Cara Mengupas Nanas Bebas Sampah, 5 Teknik Mudah agar Daging Buah Tidak Terbuang Percuma

12 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Seringkali, kegiatan mengupas buah di rumah terasa seperti tugas yang menantang, terutama ketika menghadapi buah tropis yang lezat namun "rumit" seperti nanas. Membawa pulang nanas yang matang, manis, berair, dan menyegarkan memang memuaskan, namun banyak orang merasa kesulitan saat harus memisahkan kulitnya yang tajam dan berduri tanpa membuang banyak daging buah. Kulit yang keras dan deretan "mata" cokelat sering menggoda kita untuk memotong lapisan buah yang tebal bersama dengan kulitnya, padahal cara mengupas nanas bebas sampah yang tepat bisa menyelamatkan daging buah tersebut.

Banyak orang tanpa sadar membuang terlalu banyak bagian buah saat mengupasnya, padahal bagian dekat kulit justru kaya akan nutrisi. Untungnya, dengan teknik yang benar, Anda bisa memisahkan kulit dari dagingnya sambil menjaga sebagian besar buah tetap utuh dan bahkan memanfaatkan limbahnya menjadi sesuatu yang berguna. Simak lima cara melakukan ini di rumah untuk memaksimalkan setiap bagian nanas yang Anda beli.

Metode-metode ini tidak hanya menghemat uang belanja buah Anda, tetapi juga mendukung gaya hidup zero waste yang semakin penting untuk lingkungan. Berikut cara mengupas nanas bebas sampah dari berbagai sumber, Jumat (21/8/2026).

1. Teknik Pisau Chef 

Ini adalah salah satu metode paling sederhana dan semua yang Anda butuhkan hanyalah pisau dapur (chef's knife) yang tajam dan talenan. Mulailah dengan menidurkan nanas di sisinya, lalu potong bagian mahkota daun (crown) dan bagian pangkal bawahnya untuk menciptakan alas yang stabil.

Selanjutnya, dirikan buah secara tegak dan iris kulit bagian luar secara hati-hati dari atas ke bawah mengikuti lengkungan alami nanas, usahakan sedekat mungkin dengan bentuk aslinya. Trik utamanya di sini adalah menghindari memotong terlalu dalam agar daging buah tidak terbuang sia-sia. Setelah kulit terluar hilang, gunakan pisau kecil (paring knife) untuk membuang bintik-bintik mata cokelat yang tertinggal satu per satu atau menyisirnya sedikit demi sedikit.

2. Menggunakan Alat Pengupas Khusus 

Jika Anda adalah penikmat nanas sejati yang sering mengonsumsinya, memiliki alat pineapple corer di rumah adalah investasi cerdas. Setelah memotong bagian mahkota daun, letakkan nanas dalam posisi tegak dan posisikan alat corer tepat di tengah daging buah (di atas bonggol).

Cukup dorong dan putar alat tersebut ke bawah menembus buah, tergantung pada desain alatnya, hingga mencapai dasar nanas. Corer dirancang untuk mengangkat daging buah yang dapat dimakan dalam bentuk spiral bersambung, sementara kulit kerasnya tertinggal utuh sebagai "mangkuk" alami.

Alat ini sangat berguna ketika Anda ingin menyajikan nanas dengan rapi atau menyiapkannya dengan cepat untuk salad, hidangan penutup, dan camilan. Karena corer memisahkan daging dari bonggol dalam satu gerakan terus-menerus, proses pengupasan dan pemotongan menjadi jauh lebih cepat dan tidak berantakan.

3. Kupas Tipis dan Buang Mata

Metode ini sangat membantu mengurangi limbah secara signifikan karena Anda hanya membuang bagian yang benar-benar tidak bisa dimakan. Pertama, kupas kulit nanas setipis mungkin, sekadar menghilangkan lapisan kulit keras luarnya, dan biarkan mata-mata cokelatnya tetap menempel pada daging.

Selanjutnya, gunakan pisau kecil yang sangat tajam atau alat pencabut mata nanas (penjepit khusus) untuk mengangkat setiap mata nanas satu per satu. Meskipun ini adalah metode yang memakan waktu dan butuh kesabaran, teknik ini mampu mempertahankan jumlah daging buah yang paling signifikan dibandingkan cara lain. Bagian daging terluar yang manis dan kaya vitamin tetap bisa Anda nikmati sepenuhnya.

4. Potong Empat Bagian Memanjang 

Ini juga merupakan cara cerdas mengupas yang memberikan Anda kontrol lebih baik terhadap buah, terutama jika nanasnya berukuran besar dan licin. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memotong nanas menjadi empat bagian secara memanjang (vertikal) dari atas ke bawah.

Pertama, buang mahkota dan alasnya, lalu belah nanas secara vertikal menjadi empat bagian sama besar. Letakkan setiap seperempat bagian secara mendatar di atas talenan, lalu iris dan buang bagian bonggol tengah yang keras dari setiap potongan.

Setelah itu, selipkan pisau di antara daging buah dan kulitnya, ikuti lengkungan buah seperti saat memisahkan daging melon dari kulitnya. Buah Anda kini siap dipotong menjadi potongan dadu, irisan, atau bagian-bagian yang lebih kecil sesuai selera.

5. Potongan Spiral Diagonal

Untuk teknik ini, mulailah dengan membuang mahkota dan dasar nanas agar bisa berdiri tegak dengan stabil. Dirikan buah secara tegak dan potong kulit luarnya saja dengan hati-hati, biarkan mata-mata nanas tetap terlihat menempel pada daging buah sebanyak mungkin.

Setelah itu, perhatikan pola alami mata nanas yang membentuk garis diagonal memutar mengelilingi buah. Gunakan pisau kecil untuk membuat parit atau alur berbentuk huruf "V" dangkal mengikuti garis diagonal tersebut untuk mengangkat deretan mata sekaligus.

Alur ini dapat menghilangkan beberapa mata dalam pola yang berkelanjutan tanpa memotong terlalu dalam ke daging buah, menghasilkan tampilan nanas spiral yang cantik dan klasik seperti yang sering dijual pedagang rujak buah.

Jangan Buang Sisanya: Manfaatkan Bonggol dan Kulit Nanas

Konsep "bebas sampah" tidak berhenti pada cara mengupas, tetapi juga bagaimana kita memanfaatkan bagian yang biasanya berakhir di tempat sampah.

Manfaat Bonggol (Core) Nanas

Menurut para ahli, bonggol tengah nanas yang keras seringkali berakhir di tempat sampah, padahal bagian ini sangat kaya akan bromelain. Sebuah studi dalam Medical News Today (2025) menyebutkan bahwa bromelain adalah enzim yang efektif untuk mengurangi peradangan dan membantu pencernaan protein.

Bonggol nanas dapat dipotong kecil-kecil dan ditambahkan ke dalam smoothie, di mana blender berkekuatan tinggi mampu menghancurkan teksturnya yang keras menjadi halus. Anda juga bisa menggunakannya untuk menambah rasa segar pada infused water, saus masakan, atau rendaman daging (marinade) karena enzimnya dapat mengempukkan daging secara alami.

Olah Kulit Nanas Menjadi Minuman Kaya Manfaat

Kulit nanas yang sudah dicuci bersih sebelum dikupas mengandung antioksidan tinggi. Jangan langsung membuangnya!

  1. Teh Kulit Nanas: Rebus kulit nanas dengan kayu manis, cengkeh, dan jahe. Saring airnya dan nikmati sebagai teh herbal yang menghangatkan dan meningkatkan imunitas.
  2. Tepache: Minuman fermentasi tradisional Meksiko ini dibuat dari fermentasi kulit nanas, gula merah, dan air selama 2-3 hari. Riset dalam Journal of Food Science and Technology menunjukkan bahwa fermentasi kulit nanas menghasilkan probiotik alami yang baik untuk kesehatan usus.
  3. Pupuk Alami: Jika tidak ingin dikonsumsi, kulit nanas bisa difermentasi dengan gula dan air untuk menjadi eco-enzyme atau pupuk cair yang menyuburkan tanaman karena kandungan nitrogen dan kaliumnya.

Dengan menerapkan metode pengupasan yang tepat dan memanfaatkan sisa-sisanya, Anda tidak hanya menikmati buah nanas yang lezat tetapi juga berkontribusi pada lingkungan dengan meminimalkan sampah dapur.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengupas Nanas Bebas Sampah

Apakah bonggol nanas benar-benar aman untuk dimakan?

Ya, bonggol nanas sangat aman dimakan dan justru menyehatkan. Meskipun teksturnya lebih keras dan berserat dibandingkan daging buahnya, bonggol nanas mengandung konsentrasi enzim bromelain tertinggi. Enzim ini berfungsi sebagai anti-inflamasi alami, membantu meredakan nyeri sendi, serta memperlancar sistem pencernaan dengan memecah protein lebih efisien.

Berapa lama nanas yang sudah dikupas bisa bertahan di kulkas?

Nanas yang sudah dikupas dan dipotong sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di dalam kulkas. Dalam kondisi ini, nanas dapat bertahan segar selama 5 hingga 7 hari. Untuk menjaga kesegarannya lebih lama, Anda bisa menambahkan sedikit air jeruk nipis atau lemon pada potongan nanas untuk memperlambat proses oksidasi (perubahan warna menjadi cokelat) dan menjaga rasanya tetap segar.

Apa tanda nanas sudah matang sempurna untuk dikupas?

Nanas yang matang sempurna biasanya memiliki aroma manis yang kuat di bagian pangkalnya. Selain itu, perhatikan warnanya; nanas matang seringkali berwarna kuning keemasan dari bawah hingga ke tengah. Cobalah menarik salah satu daun di bagian tengah mahkotanya—jika daun tersebut terlepas dengan mudah tanpa tenaga berlebih, itu adalah indikator kuat bahwa nanas sudah matang, berair, dan siap untuk dikupas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |