Campak Bisa Picu Pneumonia, Guru Besar FKUI Ungkap Risikonya

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Campak kerap dianggap sebagai penyakit ringan yang hanya ditandai dengan ruam dan demam. Padahal, di balik gejala tersebut, terdapat risiko komplikasi serius yang bisa mengancam nyawa, salah satunya adalah pneumonia atau infeksi paru-paru.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K), mengingatkan bahwa komplikasi ini menjadi penyebab utama kasus campak yang berkembang menjadi parah hingga berujung kematian.

"Campak bukan sebatas ruam dan demam. Campak dapat menyebabkan pneumonia sebagai salah satu komplikasi yang serius," ujar Erlina Burhan.

Campak dan Risiko Pneumonia yang Mengintai

Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang menyebabkan peradangan pada kantung udara (alveoli). Pada pasien campak, kondisi ini bisa terjadi karena sistem imun tubuh melemah akibat infeksi virus.

Ketika daya tahan tubuh menurun, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi sekunder, termasuk bakteri yang menyerang paru-paru. Inilah yang membuat pneumonia sering muncul sebagai komplikasi lanjutan dari campak.

Menurut Erlina Burhan, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak ditangani dengan cepat, pneumonia dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga kematian, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.

Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai

Pada awalnya, gejala campak memang terlihat seperti penyakit biasa, seperti:

  • Demam tinggi
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Batuk dan pilek
  • Mata merah

Namun, kata Erlina Burhan, ketika sudah berkembang menjadi pneumonia, gejala bisa semakin berat, seperti:

  1. Sesak napas
  2. Napas cepat atau pendek
  3. Nyeri dada
  4. Kondisi tubuh semakin lemah
  5. Perubahan gejala ini menjadi tanda penting bahwa pasien membutuhkan penanganan medis segera.

Pentingnya Penanganan Dini Campak

Penanganan campak yang cepat dan tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serius. Erlina Burhan menegaskan bahwa keterlambatan penanganan dapat memperburuk kondisi pasien secara signifikan.

"Pneumonia menjadi penyebab utama kasus campak yang berujung parah hingga kematian. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat penting," ujarnya.

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengenali gejala sejak dini dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan. Dengan penanganan yang tepat, risiko komplikasi dapat ditekan secara signifikan.

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama terhadap komplikasi campak. Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami pneumonia antara lain:

  1. Anak-anak, terutama balita
  2. Lansia
  3. Individu dengan sistem imun lemah
  4. Orang dengan status gizi buruk

Pada kelompok ini, infeksi campak bisa berkembang lebih cepat dan lebih berat dibandingkan populasi umum.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |