Bali Gapura Marina Dibuka, Jadi Wajah Baru Wisata Bahari di Pelabuhan Benoa

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bali tak lagi hanya menawarkan wisata pantai, budaya, dan kuliner. Kawasan Pelabuhan Benoa kini menghadirkan wajah baru wisata bahari melalui Bali Gapura Marina yang mulai mengoperasikan dua dock pertamanya.

Kehadiran marina ini menjadi bagian dari pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) untuk memperkuat posisi Pulau Dewata sebagai destinasi yachting di kawasan Asia Pasifik. Bali Gapura Marina dikembangkan oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), bersama PT Marina Development Indonesia (MDI).

Dua dock yang sudah beroperasi memiliki kapasitas hingga 75 yacht, termasuk yacht dan superyacht dengan panjang mencapai 200 kaki. Pengembangan lima dock secara keseluruhan ditargetkan selesai pada 2027 dengan kapasitas hingga 180 yacht.

"Pengembangan Bali Gapura Marina merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan marina tourism hub berkelas dunia yang mengedepankan kualitas layanan, keberlanjutan, serta pemanfaatan teknologi modern," sebut Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva Faruq Hidayat merlalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Selasa (28/7/2026).

"Kami optimistis pengembangan ini dapat memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi wisata maritim global dan ke depan akan lahir marina-marina berstandar internasional lainnya di Indonesia," imbuhnya.

Kehadiran marina tersebut memperluas pilihan wisata bahari di Bali. Wisatawan yang datang menggunakan yacht dapat memanfaatkan fasilitas yang dirancang untuk mendukung kebutuhan perjalanan sejak kedatangan hingga keberangkatan.

Kawasan ini juga menyediakan layanan yang menggabungkan kebutuhan operasional kapal dengan pengalaman wisata dalam satu area. Bali Gapura Marina melengkapi dua dock pertamanya dengan pedestal berstandar internasional untuk pasokan listrik dan air bersih.

Ragam Fasilitas

Welcome Station menjadi pusat layanan kedatangan dan keberangkatan dengan fasilitas Travel dan Concierge, Tenant Lounge, serta layanan Customs, Immigration, Quarantine and Port Authority (CIQP). Area tersebut juga menyediakan layanan check-in dan check-out seaplane.

Pengelola turut menghadirkan Captain's Self Check-In & Check-Out CIQP untuk memudahkan proses administrasi. Layanan tersebut memungkinkan kapten dan pemilik yacht memilih proses kedatangan maupun keberangkatan secara mandiri.

Pengguna dapat mengirim dokumen secara elektronik sebelum kapal tiba sehingga proses clearance dengan Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan Otoritas Pelabuhan dapat berlangsung lebih efisien.

Presiden Direktur Marina Development Indonesia Ulf Backlund mengatakan, pengelola tidak hanya membangun tempat bersandar bagi kapal. "Bali Gapura Marina dikembangkan sebagai aset infrastruktur maritim dengan standar operasional internasional, serta model bisnis yang berkelanjutan," katanya.

Pengembangan Fasilitas

Ulf melanjutkan, "Fokus kami tidak hanya pada penyediaan fasilitas sandar, tapi juga membangun ekosistem marina yang mencakup layanan operasional, pengembangan bisnis, serta pengalaman pengguna yang mampu mendukung pertumbuhan industri yachting Indonesia dalam jangka panjang."

Pengembangan marina akan berlanjut dengan penambahan sejumlah fasilitas pendukung. Rencana tersebut mencakup yacht club, yacht service station, area ritel, fasilitas lifestyle, dan premium entertainment. Kehadiran fasilitas tersebut diarahkan untuk melengkapi pengalaman wisatawan, sekaligus membentuk kawasan marina yang lebih terintegrasi.

Bali Gapura Marina juga menjadi bagian dari sinergi pengembangan kawasan BMTH di Pelabuhan Benoa. PSL berperan sebagai pengembang kawasan, sedangkan MDI bertindak sebagai mitra investor, pengembang, pengelola, sekaligus operator marina.

Asa Menarik Yacht Domestik dan Internasional

Kolaborasi tersebut menggabungkan pembangunan infrastruktur dengan standar operasional marina internasional, strategi komersial, dan pengelolaan kawasan dalam jangka panjang. Pengembangan fasilitas ini diharapkan dapat menarik lebih banyak yacht domestik dan internasional ke Bali.

Arus kunjungan tersebut berpotensi memberi dampak lebih luas terhadap sektor pariwisata, perhotelan, logistik maritim, serta UMKM yang menopang aktivitas wisata di Pulau Dewata.

"Melalui penguatan sinergi dan pengembangan layanan yang terintegrasi, termasuk penyediaan fasilitas dan layanan marina berstandar internasional, PT Pelindo Sinergi Lokaseva siap berkontribusi dalam mendukung transformasi kawasan Pelabuhan Benoa menjadi destinasi wisata maritim unggulan Indonesia dan turut menjadi motor pembangun perekonomian Bali serta Indonesia,” ujar Faruq.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |