Berapa Lama Kukus Telur? Ini Durasi Ideal Sesuai Tingkat Kematangan

14 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta Mengukus mulai digemari sebagai alternatif merebus karena hasilnya lembut, matang merata, dan cangkangnya lebih gampang dikupas. Meski begitu, banyak orang masih bingung menentukan berapa lama kukus telur agar tingkat kematangannya benar-benar pas.

Jawabannya sangat bergantung pada tekstur kuning telur yang Anda inginkan, mulai dari yang masih cair hingga padat sempurna. Secara umum, waktu untuk kukus telur berkisar antara 6 hingga 15 menit sejak air menghasilkan uap.

Uap panas bekerja lebih stabil dibandingkan air mendidih sehingga risiko telur retak jauh lebih kecil. Karena itu, memahami durasi yang tepat menjadi kunci utama agar hasil kukusan tidak gagal.

Sebagaimana dilaporkan Tasting Table, mengukus menjadi cara andalan untuk mendapatkan telur rebus sempurna, dengan waktu memasak sekitar 6 hingga 12 menit tergantung tingkat kematangan kuning telur yang diinginkan. Sebagai perbandingan, Anda juga bisa menyimak panduan masak telur berapa menit dengan metode rebus.

Mengenal Teknik Mengukus Telur

Mengukus telur adalah metode memasak telur utuh menggunakan uap panas dari air mendidih, bukan merendamnya langsung di dalam air. Telur diletakkan di keranjang kukusan di atas permukaan air sehingga matang perlahan oleh panas uap yang menyelimutinya.

Berdasarkan laporan Digital Trends, ketika dikukus, cangkang dan membran telur memanas sangat cepat sehingga membran tidak sempat merekat pada putih telur. Inilah alasan telur kukus umumnya lebih mudah dikupas dibandingkan telur yang dimulai dari air dingin.

Keunggulan lain, cara ini tergolong hemat karena Anda hanya perlu mendidihkan air setinggi satu hingga dua sentimeter saja. Teknik ini kerap dijadikan alternatif dari cara merebus telur agar mudah dikupas maupun teknik merebus telur yang selama ini populer.

Berapa Lama Kukus Telur Sesuai Tingkat Kematangan

Lama waktu mengukus sepenuhnya ditentukan oleh tekstur kuning telur yang Anda inginkan. Semakin lama dikukus, semakin padat pula kuningnya.

Merujuk catatan penulis kuliner Carla Lalli Music, telur camilan favoritnya matang dalam 9 menit, telur untuk ramen cukup 6 menit, sedangkan telur untuk isian deviled eggs atau salad membutuhkan 11 menit. Berikut panduan durasi kukus telur secara lengkap.

  1. Telur setengah matang (soft boiled): 6-7 menit. Putih telur sudah cukup padat untuk menopang bentuknya, tetapi kuningnya masih cair dan lumer. Tekstur ini pas untuk cocolan roti, topping ramen, atau sarapan ala kopitiam, mirip hasil cara merebus telur setengah matang.
  2. Telur matang sedang atau jammy: 8-10 menit. Pada tingkat ini kuning telur berubah dari cair menjadi tekstur kental seperti custard, tidak lagi meleleh tetapi juga belum padat, layaknya selai yang lembut. Kematangan inilah yang banyak diburu untuk rice bowl, sandwich, maupun menu diet tinggi protein, dan bisa Anda tiru dari cara membuat telur setengah matang ala Jepang.
  3. Telur matang sempurna (hard boiled): 12-15 menit. Putih dan kuning telur matang merata serta padat, cocok untuk salad, isian bekal, atau diolah menjadi balado dan semur. Jangan melewati 15 menit, sebab cincin kehijauan di sekeliling kuning telur muncul akibat reaksi antara sulfur pada putih dan zat besi pada kuning ketika telur dimasak terlalu lama atau pada suhu terlalu tinggi.
  4. Sesuaikan dengan ukuran telur. Panduan waktu di atas berlaku untuk telur berukuran besar. Telur kecil akan matang lebih cepat, sedangkan telur ekstra besar membutuhkan tambahan waktu.
  5. Tambah waktu untuk jumlah banyak. Bila Anda mengukus dalam jumlah besar, lebih dari 8 sampai 10 butir, tambahkan sekitar satu menit dari waktu standar dan susun telur dalam satu lapisan. Susunan satu lapis membuat uap menyelimuti setiap butir secara merata.
  6. Pertimbangkan ketinggian lokasi. Tambahkan satu menit setiap kenaikan 1.000 kaki di atas permukaan laut, sehingga pada ketinggian 5.000 kaki telur perlu dikukus sekitar 15 hingga 16 menit.

Cara Mengukus Telur agar Mudah Dikupas

Mengetahui durasi hanyalah setengah dari rahasia sukses. Teknik memasukkan telur dan proses pendinginan sesudahnya sama pentingnya untuk hasil yang mulus.

Sebagaimana disampaikan Australian Eggs, kantong udara kecil di ujung telur akan membesar seiring waktu sehingga memberi ruang antara membran dan cangkang, membuat telur yang disimpan satu hingga dua minggu lebih mudah dikupas. Ikuti langkah berikut agar kulit telur terlepas dengan sekali tarik.

  1. Didihkan air terlebih dahulu. Tunggu hingga uap terkumpul banyak, baru masukkan keranjang berisi telur ke dalam kukusan.
  2. Susun telur satu lapis. Beri sedikit jarak antar telur agar uap dapat bersirkulasi bebas mengelilingi setiap cangkang dan matang merata.
  3. Tutup rapat dan gunakan api sedang. Pasang timer sesuai tingkat kematangan yang diinginkan, dan hindari membuka tutup selama proses berlangsung.
  4. Segera rendam di air es. Saat uap panas menembus cangkang, membran telur terlepas dari cangkang dan mengendur sehingga telur jadi lebih mudah dikupas; kejutan air es selama 3 hingga 10 menit sekaligus menghentikan proses pemasakan.
  5. Kupas dari ujung tumpul. Retakkan bagian ujung yang lebih lebar tempat kantong udara berada, lalu kupas di bawah air mengalir.

Jika hasil kupasan masih sering rusak, pelajari juga rahasia agar telur mudah dikupas serta trik agar telur tidak terlalu keras.

Kelebihan Mengukus Telur Dibandingkan Merebus

Alasan utama banyak orang beralih ke mengukus adalah stabilitas suhunya. Uap mempertahankan panas yang relatif konsisten, sementara air rebusan cenderung turun suhunya begitu telur dimasukkan sehingga waktu masak jadi kurang presisi.

Alton Brown, koki sekaligus penulis kuliner, dikutip dari laman resminya, menyatakan, "Uap ideal karena meski lebih panas, secara fisik lebih lembut daripada air mendidih sehingga kecil kemungkinan menimbulkan retak.

Faktor konsistensi juga ditegaskan Carla Lalli Music yang menuliskan, "Uap panas jauh lebih panas daripada air yang mendidih pelan, dan saat telur masuk tidak ada penurunan suhu." Dari sisi ilmiah, Digital Trends menjelaskan bahwa kejutan panas mendadak inilah yang membuat membran gagal menempel pada putih telur, bukan proses pendinginan seperti anggapan banyak orang.

Karena panasnya lebih lembut, telur kukus cenderung punya putih yang empuk, kuning yang lebih creamy, dan minim cincin kehijauan. Kelebihan tekstur maupun gizi ini bisa Anda telusuri lebih jauh lewat ulasan beda kandungan gizi olahan telur dan bagaimana telur diolah agar tetap menyehatkan.

Kandungan Gizi dan Manfaat Telur Kukus untuk Tubuh

Selain praktis, telur kukus tetap padat gizi karena dimasak tanpa tambahan minyak. Metode pengukusan membantu mempertahankan nutrisi penting dalam telur, seperti vitamin D, vitamin B12, kolin, protein, serta mineral fosfor dan selenium.

Menurut Healthline, telur memiliki kandungan protein berkualitas tinggi yang mudah diserap oleh tubuh. Berikut sejumlah manfaat utamanya.

  1. Sumber protein berkualitas. Satu telur rebus besar sekitar 50 gram menyediakan kira-kira 77 kkal dan 6 gram protein tanpa lemak, sehingga layak masuk daftar makanan tinggi protein maupun jenis makanan berprotein tinggi harian.
  2. Mendukung fungsi otak. Sel-sel saraf otak membutuhkan senyawa bernama kolin sebagai zat pembangun dan penunjang kerja, dan telur menjadi salah satu sumbernya.
  3. Menjaga kesehatan mata. Telur mengandung dua antioksidan, yaitu lutein dan zeaxanthin, yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko degenerasi makula serta katarak.
  4. Menguatkan tulang. Kandungan vitamin D pada telur berfungsi menjaga kesehatan tulang dan gigi sekaligus membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  5. Membantu kontrol berat badan. Protein pada telur memberi efek kenyang lebih lama dibandingkan sarapan tinggi karbohidrat sederhana sehingga membantu mengurangi keinginan makan berlebih. Karena itu telur sering masuk dalam menu protein untuk diet dan pilihan protein pembentuk otot.
  6. Ramah untuk jantung. Konsumsi telur dalam jumlah cukup dinilai mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sehingga membantu tubuh membersihkan kolesterol jahat (LDL).

Sebagaimana diungkapkan Harvard T.H. Chan School of Public Health, memakan satu telur per hari tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada orang sehat. Konsumsi bergizi ini pun bermanfaat untuk keluarga, termasuk untuk tumbuh kembang si kecil, dengan tetap memperhatikan porsi seperti diulas dalam manfaat telur rebus. Meski begitu, para ahli gizi mengingatkan bahwa pola makan yang hanya mengandalkan satu jenis makanan tidak ideal dan berisiko jika dijalani terlalu lama tanpa variasi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kukus Telur

Kukus telur berapa menit agar matang sempurna?

Untuk hasil matang sempurna dengan kuning padat, kukus telur selama 12 hingga 15 menit dengan api sedang sejak air beruap. Segera rendam dalam air es agar proses memasak berhenti dan kuning tidak berubah kehijauan.

Apakah lebih baik mengukus atau merebus telur?

Keduanya sama-sama sehat dan minim lemak, tetapi mengukus menawarkan suhu yang lebih stabil sehingga kematangan lebih merata dan telur cenderung lebih mudah dikupas. Pilihan tetap bisa disesuaikan dengan selera dan alat yang tersedia di dapur Anda.

Kenapa telur kukus lebih mudah dikupas?

Uap panas menembus cangkang yang berpori dan membuat protein putih telur mengerut sehingga membran terlepas dari cangkang. Kondisi inilah yang membuat kulit telur kukus lebih gampang dilepaskan tanpa merusak permukaan putihnya.

Dengan durasi yang tepat dan bantuan timer, telur kukus bisa menjadi andalan untuk isian salad, sandwich, hingga bekal sehari-hari. Bila ingin variasi rasa, olah lebih lanjut lewat aneka resep masakan telur, ragam resep telur yang enak dan mudah, sajikan bersama menu sarapan sehat, atau coba pula olahan telur puyuh sebagai selingan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |