Penurunan Kebugaran Tubuh Bisa Dipicu Nyeri Tulang dan Sendi, Dokter Bahas Operasi Ortopedi

10 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Masalah pada tulang dan sendi berkaitan dengan penurunan kebugaran tubuh secara umum. Pasalnya, rasa nyeri kerap memengaruhi gerak dan aktivitas tubuh.

“Semua manusia itu diciptakan untuk bergerak, wajib bergerak. Pada saat ada nyeri di anggota gerak, pasien pasti akan membatasi gerakannya,” kata dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan panggul dan lutut, Satria Prawira Putra kepada Health Liputan6.com saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

“Nah, pada saat manusia membatasi gerakannya, hanya berbaring di tempat tidur, hanya duduk di kursi roda, penyakit-penyakit yang lain akan bermunculan. Misalkan, gampang terkena infeksi paru ditandai dengan batuk-batuk. Bisa juga berat badannya bertambah banyak dan memengaruhi kesehatan yang lain,” tambah dokter yang bertugas di Primaya Hospital Bekasi Timur.

Pada prinsipnya, sambung Satria, manusia memang harus bergerak dan rasa sakit atau nyeri pada tulang dan sendi bisa menghambat gerak sehingga perlu diatasi.

Salah satu cara mengatasi masalah tulang dan sendi adalah operasi ortopedi. Ini adalah operasi yang bertujuan untuk mengembalikan gerak tubuh secepat mungkin.

“Operasi ortopedi dilakukan agar pasien bisa bergerak sedini mungkin. Misalnya, operasi ganti sendi, itu tiga jam pasca operasi justru pasien harus latihan berjalan, tidak boleh didiamkan,” jelas Satria.

Operasi Ganti Sendi Lutut

Operasi ganti sendi lutut atau total knee replacement menjadi salah satu cara ampuh mengatasi masalah pengapuran sendi lutut. Dengan operasi ini, pasien dapat kembali beraktivitas dan menjaga kebugaran.

“Operasi ganti sendi lutut itu sudah sering dilakukan operasi ini sebenarnya di Amerika itu sudah dilakukan sejak tahun 1928. Di tahun 2026 ini tingkat keberhasilannya 95 persen ke atas, tapi tetap sebagai dokter kita harus kasih tahu risikonya apa,” papar Satria.

Menurutnya, tingkat risiko operasi ganti sendi lutut adalah 0,1 persen. Risikonya sendiri berupa infeksi. Ada pula risiko emboli, yakni masuknya bekuan darah ke paru hingga memicu sesak. Namun, risiko ini pun cukup rendah di bawah angka 1 persen.

“Risiko-risiko ini wajib diterangkan ke pasien, tapi angka risiko ini kecil,” ujarnya.

Latihan Gerak 3 Jam Setelah Operasi

Dalam kurun waktu tiga jam setelah operasi ganti sendi lutut, pasien perlu melakukan latihan menggerakan kaki.

“Akan dilatih oleh fisioterapis, besoknya dokter yang mengoperasi akan melatih pasien dengan sendirinya.”

Pasien umumnya dapat kembali ke rumah dua hari setelah tindakan operasi. Jika dokter telah memastikan bahwa pasien mampu berjalan menggunakan tongkat, maka keesokan harinya dokter akan mengizinkan pasien untuk pulang.

Setelah luka benar-benar kering, pasien sudah dapat melakukan latihan fisik. Aktivitas yang direkomendasikan bagi pasien operasi penggantian sendi lutut adalah bersepeda.

“Biasanya bersepeda bisa dilakukan setelah satu bulan, tapi untuk pasien benar-benar merasa tidak nyeri di lututnya sama sekali, benar-benar seperti normal itu biasanya tiga sampai enam bulan,” ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |