, meski tanpa tambahan pengental. Hidangan khas Jawa Timur ini dikenal memakai keluak sebagai bahan utama pembentuk kuah, sehingga rasa rawon tetap kuat meski dimasak tanpa tambahan bahan santan. Banyak orang masih mengira rawon selalu memakai santan, padahal versi asli Surabaya lebih mengandalkan rebusan bumbu dan daging untuk menghasilkan kuah yang kaya rasa.

Rawon tanpa santan mulai dipilih karena dinilai lebih ringan saat disantap bersama nasi, tauge pendek, telur asin, dan sambal. Sajian ini juga sering hadir saat kumpul keluarga, buka puasa, hingga hari raya karena proses memasaknya dapat dilakukan dalam jumlah besar tanpa membuat kuah cepat berubah rasa. Selain itu, rawon tanpa santan lebih mudah disimpan dan dipanaskan kembali tanpa membuat kuah pecah.

Cara membuat rawon tanpa santan sebenarnya tidak rumit jika bahan dan langkahnya tepat. Kunci utamanya terletak pada keluak, bawang, ketumbar, serta proses merebus daging hingga kuah menyatu dengan bumbu. Bagi yang ingin mencoba membuatnya, berikut Liputan6 hadirkan apa saja bahan-bahannya, bagaimana langkah memasak, hingga tips agar kuah rawon tetap pekat dan gurih meski tanpa santan, dirangkum, Kamis (28/5).

Mengapa Rawon Tanpa Santan?

Rawon tanpa santan menjadi pilihan banyak orang karena lebih mendekati resep asli dari Surabaya. Kuah rawon pada dasarnya berasal dari keluak yang dihaluskan bersama bumbu lain lalu dimasak hingga menyatu dengan air rebusan daging. Warna hitam dan rasa gurih dalam rawon berasal dari keluak, bukan dari santan seperti yang sering dipahami sebagian orang.

Penggunaan santan dalam rawon biasanya muncul sebagai variasi rumahan yang menyesuaikan selera keluarga. Namun, tanpa santan pun rasa rawon tetap terasa penuh karena perpaduan bawang merah, bawang putih, serai, lengkuas, ketumbar, dan kaldu rebusan daging. Proses memasak yang cukup membuat kuah menjadi pekat tanpa perlu tambahan bahan lain.

Rawon tanpa santan juga lebih ringan saat disantap dalam porsi besar. Banyak orang memilih resep rawon tanpa santan untuk menu puasa, Idul Fitri, atau makan malam karena kuahnya tidak meninggalkan rasa penuh di mulut. Selain itu, kuah tanpa santan lebih mudah dipanaskan kembali dan tidak cepat berubah saat disimpan dalam lemari pendingin.

Bahan-Bahan untuk Membuat Rawon Tanpa Santan

Sebelum mulai memasak, pastikan seluruh bahan sudah dicuci dan dipotong agar proses memasak berjalan lebih cepat. Pemilihan daging juga memengaruhi hasil kuah karena bagian sandung lamur atau sengkel menghasilkan kaldu yang menyatu dengan bumbu selama perebusan berlangsung.

Resep rawon tanpa santan membutuhkan keluak dengan isi berwarna hitam dan tidak berbau agar rasa kuah tidak berubah. Selain bahan utama, pelengkap seperti tauge pendek dan sambal juga membantu menghadirkan sajian rawon yang sering ditemukan di rumah makan Jawa Timur.

Bahan Utama

  • 500 gram daging sapi
  • 2 liter air
  • 4 buah keluak
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 2 ruas lengkuas
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Minyak untuk menumis tidak usah terlalu banyak

Bumbu Halus

  • 8 bawang merah
  • 5 bawang putih
  • 3 butir kemiri
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 1 ruas kunyit
  • 1 ruas jahe
  • 1 sendok teh merica

Bahan Pelengkap

  • Tauge pendek
  • Telur asin
  • Sambal
  • Bawang goreng
  • Kerupuk
  • Nasi putih

Cara Membuat Rawon Tanpa Santan

Resep rawon tanpa santan membutuhkan proses memasak bertahap agar kuah dan daging menyatu dengan bumbu sehingga rasa yang muncul tetap terasa saat disantap bersama pelengkap lain.

Langkah Membuat Rawon Tanpa Santan:

  1. Rebus daging hingga air mendidih lalu buang busa yang muncul di permukaan.
  2. Masak kembali daging sampai mulai empuk lalu potong sesuai selera.
  3. Haluskan keluak bersama seluruh bumbu halus.
  4. Tumis bumbu halus hingga harum lalu masukkan serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas.
  5. Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan daging.
  6. Tambahkan garam dan gula secukupnya.
  7. Masak dengan api kecil hingga kuah berubah warna dan terasa menyatu.
  8. Koreksi rasa lalu sajikan bersama nasi, tauge pendek, telur asin, sambal, dan bawang goreng.

Tips Agar Rawon Tanpa Santan Tetap Gurih & Empuk

Kuah rawon tanpa santan tetap dapat terasa gurih jika proses perebusan daging dilakukan cukup lama. Air rebusan daging membantu membentuk rasa dasar kuah sehingga penggunaan keluak dan bumbu menjadi lebih terasa saat dimasak bersama. Karena itu, perebusan tidak perlu dilakukan terburu-buru agar hasil akhirnya tidak berubah.

Selain proses memasak, pemilihan bahan juga menentukan hasil kuah rawon. Keluak yang baik menghasilkan warna hitam dan rasa yang menyatu dengan bumbu lain tanpa meninggalkan rasa pahit. Daging yang direbus perlahan juga membuat teksturnya lebih mudah disantap saat disajikan bersama nasi.

Tips Memasak Rawon Tanpa Santan

  1. Gunakan keluak yang isi dalamnya berwarna hitam.
  2. Rebus daging dengan api kecil agar kuah tidak cepat menyusut.
  3. Tumis bumbu sampai matang sebelum dicampur ke kuah.
  4. Gunakan air rebusan pertama agar rasa tetap menyatu.
  5. Tambahkan bawang goreng saat penyajian.
  6. Diamkan rawon beberapa jam sebelum disajikan agar rasa lebih menyatu.

Perbandingan Rawon dengan Santan dan Tanpa Santan

Rawon dengan santan memiliki kuah yang lebih kental karena tambahan santan membuat permukaan kuah terlihat lebih padat. Pada beberapa daerah, santan dipakai untuk menyesuaikan rasa keluarga yang terbiasa dengan masakan berkuah santan. Namun penggunaan santan juga membuat kuah lebih cepat berubah jika disimpan terlalu lama.

Sementara itu, resep rawon tanpa santan lebih mengandalkan keluak dan kaldu daging untuk menghasilkan kuah pekat. Rasa gurih muncul dari perpaduan bumbu dan proses memasak yang cukup lama. Karena tidak memakai santan, kuah rawon terasa lebih ringan saat disantap bersama nasi dan pelengkap lain.

Rawon tanpa santan juga lebih mudah dipanaskan kembali karena kuah tidak pecah saat dipanaskan berulang. Banyak rumah makan di Surabaya mempertahankan resep rawon tanpa santan karena dinilai lebih dekat dengan bentuk sajian awal rawon yang memakai keluak sebagai pusat rasa kuah.

Tips Menyimpan Rawon Agar Awet

Resep rawon tanpa santan lebih mudah disimpan karena kuah tidak mengandung santan, tetapi proses penyimpanan tetap perlu diperhatikan agar rasa dan aroma tidak berubah saat dipanaskan kembali.

Tips Menyimpan Rawon

  1. Simpan rawon setelah suhu mulai turun.
  2. Pisahkan kuah dan pelengkap dalam wadah berbeda.
  3. Gunakan wadah tertutup rapat.
  4. Simpan di lemari pendingin jika akan dimakan keesokan hari.
  5. Panaskan secukupnya agar rasa tidak berubah.
  6. Jangan mencampur sambal dan tauge ke dalam kuah saat disimpan.

Sajian Pelengkap yang Cocok untuk Rawon Tanpa Santan

Rawon tanpa santan biasanya disajikan bersama pelengkap yang membantu menambah rasa saat disantap. Kehadiran tauge pendek, sambal, dan telur asin membuat kuah rawon terasa menyatu dengan nasi sehingga banyak orang menyajikannya dalam satu piring lengkap. Pelengkap ini juga menjadi bagian yang sering ditemukan di warung rawon khas Jawa Timur.

Selain itu, kerupuk dan bawang goreng membantu menambah rasa saat kuah mulai bercampur dengan nasi. Banyak orang juga menambahkan jeruk nipis agar rasa kuah terasa berbeda tanpa mengubah dasar masakan. Kombinasi pelengkap ini membuat rawon tetap sering disajikan dalam acara keluarga maupun makan bersama.

Resep rawon tanpa santan juga dapat dipadukan dengan potongan daging tambahan sesuai kebutuhan keluarga di rumah. Selama kuah tetap memakai keluak dan bumbu utama, rasa rawon masih terasa menyatu meski pelengkap yang digunakan berbeda.

Pertanyaan dan Jawaban SeputarRawon Tanpa Santan

Apakah rawon asli memakai santan?

Rawon asli Surabaya umumnya tidak memakai santan karena kuah hitam berasal dari keluak dan rebusan bumbu.

Kenapa kuah rawon bisa hitam?

Warna hitam pada rawon berasal dari keluak yang dihaluskan bersama bumbu lain.

Bagaimana agar daging rawon cepat empuk?

Rebus daging dengan api kecil dalam waktu cukup agar tekstur daging berubah tanpa membuat kuah menyusut cepat.

Apa fungsi keluak dalam rawon?

Keluak membantu membentuk warna, rasa, dan aroma khas pada kuah rawon.

Berapa lama rawon tanpa santan bisa disimpan?

Rawon tanpa santan dapat disimpan dalam lemari pendingin selama beberapa hari jika ditempatkan dalam wadah tertutup.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |