Cara Merawat Sirih Gading agar Tumbuh Subur dan Lebat

13 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Sirih gading atau Epipremnum aureum merupakan salah satu tanaman hias yang populer dan banyak diminati untuk mempercantik interior rumah sekaligus menyerap polusi udara. Tanaman ini dikenal memiliki karakter merambat semi-epifit, yaitu mampu tumbuh dengan menumpang pada tanaman lain atau media penopang, sehingga sering dimanfaatkan sebagai dekorasi gantung atau penghias rak.

Melansir BBPP Kupang, Rabu, 15 April 2026, selain tampilannya yang menarik, tanaman sirih gading juga terkenal karena perawatannya yang relatif mudah. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di berbagai kondisi, baik ditanam di media tanah maupun diletakkan dalam vas berisi air. Fleksibilitas inilah yang membuat tanaman sirih gading cocok bagi pemula yang ingin mulai merawat tanaman hias.

Dalam hal pencahayaan, tanaman sirih gading cenderung menyukai cahaya tidak langsung dan lingkungan yang teduh. Tanaman ini bahkan cukup toleran terhadap kondisi cahaya rendah, sehingga bisa ditempatkan di dalam ruangan seperti ruang tamu atau kamar mandi. 

Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa jenis, seperti sirih gading variegata atau sirih putih, membutuhkan pencahayaan yang cukup agar corak daunnya tetap terlihat. Jika ditempatkan di area yang terlalu redup, variegasi pada daun bisa memudar dan pertumbuhannya menjadi lebih lambat.

Menariknya, tanaman sirih gading yang kekurangan cahaya akan beradaptasi dengan menghasilkan daun berwarna hijau lebih dominan. Maka, penempatan yang tepat sangat penting untuk menjaga keindahan sekaligus kesehatan tanaman ini.

Pemilihan Media Tanam yang Tepat untuk Sirih Gading

Sirih gading dikenal sebagai tanaman hias yang fleksibel karena dapat tumbuh baik di media tanah maupun air. Namun, penting untuk memahami bahwa tanaman ini cenderung sulit beradaptasi jika media tanamnya sering diganti, terutama pada tahap awal pertumbuhan dari bibit setek.

Bibit setek sirih gading yang sudah ditanam di tanah umumnya akan mengalami kesulitan jika dipindahkan ke media air, begitu pula sebaliknya. Tanaman yang telah lama tumbuh di air biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi jika dipindahkan ke tanah, bahkan berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Karena itu, disarankan untuk menentukan media tanam sejak awal agar tanaman dapat berkembang secara optimal.

Untuk media tanah, campuran yang ideal terdiri dari kompos, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan seimbang. Kombinasi ini mampu memberikan nutrisi yang cukup sekaligus menjaga sirkulasi udara dan kelembapan tanah tetap stabil. 

Panduan Pemupukan agar Sirih Gading Tumbuh Subur

Sirih gading membutuhkan pemupukan secara rutin untuk mendukung pertumbuhan yang optimal dan menjaga warna daunnya tetap segar. Secara umum, pemupukan dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan menggunakan pupuk organik, seperti pupuk kandang, yang berfungsi memperkaya unsur hara dalam media tanam secara alami.

Selain pupuk organik, Anda juga dapat menggunakan pupuk anorganik seperti NPK 16-16-16 untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Pupuk ini mengandung unsur nitrogen, fosfor, dan kalium yang seimbang, sehingga mampu membantu perkembangan daun, akar, dan batang secara menyeluruh.

Untuk penggunaannya, pupuk NPK sebaiknya diberikan setiap dua minggu sekali dengan dosis yang tepat, yaitu sekitar seperempat sendok teh yang dilarutkan ke dalam satu liter air. Larutan ini kemudian dapat disiramkan ke media tanam secukupnya.

Penting untuk tidak memberikan pupuk secara berlebihan karena dapat merusak akar tanaman. Dengan pemupukan yang tepat dan teratur, sirih gading akan tumbuh lebih cepat, sehat, serta memiliki tampilan yang rimbun dan menarik.

Penyiraman yang Tepat untuk Menjaga Kesehatan Sirih Gading

Tanaman sirih gading memiliki kebutuhan penyiraman yang berbeda, tergantung pada media tanam yang digunakan. Jika tanaman dipelihara dalam media air, penyiraman tentu tidak diperlukan. Namun, air dalam wadah sebaiknya diganti secara rutin setiap beberapa hari sekali untuk menjaga kebersihan serta mencegah munculnya jentik nyamuk dan lumut yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, sirih gading yang ditanam di dalam pot dengan media tanah memerlukan penyiraman secara teratur. Idealnya, penyiraman dilakukan sekali sehari pada pagi hari. Waktu ini dipilih karena membantu tanaman menjalani proses fotosintesis dengan optimal sepanjang hari, sekaligus menjaga kelembapan tanah tetap stabil.

Meski demikian, penting untuk memastikan media tanam tidak terlalu basah atau tergenang air, karena kondisi tersebut dapat menyebabkan akar membusuk. Penyiraman yang tepat dan seimbang akan membantu sirih gading tumbuh sehat, segar, serta memiliki daun yang rimbun dan indah.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |