Hotel Burj Al Arab Tutup Sementara di Tengah Penurunan Wisatawan Buntut Perang Iran vs Israel dan AS

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Hotel paling ikonis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Jumeirah Burj Al Arab, akan menjalani program restorasi besar pertamanya sejak dibuka pada 1999. Ini berlangsung di tengah penurunan wisatawan buntut perang Iran vs Israel dan AS.

Hotel yang dimiliki Jumeirah Group─ anak perusahaan Dubai Holding─mengatakan bahwa renovasi ini bertujuan melestarikan salah satu simbol paling terkenal di emirat ini untuk generasi mendatang, melansir Gulf News, Kamis (16/4/2026).

Jumeirah mengumumkan pada Selasa, 14 April 2026, bahwa hotel berbentuk layar perahu tradisional alias dhow— yang telah lama dianggap sebagai lambang ambisi pariwisata mewah global Dubai—akan memulai restorasi bertahap yang diperkirakan akan berlangsung sekitar 18 bulan.

Grup hotel tersebut mengonfirmasi bahwa hotel akan tetap tutup selama waktu tersebut. Pekerjaan akan difokuskan pada pelestarian dan peningkatan interior khas properti secara cermat, sambil mempertahankan standar "kemewahan yang tidak terganggu," kata grup hotel tersebut.

Proyek ini akan dipimpin arsitek interior Prancis ternama, Tristan Auer, yang dipilih setelah apa yang digambarkan Jumeirah sebagai proses seleksi yang ketat. Auer dikenal secara internasional karena merestorasi properti warisan terkenal termasuk Hôtel de Crillon di Paris.

"Dikenal karena pendekatannya yang halus terhadap restorasi, karyanya mencerminkan rasa hormat yang mendalam terhadap warisan, keahlian, dan detail yang menghadirkan kepekaan kontemporer pada ruang-ruang abadi," kata Jumeirah.

Lebih dari Sekadar Pemugaran

Thomas B. Meier, CEO Jumeirah, mengatakan restorasi ini lebih dari sekadar peningkatan gedung hotel. "Jumeirah Burj Al Arab jauh lebih dari sekadar landmark arsitektur; ini adalah simbol ambisi, keahlian, dan keunggulan abadi," katanya.

"Selama 27 tahun terakhir, properti luar biasa ini telah melayani tamu dengan semangat dan standar kelas dunia yang membedakannya dari hotel lain di dunia. Program restorasi ini menandai babak baru dalam kisah Jumeirah Burj Al Arab," ia menambahkan.

Sejak diresmikan, Burj Al Arab telah jadi salah satu bangunan yang paling banyak difoto di dunia. Hotel ini juga membantu mendefinisikan kembali perhotelan mewah di kawasan ini dengan mempelopori layanan pelayan pribadi dan menetapkan standar baru dalam pengalaman tamu ultra-premium.

Suatu Kehormatan

Auer mengatakan, penugasan ini membawa prestise dan tanggung jawab. "Dipercayakan untuk melakukan restorasi pertama properti kaliber ini di Dubai—Jumeirah Burj Al Arab, ikon abadi di kawasan ini—adalah suatu kehormatan yang mendalam," sebutnya.

"Untuk meneruskan, dengan dedikasi yang tinggi, warisan dari bangunan luar biasa ini adalah suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab," imbuhnya.

Saat ini, hotel tersebut memiliki 198 suite dan dikenal dengan interiornya yang mewah, yang menampilkan marmer, lapisan emas, dan detail kristal Swarovski. Selama bertahun-tahun, hotel ini tidak hanya jadi properti unggulan bagi Jumeirah, bagian dari Dubai Holding, namun juga duta global untuk merek pariwisata mewah Dubai.

Restorasi ini mencerminkan upaya Dubai yang lebih luas untuk melestarikan ikon arsitektur modern seiring perkembangan kota, memastikan bangunan-bangunan seperti Burj Al Arab tetap relevan sambil mempertahankan karakter aslinya.

Dubai Terdampak Konflik

Situasi di Dubai, yang sejak lama dikenal sebagai surga bagi para miliarder dunia, terdampak konflik dengan cepat. Tempat-tempat wisata utama, seperti hotel bintang lima, pusat perbelanjaan, dan bar pantai tetap sepi, lapor The Chosun Daily.

Ada juga laporan bahwa lalu lintas pejalan kaki di Bandara Internasional Dubai, yang pernah mengalami serangan pesawat tidak berawak dan kebakaran akibatnya, telah menurun secara signifikan. Menurut Financial Times, pengunjung ke "The Dubai Mall," yang menarik lebih dari 100 juta orang setiap tahunnya, anjlok tajam selama tiga minggu setelah perang pecah.

Pusat perbelanjaan tersebut memiliki lebih dari 1.200 toko, dan di toko utama Bloomingdale's, pengunjung turun 45 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. Di Mall of the Emirates yang berdekatan, pengunjung ke toko Harvey Nichols turun 57 persen, dengan lebih dari setengah lalu lintas pejalan kaki menghilang.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |