7 Cara Cegah Makanan Bau Kulkas, Penyebabnya Bisa dari Kebiasaan Sepele di Rumah

10 hours ago 8

?Banyak orang mengira makanan yang berbau seperti kulkas berarti sudah basi. Padahal, dalam banyak kasus, makanan masih aman dikonsumsi. Perubahan aroma dan rasa ini terjadi karena makanan menyerap senyawa aroma dari udara di dalam kulkas. Berikut beberapa penyebab utamanya:

1. Aroma dari makanan lain menyebar ke seluruh isi kulkas

Kulkas bekerja dengan mengalirkan udara dingin agar suhu di setiap rak tetap merata. Bersamaan dengan sirkulasi udara tersebut, molekul aroma dari makanan juga ikut berpindah.

Bahan makanan beraroma tajam seperti bawang, bawang putih, durian, sambal, kari, ikan, keju, atau makanan fermentasi dapat melepaskan senyawa volatil (senyawa yang mudah menguap) ke udara. Lama-kelamaan, aroma tersebut memenuhi ruang kulkas dan dapat menempel pada makanan lain.

2. Makanan disimpan tanpa penutup yang rapat

Makanan yang dibiarkan terbuka atau hanya ditutup seadanya lebih mudah bersentuhan dengan udara di dalam kulkas.

Akibatnya, makanan tidak hanya kehilangan kelembapannya, tetapi juga menyerap aroma dari sekitarnya. Itulah sebabnya nasi sisa, buah potong, roti, atau kue sering kali terasa memiliki bau khas kulkas setelah semalaman disimpan tanpa wadah kedap udara.

3. Permukaan makanan kehilangan kelembapan

Meski suhu kulkas dingin, makanan tetap mengalami penguapan air secara perlahan.

Ketika kelembapan dari permukaan makanan berkurang, pori-pori permukaan menjadi lebih mudah menyerap senyawa aroma yang beredar di dalam kulkas. Proses inilah yang membuat rasa asli makanan berubah meski kondisinya belum rusak.

4. Makanan berlemak lebih mudah menyerap bau

Tidak semua makanan memiliki kemampuan yang sama dalam menyerap aroma.

Mentega, keju, susu, krim, cokelat, hingga makanan dengan kandungan lemak tinggi cenderung lebih cepat menyerap senyawa aroma dibandingkan sayuran atau makanan bertekstur padat. Karena itu, mentega sering kali menjadi bahan makanan pertama yang terasa "berbau kulkas".

5. Kelembapan di dalam kulkas terlalu tinggi

Uap dari makanan yang masih panas, wadah berisi cairan yang tidak tertutup, atau sayuran yang terlalu basah dapat meningkatkan kelembapan di dalam kulkas.

Kondisi ini membuat molekul aroma lebih mudah berpindah melalui udara sehingga penyebaran bau menjadi lebih cepat dibandingkan kulkas yang kelembapannya stabil.

6. Wadah plastik menyimpan aroma

Sebagian wadah plastik memiliki sifat menyerap aroma, terutama jika sering digunakan untuk menyimpan makanan berbumbu kuat.

Meski sudah dicuci, aroma tersebut kadang masih tertinggal dan dapat berpindah ke makanan baru yang disimpan di dalamnya. Berbeda dengan wadah kaca yang permukaannya lebih stabil dan tidak mudah menyerap bau.

7. Ada sisa makanan atau bahan yang mulai membusuk

Ini merupakan penyebab paling umum jika bau kulkas terasa menyengat.

Sayuran yang mulai berlendir, buah yang terlalu matang, sisa lauk yang terlupakan, atau daging yang mulai rusak akan menghasilkan senyawa berbau tajam akibat aktivitas bakteri. Aroma tersebut kemudian menyebar ke seluruh isi kulkas melalui sirkulasi udara dan akhirnya diserap oleh makanan lain.

8. Kulkas jarang dibersihkan

Meski tidak ada makanan yang basi, percikan kuah, tetesan saus, atau cairan dari wadah yang bocor dapat menempel di rak dan sudut kulkas.

Jika dibiarkan terlalu lama, sisa makanan tersebut menjadi tempat berkembangnya bakteri dan memunculkan bau tidak sedap. Bau inilah yang akhirnya membuat seluruh isi kulkas, termasuk makanan yang baru disimpan, ikut terpengaruh.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |