Perempuan Indonesia Ambil Peran Penting di Balik Sukses Piala Dunia 2026

11 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Riuh Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya tercermin di lapangan. Di balik sorotan kamera, ribuan profesional dan relawan bekerja memastikan setiap momen tersaji rapi. Di antara mereka, sejumlah perempuan Indonesia mengambil peran penting dalam operasional ajang sepak bola terbesar dunia ini.

Mulai dari mengatur ritme pertunjukan, mengelola arus penonton, mengoordinasikan relawan, hingga menyambut tamu kehormatan, kontribusi mereka hadir di mata rantai krusial yang menentukan kelancaran turnamen. Posisi yang dijalani pun beragam: stage manager, ticketing volunteer, manajemen relawan, sampai layanan VIP FIFA.

Kehadiran Welah Hatta, Mita Yulian Sasmita, Nurul Ramadhan, dan Angelia Hutabarat menunjukkan talenta Indonesia mampu bersaing di panggung internasional. Mereka bekerja di balik layar, namun perannya berpengaruh langsung pada pengalaman jutaan penonton di Piala Dunia 2026.

Stage Manager Welah Hatta Pimpin Rangkaian Pertunjukan

Di jajaran tim produksi, Welah Hatta dipercaya sebagai stage manager dalam rangkaian penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Tugas ini menuntut ketelitian tingkat tinggi karena menjadi penghubung utama antara kru teknis, pengisi acara, tim produksi, hingga penyelenggara pertandingan.

Stage manager memastikan seluruh elemen pertunjukan berlangsung sesuai jadwal, mulai dari gladi bersih, seremoni, sampai transisi antarsesi yang sering terjadi dalam hitungan detik. Pada ajang sebesar Piala Dunia, kemampuan koordinasi dan pengambilan keputusan cepat menjadi syarat mendasar.

Kepercayaan yang diberikan menegaskan profesional Indonesia mampu menavigasi standar industri event olahraga global. Welah juga berkesempatan bekerja sama langsung dengan aktor Tom Cruise pada upacara penutupan Piala Dunia 2026.

Mita Yulian Sasmita di Garis Depan Ticketing

Di sisi layanan penonton, Mita Yulian Sasmita bergabung sebagai volunteer pada divisi ticketing Piala Dunia 2026. Ia terlibat membantu ribuan suporter merasakan pengalaman pertandingan yang nyaman sejak memasuki stadion.

Divisi ini menangani beragam hal teknis: mengarahkan penonton, membantu validasi tiket, memberi informasi, sampai memastikan alur masuk berlangsung tertib dan aman. Detail inilah yang menentukan mulusnya pintu awal pengalaman penonton saat hari pertandingan.

Melalui berbagai kesempatan berbagi pengalaman, Mita menyebut partisipasinya sebagai relawan FIFA merupakan mimpi masa kecil yang akhirnya terwujud. Keterlibatannya menegaskan program volunteer FIFA membuka peluang bagi masyarakat dari banyak negara untuk berkontribusi langsung dalam penyelenggaraan turnamen dunia.

Nurul Ramadhan Atur Volunteer, Angelia Hutabarat Tangani Tamu VIP

Kontribusi lain datang dari Nurul Ramadhan yang bertugas dalam Volunteer Management di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Divisi ini mengoordinasikan relawan di berbagai area operasional stadion, memastikan layanan berjalan konsisten dari awal hingga akhir pertandingan.

Tugasnya mencakup penempatan relawan, pengaturan jadwal kerja, briefing harian, serta memastikan setiap orang memahami prosedur pelayanan kepada pengunjung. Di turnamen sebesar Piala Dunia, relawan menjadi wajah pertama yang ditemui penonton sehingga pengelolaan yang rapi berdampak langsung pada pengalaman di venue.

Sementara itu, Angelia Hutabarat—diaspora Indonesia yang menetap di Meksiko—dipercaya menjalankan layanan VIP FIFA. Perannya berfokus pada pendampingan delegasi resmi, sponsor, mitra internasional, hingga tamu kehormatan.

Posisi tersebut menuntut kemampuan komunikasi lintas budaya, pemahaman protokol internasional, dan standar pelayanan yang konsisten. Di balik pengalaman eksklusif para tamu VIP, terdapat tim hospitality yang memastikan setiap kebutuhan terpenuhi dengan standar pelayanan kelas dunia.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |