Sambut Piala Dunia 2026, Pemesanan Properti Sewa Jangka Pendek di AS Naik hingga 58 Persen

11 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tinggal menghitung bulan. Tingkat pemesanan properti sewa jangka pendek menunjukkan kenaikan signifikan, terutama di sejumlah kota tuan rumah di Amerika Serikat pada Juni dan Juli 2026.

Menurut data perusahaan analisis AirDNA, dikutip dari NY Post, Kamis (23/4/2026), tingkat pemesanan properti melonjak hingga 58 persen di kota-kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia di AS. Sementara secara nasional, pemesanan pada Juni 2026 meningkat 15,2 persen dibandingkan tahun lalu dan Juli naik 17,1 persen, menurut laporan Maret 2026.

"Piala Dunia AS mungkin merupakan momen sewa jangka pendek terbesar yang pernah terjadi," kata Bram Gallagher, direktur ekonomi dan proyeksi di AirDNA yang mengumpulkan dan menganalisis data Vrbo dan Airbnb, kepada Realtor.com. "Itulah pendorong utama dari lonjakan pemesanan yang kita lihat ini."

Sebelas kota di Amerika Serikat dipilih FIFA untuk menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia 2026. FIFA memperkirakan lebih dari lima juta penggemar akan menghadiri satu atau lebih dari 104 pertandingan yang dijadwalkan antara 11 Juni dan 19 Juli 2026.

"Ada penggemar domestik, penggemar internasional, dan mereka yang hanya akan menonton final [pada 19 Juli] karena mereka tahu mereka akan menyaksikan olahraga kelas dunia," kata Gallagher.

Turnamen ini akan menjadi Piala Dunia FIFA pertama yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara, yakni AS, Kanada, dan Meksiko. Juga yang pertama yang melibatkan 48 tim (naik dari 32) yang bertanding dalam 104 pertandingan untuk memperebutkan trofi emas 18 karat.

Tingkat Pemesanan Properti Sewa Jangka Pendek di 10 Kota di AS

Menurut AirDNA mengatakan permintaan meningkat rata-rata 66 persen untuk semua kota tuan rumah selama tanggal pertandingan Piala Dunia berlangsung. Itu menunjukkan lonjakan minat perjalanan ke turnamen tersebut meskipun harga tiket pesawat naik akibat biaya bahan bakar jet yang lebih tinggi.

Sebelas kota menjadi tuan rumah Piala Dunia di AS, yakni Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Los Angeles, Miami, New York/New Jersey, Philadelphia, San Francisco Bay Area, dan Seattle. Sepuluh kota di antaranya memiliki tingkat hunian tertinggi selama Juni dan Juli, yaitu Miami (naik 58,4% YoY); Fort Worth, TX (58,2%); Kansas City, MO (48,5%); Houston (45,2%); Dallas (44,3%); Jersey City/Newark, NJ (39,7%); Fort Lauderdale, FL (33,4%); Philadelphia (32,9%); Atlanta (31,5%); dan Los Angeles (31,4%).

Namun, angka-angka ini dapat melonjak drastis pada tanggal pertandingan yang sangat dinantikan. Misalnya, pada hari pertandingan Brasil vs. Skotlandia pada 24 Juni 2026, pemesanan meningkat sampai 244 persen di Miami. Kansas City mengalami peningkatan terbesar dalam daftar penyewaan liburan khusus untuk Piala Dunia, dengan 11 persen dari daftar baru yang terkait secara eksklusif dengan turnamen tersebut.

Anomali di New York

Di sisi lain, New York mengalami anomali karena tidak mengalami peningkatan pemesanan sewa properti jangka pendek yang signifikan menyambut Piala Dunia. Penertiban penyewaan jangka pendek 30 hari atau kurang pemicunya sehingga permintaan beralih ke kota terdekat, seperti Jersey City dan Newark yang naik tingkat huniannya, menurut AirDNA.

Masing-masing kota yang berdekatan dengan New York tersebut meningkat sebesar 125 persen pada hari pertandingan 25 Juni dan 27 Juni, dibandingkan dengan hanya 31 persen untuk New York. Final—yang menentukan negara mana yang akan membawa pulang Piala Dunia—akan berlangsung pada 19 Juli 2026 di Stadion MetLife di Rutherford, NJ.

Pada tanggal tersebut, Jersey/Newark sejauh ini mengalami peningkatan pemesanan sebesar 108 persen. Lingkungan terpopuler yang dipesan berlokasi di Paterson, dengan pemesanan penyewaan jangka pendek meningkat 175 persen.

Tapi, Piala Dunia bukan satu-satunya pemicu pertumbuhan pemesanan sewa jangka pendek. Ada perjalanan musim panas dengan cuaca yang lebih hangat dan, secara nasional, pemesanan pada April (+2,8%) dan Mei (+2,9%) sedikit lebih tinggi dibandingkan peningkatan dua persen di bulan Maret.

Wasit China Kontroversial Pimpin Laga Piala Dunia 2026

Sebelumnya, FIFA mengumumkan daftar ofisial pertandingan yang akan bertugas di Piala Dunia FIFA 2026, dan salah satu nama yang menarik perhatian adalah wasit asal China, Ma Ning. Pemilihan Ma Ning disorot karena rekam jejaknya yang diwarnai berbagai keputusan kontroversial di beberapa pertandingan penting.

Mengutip kanal Bola Liputan6.com, turnamen akbar empat tahunan ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah, dengan 48 tim dan 104 pertandingan, sehingga membutuhkan jumlah ofisial terbanyak. Ma Ning, yang lahir pada 14 Juni 1979, dikenal sebagai wasit FIFA terkemuka dari China dan telah banyak memimpin laga di turnamen besar Asia sejak 2011.

Proses seleksi ofisial ini berlangsung selama lebih dari tiga tahun, dengan FIFA mengklaim telah memilih "yang terbaik di dunia" setelah pemantauan dan evaluasi ketat. Meskipun demikian, penunjukannya untuk ajang sebesar Piala Dunia 2026 menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran, mengingat serangkaian insiden yang pernah melibatkan dirinya.

Kontroversi ini meliputi pertandingan di Liga Super China, Final Piala Asia AFC 2023, hingga kualifikasi Piala Dunia 2026 yang melibatkan timnas Indonesia.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |