Liputan6.com, Jakarta - Tempe sering menjadi pilihan bahan makanan karena mudah diolah untuk berbagai menu harian. Namun, banyak orang menghadapi masalah ketika masih ada sisa tempe setelah dimasak. Mengetahui cara menyimpan tempe setengah potong agar tidak cepat berlendir menjadi langkah yang perlu dilakukan supaya bahan makanan tersebut tetap bisa digunakan pada waktu berikutnya.
Tidak sedikit orang langsung memasukkan sisa tempe ke dalam kulkas tanpa memperhatikan cara membungkus maupun lokasi penyimpanannya. Kebiasaan tersebut dapat membuat permukaan tempe menjadi lembap sehingga lendir lebih cepat muncul. Jika dibiarkan, kualitas tempe akan menurun dan umur simpannya menjadi lebih singkat.
Kabar baiknya, ada beberapa langkah cara menyimpan tempe setengah potong agar tidak cepat berlendir dan tetap tahan untuk beberapa hari. Berikut adalah lima tips yang bisa Anda coba di rumah yang dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (22/7/2026).
Bungkus Bagian yang Terbuka dengan Rapat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304409/original/028913300_1784714262-f55acb06-1c7c-4cb0-996d-6fa8c7863ece.jpg)
Perbesar
Bagian tempe yang sudah dipotong lebih mudah terkena udara dibandingkan tempe utuh. Udara membawa uap air yang dapat membuat permukaan tempe menjadi lembap apabila dibiarkan terlalu lama tanpa penutup.
Gunakan plastik pembungkus makanan, kantong ziplock, atau wadah yang memiliki penutup rapat. Pastikan bagian bekas potongan tertutup sepenuhnya agar tidak langsung bersentuhan dengan udara di dalam kulkas.
Apabila tempe masih menggunakan bungkus daun, daun tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai lapisan pertama sebelum dimasukkan ke dalam wadah. Cara sederhana ini membantu menjaga kondisi tempe tetap bersih selama penyimpanan.
Simpan dalam Wadah Bersih dan Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304410/original/035471700_1784714262-eec83311-c0b3-4a17-90b3-271bb876d0af.jpg)
Perbesar
Wadah penyimpanan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas tempe. Sebelum digunakan, pastikan wadah telah dicuci dan dikeringkan. Wadah yang masih basah dapat meningkatkan kelembapan di dalamnya.
Pilih wadah dengan ukuran yang sesuai agar ruang kosong tidak terlalu banyak. Semakin sedikit udara di dalam wadah, semakin kecil kemungkinan terbentuk embun yang dapat membuat permukaan tempe menjadi basah.
Jika menggunakan kantong plastik, keluarkan udara sebanyak mungkin sebelum ditutup. Cara ini membantu menjaga kondisi tempe selama disimpan di dalam kulkas dan mengurangi terbentuknya uap air.
Simpan di Rak Chiller Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304411/original/042432100_1784714262-19a4ed5f-4ff3-426b-a453-77f75d43232d.jpg)
Perbesar
Setelah dibungkus dengan baik, simpan tempe di rak chiller kulkas. Suhu dingin membantu memperlambat perubahan pada tempe sehingga kondisinya dapat bertahan lebih lama dibandingkan penyimpanan di suhu ruang.
Hindari menyimpan tempe di pintu kulkas. Bagian tersebut sering mengalami perubahan suhu karena pintu dibuka dan ditutup. Perubahan suhu dapat membuat embun lebih mudah terbentuk di dalam kemasan.
Letakkan tempe di bagian tengah atau belakang rak chiller yang memiliki suhu lebih stabil. Dengan cara tersebut, tempe tetap berada pada kondisi penyimpanan yang lebih baik hingga waktu digunakan.
Gunakan Tisu Dapur untuk Menyerap Uap Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304412/original/049268200_1784714262-1d1f067a-6a0f-48ce-a58d-f01fc8aa7681.jpg)
Perbesar
Apabila tempe terlihat sedikit lembap, letakkan selembar tisu dapur di dalam wadah penyimpanan. Tisu berfungsi membantu menyerap uap air yang muncul selama tempe berada di dalam kulkas.
Pastikan tisu tidak terlalu basah saat digunakan. Jika setelah beberapa hari tisu mulai lembap, gantilah dengan yang baru agar proses penyerapan tetap berjalan dengan baik.
Langkah ini tidak wajib dilakukan setiap kali menyimpan tempe. Namun, cara tersebut dapat membantu mengurangi kelembapan apabila kondisi kulkas sering menghasilkan embun pada bahan makanan.
Habiskan Tempe dalam Waktu Beberapa Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304413/original/054288600_1784714262-8d37c956-2342-48a8-8f6d-c34b7c57c2ad.jpg)
Perbesar
Walaupun telah disimpan dengan benar, tempe tetap memiliki batas waktu penyimpanan. Sebaiknya sisa tempe digunakan dalam waktu sekitar dua hingga empat hari setelah dipotong.
Semakin lama tempe disimpan, kemungkinan muncul perubahan aroma, tekstur, dan permukaan akan semakin besar. Oleh karena itu, usahakan membeli tempe sesuai kebutuhan agar tidak terlalu banyak tersisa.
Jika belum akan digunakan dalam beberapa hari, pindahkan tempe ke freezer. Cara ini membantu memperpanjang masa simpan sehingga tempe masih dapat dimanfaatkan untuk berbagai masakan pada kesempatan berikutnya.
Tanda-Tanda Tempe Sudah Tidak Layak Dikonsumsi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304414/original/071675500_1784714262-pexels-vovkapanda-6208129.jpg)
Perbesar
Menyimpan tempe dengan benar dapat membantu memperpanjang masa simpannya, tetapi kondisi tempe tetap perlu diperiksa sebelum diolah. Jangan hanya mengandalkan waktu penyimpanan. Perubahan pada aroma, tekstur, maupun tampilannya dapat menjadi tanda bahwa tempe sudah tidak layak dikonsumsi.
- Permukaan Berlendir: Lendir pada permukaan tempe menandakan adanya perubahan selama penyimpanan. Jika tempe terasa licin saat disentuh meskipun baru dikeluarkan dari kulkas, sebaiknya jangan digunakan untuk diolah menjadi makanan.
- Mengeluarkan Bau Asam atau Busuk: Tempe memiliki aroma khas hasil proses fermentasi. Apabila muncul bau asam yang menyengat atau aroma busuk, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas tempe sudah menurun dan tidak lagi aman dikonsumsi.
- Muncul Jamur Berwarna: Tempe umumnya berwarna putih dengan sedikit bintik hitam yang berasal dari spora kapang. Namun, jika muncul jamur berwarna hijau, biru, merah, atau warna lain yang menyebar, sebaiknya tempe segera dibuang.
- Tekstur Menjadi Lembek: Tempe segar memiliki tekstur yang padat dan menyatu. Jika seluruh bagian terasa lembek, mudah hancur, atau berubah menjadi terlalu basah, kondisi tersebut menjadi tanda bahwa tempe sudah mengalami kerusakan.
- Warna Berubah Secara Menyeluruh: Perubahan warna menjadi kecokelatan, keabu-abuan, atau kehitaman pada sebagian besar permukaan tempe dapat menunjukkan bahwa proses penyimpanan sudah terlalu lama sehingga kualitasnya menurun.
- Kemasan Menggembung Disertai Bau Menyengat: Jika tempe masih berada di dalam kemasan dan terlihat menggembung, kemudian mengeluarkan bau tidak sedap saat dibuka, sebaiknya tempe tidak lagi digunakan untuk memasak.
Selalu lakukan pemeriksaan sebelum mengolah tempe, meskipun masa simpannya belum terlalu lama. Jika menemukan satu atau beberapa tanda di atas, lebih aman membuang tempe tersebut dan menggunakan tempe yang masih dalam kondisi baik.
Ide Olahan untuk Menghabiskan Sisa Tempe
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304415/original/090489400_1784714262-ella-olsson-Pb9aFVR9-Bk-unsplash.jpg)
Perbesar
Sisa tempe setengah potong tidak harus disimpan terlalu lama di dalam kulkas. Mengolahnya menjadi menu sederhana dapat membantu mengurangi risiko tempe berlendir sekaligus menghindari pemborosan bahan makanan. Berikut beberapa ide olahan yang bisa dicoba.
- Tempe Goreng: Iris tempe sesuai selera, lalu goreng hingga matang. Menu ini dapat disajikan sebagai lauk sehari-hari atau dipadukan dengan sambal dan sayuran untuk melengkapi hidangan.
- Tempe Orek: Potong tempe menjadi bentuk kecil, goreng sebentar, lalu masak bersama bawang, cabai, dan kecap. Hidangan ini mudah dibuat dan cocok dijadikan stok lauk untuk beberapa kali makan.
- Tempe Bacem: Masak tempe bersama air kelapa atau air berbumbu hingga meresap, kemudian goreng sebelum disajikan. Cara ini membantu menghabiskan sisa tempe sekaligus menghadirkan variasi menu di rumah.
- Tempe Mendoan: Iris tempe tipis, balut dengan adonan tepung berbumbu, lalu goreng sebentar. Sajikan selagi hangat bersama cabai rawit atau sambal sebagai camilan maupun lauk pendamping.
- Tempe Balado: Goreng potongan tempe hingga matang, kemudian campurkan dengan sambal balado. Menu ini dapat disimpan di dalam kulkas untuk dikonsumsi kembali pada waktu makan berikutnya.
- Tumis Tempe dan Buncis: Padukan potongan tempe dengan buncis, bawang, dan bumbu sederhana. Hidangan ini menjadi pilihan praktis untuk memanfaatkan sisa tempe yang masih layak dikonsumsi.
- Oseng Tempe Tahu: Campurkan tempe dan tahu dalam satu masakan dengan tambahan bawang, cabai, serta kecap. Menu ini membantu menghabiskan beberapa bahan makanan yang masih tersimpan di kulkas.
- Tempe Kering: Iris tempe tipis, goreng hingga matang, kemudian masak bersama bumbu manis dan sedikit cabai. Olahan ini dapat disimpan beberapa hari dalam wadah tertutup sebagai lauk siap santap.
- Perkedel Tempe: Haluskan tempe, campurkan dengan bumbu dan sedikit tepung, lalu bentuk bulat sebelum digoreng. Cara ini menjadi alternatif jika ingin menyajikan olahan tempe dengan bentuk berbeda.
- Pepes Tempe: Campurkan tempe dengan bumbu halus, daun kemangi, dan cabai, kemudian bungkus menggunakan daun pisang sebelum dikukus hingga matang. Menu ini cocok sebagai variasi hidangan sehari-hari.
Pertanyaan yang Sering Dicari tentang Cara Menyimpan Tempe Setengah Potong agar Tidak Cepat Berlendir
Berapa lama tempe setengah potong dapat disimpan di kulkas?
Tempe setengah potong umumnya dapat bertahan sekitar dua hingga empat hari di dalam chiller jika dibungkus rapat, disimpan dalam wadah bersih, dan tidak sering dikeluarkan dari kulkas.
Apakah tempe harus dicuci sebelum dimasukkan ke kulkas?
Tidak. Tempe sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan karena air yang menempel dapat meningkatkan kelembapan pada permukaan tempe sehingga risiko muncul lendir menjadi lebih besar.
Bolehkah menyimpan tempe setengah potong di freezer?
Boleh. Freezer menjadi pilihan jika tempe belum akan diolah dalam beberapa hari. Bungkus tempe dengan rapat agar kualitasnya tetap terjaga selama masa penyimpanan.
Apakah tempe yang sudah berlendir masih bisa dimasak?
Tidak disarankan. Permukaan yang berlendir menunjukkan tempe telah mengalami perubahan selama penyimpanan. Demi keamanan, sebaiknya tempe tersebut dibuang dan diganti dengan yang masih layak dikonsumsi.
Apa penyebab tempe cepat berlendir di kulkas?
Tempe dapat cepat berlendir karena disimpan dalam kondisi basah, kemasan tidak tertutup rapat, atau suhu kulkas sering berubah sehingga memicu terbentuknya embun di dalam kemasan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304526/original/084334000_1784718299-Literasi_finansial_keluarga_dalam_rangkaian_Amway_34th_Anniversary.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304576/original/014119700_1784721481-Resep_Tahu_Oseng_Kecombrang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2912113/original/041067100_1568608922-000_1KA7JD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304319/original/013854800_1784712447-d86b7089-a42f-4d98-940a-ce0c998e5bb4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3554942/original/002799700_1630291678-hernan-sanchez-kEFrAFKY6Sk-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/9304462/original/022713000_1784716147-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_1.09.05_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304345/original/092153100_1784713016-7cccbb09-2056-45be-bf1b-698002e7521c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304322/original/007233300_1784712706-079204500_1784521453-MDK_2__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303910/original/053280600_1784699765-Gemini_Generated_Image_9idk869idk869idk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303715/original/047340700_1784689056-SnapInsta.to_748311657_18547456414079342_6211149420089483576_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303682/original/035862600_1784686480-collage-1784685646213.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304065/original/020174200_1784705795-ChatGPT_Image_Jul_22__2026__02_35_33_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304087/original/068020900_1784706786-c29cb5c7-1b9b-45eb-8291-53cb9fac5c10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9300282/original/063326500_1784344720-20260718_Outfit_Suporter_Skotlandia_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303892/original/034198900_1784698290-Gemini_Generated_Image_lypejklypejklype.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303925/original/090421700_1784700777-cropped-39417b3e-11cd-464c-9fbe-507cf5e373b4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303783/original/050214600_1784693173-Depositphotos_684667652_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303420/original/087462800_1784631093-image002.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303714/original/075880200_1784688753-cropped-81367749-b4fd-45e9-9996-67310fa26fda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6218905/original/025592500_1779096122-110898.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562023/original/082621900_1776773066-IPU_Jazuli.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553738/original/069433000_1776045425-IMG-20260413-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498934/original/080033900_1770728830-IMG-20260204-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538362/original/007928400_1774513680-Mimume_Citra_-_Nota_Nobita.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551126/original/080948600_1775718841-pexels-gu-ko-2150570603-36903816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538138/original/004555100_1774504029-cropped-5e496036-f28a-4d92-b4a2-cdc821bf6b8f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161557/original/015499400_1741847078-1741841077574_penyebab-prostat-pada-pria.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007070/original/029600700_1731657279-Desain_tanpa_judul__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541436/original/021411000_1774862780-miss_grand_thailand.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436368/original/051742300_1765169309-mushroom-soup-kettle-veggies.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538689/original/079362000_1774575524-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542066/original/056979600_1774931883-Gemini_Generated_Image_7z7h867z7h867z7h.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4772783/original/084794900_1710422708-pexels-engin-akyurt-1435904.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525618/original/032506000_1773046997-Gemini_Generated_Image_u4u5xbu4u5xbu4u5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5244736/original/096094500_1749214322-712bd6d1-a396-40eb-99bf-ff5678033a3f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539153/original/053685600_1774591858-Gemini_Generated_Image_v36g1uv36g1uv36g.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500436/original/032525300_1770865507-gambar__39_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3335255/original/042749200_1609160437-agto-nugroho-NYMRvWePmn8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550972/original/062957900_1775713364-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_12.29.01__1_.jpeg)