Kapan Vaksin Campak Diberikan? Ini Jadwal Imunisasi Anak dan Rekomendasi untuk Dewasa

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kasus campak kembali meningkat dan menjadi sorotan publik. Penyakit yang kerap dianggap ringan ini ternyata bisa berdampak serius, bahkan fatal. Di tengah tren kenaikan kasus di Indonesia, pertanyaan penting yang sering ditanya adalah 'kapan vaksin campak diberikan agar perlindungan maksimal bisa tercapai?'

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Indonesia menempati peringkat kedua dunia untuk jumlah kasus campak terbanyak, dengan lebih dari 17 ribu kasus sepanjang 2025. Angka ini terus berlanjut di awal 2026, menandakan bahwa pencegahan melalui imunisasi masih menjadi tantangan besar.

Mengapa Vaksin Campak Penting?

Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis, dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(K), MSc (TropPaed) menjelaskan bahwa campak adalah infeksi virus yang sangat menular melalui udara. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke 12 hingga 18 orang lain dalam populasi rentan.

Virus ini, lanjut Nina, bahkan bisa bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan. Tidak hanya itu, komplikasi campak bisa sangat serius, mulai dari pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga kematian.

Bahkan, efek jangka panjang seperti penurunan sistem kekebalan tubuh juga bisa terjadi. Dampak jangka panjangnya sangat mengkhawatirkan, salah satunya adalah immune amnesia, ketika sistem kekebalan tubuh seperti 'di-reset' kembali.

Lebih lanjut Nina mengatakan bahwa setelah terkena campak, tubuh anak bisa kehilangan hingga 73 persen memori antibodi terhadap penyakit lain. "Artinya, anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain meski sebelumnya sudah memiliki kekebalan," kata Nina.

Kapan Vaksin Campak Diberikan pada Anak?

Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jadwal imunisasi campak pada anak harus diberikan secara bertahap untuk memastikan perlindungan optimal:

  • Usia 9 bulan: dosis pertama vaksin MR (Measles-Rubella)
  • Usia 15 s.d 18 bulan: dosis kedua vaksin MR/MMR
  • Usia 5–7 tahun: dosis ketiga atau booster MR/MMR

Nina mengingatkan bahwa pemberian vaksin ini penting dilakukan tepat waktu, terutama karena anak-anak termasuk kelompok paling rentan terhadap penularan campak, terutama saat mulai aktif berinteraksi di lingkungan seperti sekolah.

Dia juga mengingatkan bahwa momen seperti libur Lebaran atau awal masuk sekolah meningkatkan risiko penularan. "Interaksi di ruang tertutup seperti kelas atau transportasi umum sangat mempermudah penyebaran virus," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |