Bahaya Campak yang Jarang Disadari, Tubuh Bisa Kehilangan 'Ingatan' hingga Berujung Kematian

18 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Campak sering dianggap sebagai penyakit ringan yang hanya ditandai dengan ruam merah dan demam. Padahal, di balik gejalanya yang terlihat sederhana, campak menyimpan risiko serius yang bisa berdampak jangka panjang, bahkan berujung kematian.

Pendiri dan Ketua Health Collaborative Centre (HCC), Ray Wagiu Basrowi, menegaskan bahwa anggapan tersebut perlu diluruskan.

"Banyak orang masih berpikir campak itu biasa, padahal campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia dan bisa berakibat fatal," ujarnya dikutip Health Liputan6.com dari akun Instagram @hcc.indonesia pada Minggu, 29 Maret 2026.

Infeksi virus campak tidak hanya menyerang kulit, tapi juga dapat memicu berbagai komplikasi serius. Beberapa di antaranya adalah pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), hingga gagal napas.

Komplikasi inilah yang menjadi penyebab utama kematian pada pasien campak, terutama pada mereka dengan kondisi tubuh yang lemah atau daya tahan tubuh rendah.

Salah satu dampak campak yang jarang disadari adalah kemampuannya melemahkan sistem kekebalan tubuh secara signifikan. Kondisi ini dikenal sebagai immune amnesia.

Menurut Ray, setelah seseorang terinfeksi campak, sistem imun bisa kehilangan 'ingatan' terhadap berbagai infeksi yang sebelumnya pernah dilawan.

"Artinya, tubuh seperti kembali ke kondisi awal dan lebih rentan terhadap infeksi lain setelah sembuh dari campak," ujarnya.

Dampaknya, seseorang tidak hanya harus pulih dari campak, tapi juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit lain dalam periode setelahnya.

Kondisi Tubuh Ikut Menentukan Keparahan

Selain faktor virus, kondisi tubuh juga sangat memengaruhi tingkat keparahan campak. Beberapa faktor yang dapat memperburuk infeksi antara lain kelelahan, kurang tidur, stres kronis, serta paparan virus yang tinggi.

Kombinasi kondisi tersebut dapat membuat infeksi berkembang lebih cepat dan lebih berat, terutama pada kelompok rentan.

Tenaga kesehatan, misalnya, menjadi salah satu kelompok dengan risiko tinggi karena sering terpapar pasien, memiliki jam kerja panjang, serta tekanan mental yang besar.

Melihat risiko yang ada, pencegahan menjadi langkah paling penting dalam menghadapi campak. Vaksinasi tetap menjadi perlindungan utama untuk mencegah infeksi maupun komplikasi berat.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih peka terhadap gejala awal, seperti demam tinggi, ruam merah, batuk atau pilek, serta mata merah.

Istirahat yang cukup dan menjaga kondisi tubuh juga tidak kalah penting untuk membantu sistem imun tetap optimal.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |