Getok Harga Bikin Calon Penonton Konser BTS Malas Menginap di Busan

14 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Praktik getok harga yang dilakukan banyak penginapan di Busan merepotkan calon penonton konser BTS pada 12--13 Juni 2026. Karena 13 Juni juga merupakan ulang tahun debut ke-13 grup tersebut dan yang pertama setelah comeback penuh pada Maret 2026, acara tersebut diyakini akan menarik sejumlah besar penggemar internasional dan lokal ke kota tersebut.

Mengutip Korea Times, Jumat (29/5/2026), sejumlah pemilik akomodasi menaikkan tarif rata-rata 7,5 kali lipat dari biasanya, menurut data Badan Konsumen Korea, berdasarkan hasil pengaduan yang masuk. Beberapa pemilik akomodasi mencurangi tamunya dengan membatalkan reservasi yang ada dengan alasan 'pemesanan berlebih' atau 'renovasi' untuk menjual kembali kamar dengan harga jauh lebih tinggi.

Situasi itu memaksa penggemar membayar harga penginapan yang sangat mahal. Sebagian besar mencari pilihan di luar Busan. Salah satunya Eunice, seorang guru yang datang dari Filipina untuk menonton konser tersebut.

Ia memesan hotel di Kota Ulsan, di timur laur Busan, setelah melihat harga Airbnb melonjak sepuluh kali lipat untuk tempat tertentu yang ingin dia pesan. Dia akan bermalam di Ulsan sebelum konser 13 Juni 2026, dan kemudian menghabiskan sisa empat harinya di Seoul.

"Harganya sangat mahal dan jujur ​​saja, cara akomodasi di Busan bertindak membuat saya, sebagai penggemar, berharap grup favorit saya bisa menghindari kota ini lain kali, yang tidak adil karena saya yakin Busan adalah tempat yang bagus, dan ada banyak tempat wisata yang menyenangkan," kata wanita berusia 28 tahun itu.

Bayar Akomodasi 6 Kali Lipat Lebih Mahal dari Biasanya

Eunice lalu membandingkan situasi yang dihadapinya saat BTS menggelar konser gratis di Seoul. Ia menyebut, menurut riset pribadinya, harga penginapan saat itu tidak terlalu berbeda jauh dari hari-hari di luar konser.

"Jadi, sangat mengecewakan bahwa hal itu tidak terjadi di Busan," ucapnya. Ia pun membatalkan rencananya menjelajahi Busan karena menginap di kota lain.

Keluhan yang sama dilontarkan oleh Verena Thiel, seorang mahasiswa Jerman yang tinggal di Korea. Ia terpaksa membayar enam kali lipat harga biasa untuk kamar Airbnb di Busan, tempat ia akan menginap pada Kamis, 11 Juni 2026, menjelang konser tanggal 12 Juni yang akan dihadirinya.

Thiel membayar 467.000 won (sekitar Rp 5,6 juta) untuk satu malam untuk kamar yang biasanya berharga sekitar 77.000 won (sekitar Rp 921 ribu). Tidak termasuk motel, ini adalah salah satu pilihan termurah yang tersisa di Busan bagi orang-orang yang tidak mau mencari akomodasi di luar kota. Kamar hotel harganya mencapai 1 juta won (hampir Rp 12 juta), kata Thiel.

Citra Busan Makin Miring di Mata ARMY

Thiel mengatakan ia tak sempat mereservasi penginapan hemat yang disiapkan pemerintah Busan, beberapa waktu lalu. Penginapan itu dibuka di kuil dan pusat pemuda, tetapi semua kamar terjual habis.

"(Penetapan harga yang berlebihan) bukan hanya terjadi di Busan — saya mengerti kenaikan harga, tetapi 400.000 won lebih?" tanyanya, tak habis pikir

Situasi terbaru ini memperkuat kesan negatif terhadap kota tersebut, yang sudah tiga kali menjadi tuan rumah acara BTS, setelah pertemuan penggemar pada 2019 dan konser pada 2022. Pemerintah Busan mengaku sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Kesehatan Masyarakat yang mengatur standar akomodasi.

Di sisi lain, praktik getok harga juga picu kemarahan para anggota BTS. Satu per satu anggota menyemprot para pemilik penginapan yang mencari keuntungan secara tak wajar dari penyelenggaraan konser BTS di Stadion Utama Asiad Busan.

Lewat siaran langsung setelah tampil di American Music Awards di Las Vegas, pada Selasa, 26 Mei 2026, RM mengawali kritikan pedas soal kenaikan harga akomodasi di Busan.

Jimin dan Jungkook BTS Marah Besar

RM mengatakan, "Terlalu banyak berita tentang harga akomodasi menjelang konser Busan. Saya sangat berharap orang-orang tidak melakukan itu."

"Anda harus berpikir jangka panjang tentang hal-hal ini," imbuh RM seraya menggambarkan bahwa Busan adalah kota yang 'keren' dan 'seperti Miami-nya Korea'.

Jimin yang berasal dari Busan juga mengungkapkan kekecewaannya. Dikutip dari KBizoom, Rabu, 27 Mei 2026, ia mengingatkan bahwa konser tersebut harus dikenang sebagai momen yang menyenangkan bagi penggemar yang mengunjungi kota itu. "Tentu saja uang itu penting, tetapi ini sudah keterlaluan," tegurnya.

Sesama warga Busan, Jungkook juga bereaksi keras. "Cukup sudah. ​​Kalian seharusnya tidak melakukan itu," semprotnya.

RM mengakui grupnya frustrasi karena masalah itu karena walau BTS secara pribadi ingin membantu, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu. "Perbedaan harga antara musim ramai dan musim sepi bisa terjadi, tetapi serius, mari kita tetap bersikap wajar."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |