Inilah Empat Winner Genera-Z Berbakti yang Wujudkan Program Pengabdian di Desa Bakti BCA

10 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Empat tim yang mewakili perguruan tinggi di Indonesia, resmi terpilih sebagai winner atau pemenang program Genera-Z Berbakti 2026. Mereka bersiap mengimplementasikan program pengabdian masyarakat di empat Desa Bakti BCA. Para mahasiswa bersama masyarakat akan mengembangkan potensi desa dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.

Keempat pemenang tersebut berasal dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, dan Universitas Indonesia. Mereka berhasil lolos setelah melalui proses seleksi proposal dan penjurian di babak top 8, mengungguli tim-tim dari berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia.

Empat Tim, Empat Desa Bakti BCA

Masing-masing tim pemenang Genera-Z Berbakti 2026 akan menjalankan program pengabdian di satu Desa Bakti BCA dengan pendekatan yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat dan proposal yang diusung.

Mulai dari pengembangan desa wisata berbasis green-blue economy, ekonomi sirkular, pemberdayaan perempuan, hingga wellness tourism, seluruh gagasan tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan potensi desanya secara mandiri.

1. UGM Kembangkan Green-Blue Economy di Desa Terong

Tim Universitas Gadjah Mada akan mengimplementasikan proposal Optimalisasi Potensi Lokal Desa melalui Sustainable Tourism dan Inovasi Berbasis Green-Blue Economy untuk meningkatkan kesejahteraan di Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

Tim yang dimotori Nauval Rajwaa Raysendria (Nauval), Fauzyiah Putri Rudiyanto (Uzi), dan Muhammad Ahnaf Al-Faruq (Faruq) ingin mengembangkan potensi alam, budaya, pertanian, hingga kawasan pesisir melalui konsep pariwisata berkelanjutan tanpa menghilangkan identitas lokal.

Uzi mengatakan tujuan utama program tersebut bukan mengeksploitasi desa, melainkan memperkuat potensi yang telah dimiliki masyarakat.

"Program ini bukan untuk mengeksploitasi lingkungan, tapi menjaga dan merawat potensi yang sudah ada. Jadi masyarakat tetap nyaman dengan budayanya, sementara wisatawan juga bisa belajar dari sana," ujarnya.

2. Unpad Ingin Wujudkan Ekonomi Sirkular di Gunung Padang

Tim Universitas Padjadjaran akan mengabdi di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melalui program MEGA-LESTARI (Megalitik Lestari) yang mengintegrasikan ekonomi sirkular, sanitasi, pengelolaan sampah, serta pemberdayaan pemuda desa.

Tim yang dimotori Muhammad Ghifari Arfananda (Ghifari), Yusfi Sri Wahyuningtias (Yusfi), dan Dellpati Almusawwir Nasution (Dellpati) ini berharap masyarakat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Tujuannya supaya engagement dan eksistensi Gunung Padang bisa meningkat. Kami ingin ada ekonomi sirkular yang saling menguntungkan dan sustain untuk masyarakat di sana," ujar Ghifari.

3. UNAIR Dorong Perempuan Jadi Penggerak Desa

Di Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Tim Universitas Airlangga membawa program Amerta Pertiwi yang menggabungkan aspek lingkungan, kesehatan, teknologi, dan pemberdayaan perempuan.

Ketua Tim Amerta Pertiwi, Regina Saraswati Devita Nugra Heni (Regina), mengatakan perempuan menjadi kunci perubahan karena memiliki pengaruh besar dalam kehidupan keluarga.

"Kalau perempuan diberdayakan, dampaknya bukan cuma ke dirinya sendiri, tapi ke anaknya, keluarganya, bahkan lingkungannya. Misalnya ibu-ibu mulai memilah sampah di dapur, otomatis anak dan bapaknya ikut," ujar Regina.

Usamah, rekan satu tim Regina, menambahkan pendekatan tersebut dipilih setelah tim melihat langsung kondisi masyarakat.

"Kami sadar aset terbesarnya justru perempuan-perempuannya. Budaya di sana kuat sekali. Dari situ kami merasa programnya tidak perlu terlalu rumit, yang penting melibatkan perempuan," kata Usamah.

Usamah menegaskan timnya tidak ingin membawa perubahan yang dipaksakan, melainkan memperkuat penggerak yang telah dimiliki desa.

4. UI Kembangkan Wellness Tourism dari Tomohon

Sementara itu, Tim Universitas Indonesia akan mengembangkan program KATALIS (Kakaskasen Dua Transformation for Agriculture, Wellness Tourism, and Local Innovation Sustainability) di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Sulawesi Utara.

Program tersebut memadukan potensi pertanian, wisata berbasis kesehatan, budaya lokal, serta inovasi digital sebagai bagian dari pengembangan desa wisata.

Sarah Naomi Khairunnisa, salah seorang motor penggerak tim KATALIS, mengatakan timnya ingin menjadi katalisator yang mendampingi masyarakat. "Kami merasa sebagai katalisator. Kami bukan ingin mengubah masyarakat atau memaksakan gaya hidup baru, tapi mendampingi mereka memaksimalkan apa yang sebenarnya sudah mereka miliki," ujarnya.

Menurutnya, tantangan yang masih dihadapi desa adalah promosi digital. "Potensi di sana sebenarnya besar, tapi promosi digitalnya belum optimal. Jadi kami ingin mendampingi masyarakat untuk memanfaatkan media digital agar desa wisata ini lebih dikenal."

Sementara itu Ketua Tim KATALIS, Divanykailla Aurora Nugroho, berharap konsep wellness tourism berbasis alam dapat direplikasi di berbagai daerah lain tak hanya di Tomohon.

Bukan Sekadar Proposal, Saatnya Membuktikan di Lapangan

Berakhirnya proses penjurian menjadi awal bagi empat tim Genera-Z Berbakti 2026 untuk mengimplementasikan gagasan mereka di Desa Bakti BCA. Tantangan berikutnya bukan lagi menyusun proposal, melainkan menerjemahkan ide menjadi program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Panelis Genera-Z Berbakti 2026, Tri Mumpuni, mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah program pengabdian tidak ditentukan oleh seberapa rumit konsep yang ditawarkan, melainkan seberapa dalam mahasiswa memahami kehidupan masyarakat yang akan mereka dampingi.

Menurut Tri Mumpuni, langkah pertama yang perlu dilakukan para finalis adalah membangun empati sebelum menawarkan solusi.

"Saya berharap kalian, nanti pada saat berada di sana, cobalah berada di sepatunya mereka. Jadi, the choice of development itu betul-betul bisa tumbuh dan muncul dari masyarakat sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut, Tri Mumpuni menekankan bahwa seluruh ide yang telah dipresentasikan para pemenang Genera-Z Berbakti BCA baru akan memiliki makna apabila diwujudkan melalui implementasi yang konsisten di lapangan.

"Nanti, pada saat kalian berada di lapangan, sebaiknya juga sama seperti apa yang sudah kalian berikan kepada kami. Cukup tangguh mempertahankan apa yang kita tanya, dan mampu menjawab persoalan-persoalan yang kita mitigasi akan muncul di lapangan. Dengan beberapa penilaian yang sudah kita diskusikan, saya pikir penting banget untuk selalu mengingat bahwa konsep yang bagus harus terus dibuktikan dengan implementasi yang bagus," ujarnya.

Melihat semangat para pemenang beserta program yang mereka rancang, Tri Mumpuni optimistis keempat tim mampu menjalankan pengabdian di Desa Bakti BCA dengan baik. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan perubahan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.

"Indonesia membutuhkan anak-anak muda seperti kalian. Saya masih punya keyakinan bahwa kita akan menjadi bangsa yang besar karena kita memiliki generasi seperti ini,” kata perempuan berjuluk Wanita Listrik itu.

Dengan dimulainya fase implementasi, keempat finalis kini membawa satu misi yang sama, yakni membuktikan bahwa gagasan yang lahir melalui Genera-Z Berbakti 2026 dapat memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat di Desa Bakti BCA.

Ikuti perjalanan para finalis BCA Genera-Z Berbakti 2026 dalam pengabdian masyarakat di Desa Bakti BCA dan temukan berbagai kisah inspiratif tentang inovasi, kolaborasi, serta pemberdayaan masyarakat yang lahir dari potensi desa Indonesia. Saksikan tayangan lengkapnya di YouTube Solusi BCA, atau kunjungi bca.id/genzberbakti. Tayangan inspiratif ini juga dapat disaksikan melalui Vidio.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |