Liputan6.com, Jakarta - Dollar-cost averaging menawarkan pendekatan berbeda dari upaya menebak waktu terbaik masuk pasar saham. Strategi ini mengharuskan investor menanamkan jumlah uang yang sama secara berkala, tanpa mempedulikan harga aset sedang naik atau turun.
Pendekatan ini menjadi alternatif bagi investor yang ingin membangun kekayaan tanpa harus terus memantau pergerakan pasar setiap hari. Kesederhanaan cara kerjanya membuat strategi ini populer bagi investor pemula yang belum terbiasa membaca sinyal-sinyal pasar.
Mekanisme dollar-cost averaging bertumpu pada dua komponen utama, yakni jumlah investasi tetap dan frekuensi penanaman modal, melansir Business Insider, Kamis (27/8/2026). Investor secara otomatis membeli lebih banyak lembar saham ketika harga turun, sementara jumlah lembar yang dibeli berkurang saat harga sedang tinggi.
Cara ini meratakan biaya rata-rata pembelian aset dalam jangka panjang, sehingga risiko akibat gejolak pasar dapat ditekan. Sabrina Maria LaFleur, Chief Financial Officer AfriCaribbean Trade and Logistics Consulting Group sekaligus mantan lead planner dan Certified Financial Planner di LearnLux, menilai strategi ini cocok bagi investor di semua level pengalaman.
"Ini salah satu cara terbaik untuk set it and forget it, tapi Anda tetap perlu memperhatikan apa yang Anda investasikan," ujar LaFleur. Ia menekankan strategi ini tetap membutuhkan kejelian dalam memilih aset, meski prosesnya berjalan otomatis.
Simulasi investasi 100 dolar AS per bulan selama tiga bulan menggambarkan cara kerja strategi ini. Bulan pertama, harga saham berada di 20 dolar per lembar sehingga investor mendapat lima lembar saham.
Contoh Skema
![[Fimela] Ilustrasi Investasi](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Q4-zZW-4ZKh4wgnvPkaGjgoMOug=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2896592/original/047808600_1567083420-william-iven-dAmHWsRYP9c-unsplash.jpg)
Perbesar
Harga melonjak ke 50 dolar pada bulan kedua, membuat investor hanya mampu membeli dua lembar dengan jumlah uang yang sama. Harga anjlok ke 10 dolar pada bulan ketiga, memungkinkan investor membeli sepuluh lembar sekaligus.
Total investasi 300 dolar dalam tiga bulan menghasilkan 17 lembar saham dengan rata-rata harga 17,65 dolar per lembar, jauh lebih rendah dibandingkan mencoba membeli di harga puncak 50 dolar.
Skenario penjualan pada bulan keempat dengan harga kembali ke 20 dolar per lembar menghasilkan keuntungan 40 dolar dari total 17 lembar saham. Sebagai perbandingan, investor yang mencoba menebak waktu terbaik dengan membeli saat harga 50 dolar berpotensi rugi 240 dolar apabila menjual saat harga anjlok ke 10 dolar.
Simulasi ini menegaskan risiko besar yang mengintai upaya menebak pergerakan pasar secara tepat. Riset Northwestern Mutual menemukan investasi sekaligus dalam jumlah besar justru menghasilkan return kumulatif lebih baik dibandingkan dollar-cost averaging pada hampir 75 persen periode sepuluh tahun, tanpa memandang alokasi aset.
Toleransi Risiko Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4476791/original/016903500_1687411928-Investasi.jpg)
Perbesar
Dollar-cost averaging tetap menjadi pilihan lebih aman bagi investor dengan toleransi risiko rendah, meski berpotensi menghasilkan return lebih kecil dibandingkan investasi sekaligus.
Investor dengan dana besar sekaligus, seperti dari warisan atau bonus tahunan, cenderung lebih diuntungkan memilih investasi sekaligus dibandingkan mencicilnya secara berkala.
Manfaat utama strategi ini terletak pada kemampuannya meredam risiko akibat gejolak harga sekaligus menjaga konsistensi investor dalam berinvestasi.
Investor yang menerapkan strategi ini cenderung terhindar dari keputusan panic selling saat pasar bergejolak, karena jumlah dan jadwal investasi sudah ditentukan sejak awal tanpa perlu bereaksi terhadap fluktuasi harian.
Ketika harga saham turun, investor justru mendapat kesempatan membeli lebih banyak lembar dengan harga diskon, tanpa perlu berupaya menebak kapan momen terbaik untuk masuk pasar.
3 Langkah Utama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3512480/original/077114000_1626410326-investasi_saham_1_tech-daily-fZyRI4MSUiI-unsplash.jpg)
Perbesar
Pendekatan otomatis ini juga membantu investor pemula yang belum memiliki modal besar untuk tetap konsisten membangun portofolio dari waktu ke waktu.
Memulai dollar-cost averaging membutuhkan tiga langkah utama. Investor perlu memilih instrumen investasi terlebih dahulu, baik saham perusahaan tertentu maupun exchange-traded fund yang menawarkan eksposur lebih luas ke berbagai aset, misalnya ETF yang melacak indeks S&P 500 berisi sekitar 500 perusahaan besar Amerika Serikat.
Pemilihan platform atau perusahaan sekuritas menjadi langkah berikutnya, mengingat setiap platform menawarkan skema biaya transaksi yang berbeda-beda, mulai dari transaksi tanpa komisi hingga layanan dengan pendampingan profesional keuangan.
Pengaturan kontribusi otomatis menjadi langkah terakhir, memastikan investasi tetap berjalan konsisten tanpa terganggu godaan untuk menunda maupun menjual aset karena panik menghadapi gejolak pasar jangka pendek.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333871/original/065401400_1787810598-Frontal_view_Coastal_Atelier_Brunch.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333890/original/086082900_1787811810-829c7aa6-34ed-44d0-bc08-4541600d4c4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333869/original/007517800_1787810560-Gemini_Generated_Image_roo4kqroo4kqroo4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333834/original/013132700_1787808994-000_C6L8363.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492665/original/039155500_1770181282-Untitled_design__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/9333597/original/059747300_1787798194-IMG_4877.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4913674/original/079893200_1723196680-budi-puspa-wijaya-1ugpo9WYPXs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7761128/original/080397600_1780570760-13740193723447756107.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3166635/original/059123200_1593527429-Ilustrasi_gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351158/original/043030700_1758016566-SnapInsta.to_548987017_18532373578010075_515013179382114429_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333264/original/019454900_1787739873-Gemini_Generated_Image_1lgxep1lgxep1lgx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3484871/original/099810700_1623901041-adrian-swancar-imAfCYq7KH0-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333235/original/069797100_1787737599-d00db0f8-0efd-4be9-a701-9923fd460e37.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316022/original/062561900_1785908840-000_A8B76BL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333319/original/017819000_1787742580-Gemini_Generated_Image_p91b7vp91b7vp91b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333222/original/060470600_1787737193-hl3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333246/original/026428100_1787738533-1020808890061458509.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328834/original/038920900_1787209878-01M0ETPQA1QJFG66CC8P0C1QJ6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333202/original/025127900_1787736372-629b5010-cf42-41d7-a545-517f86f53262.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333145/original/025191900_1787733371-Terong_gulung_isi_daging_ayam.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5772023/original/003677500_1778674939-KV_MASTER_LANDSCAPE_PAW_PATROL_MAIN_KV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6590892/original/028812500_1779430402-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_09.39.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571444/original/020975800_1777623375-Bakmi_Toprak_Khas_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6682149/original/080813600_1779504411-20260522_095154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574219/original/053227900_1777965448-cropped-6344059f-247c-497b-aae5-e40a882cdcdf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6610471/original/011715300_1779444215-ep-06-semua-demi-keluarga-28c099.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449221/original/092935000_1766050849-Screenshot_2025-12-18_162801.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5686292/original/032880500_1778560068-Memutihkan_Gigi_Kuning_Membandel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5224553/original/050243100_1747634982-obesitas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182268/original/044611800_1744080588-WhatsApp_Image_2025-04-08_at_09.22.25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569882/original/014694100_1777458234-MUI.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4953479/original/097256800_1727324938-fotor-ai-20240926112346.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454962/original/092834600_1766587434-Screenshot_2025-12-24_213937.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490713/original/030649700_1770022133-pexels-sora-shimazaki-5938242.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575360/original/005981900_1778046151-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1549767/original/057929400_1490704877-20170328-Penumpang-KRL-FF5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4704631/original/076475500_1704246546-Ilustrasi_olahraga_lari_di_malam_hari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5232439/original/082617800_1748237422-WhatsApp_Image_2025-05-26_at_12.21.20_3b863ea9.jpg)