Tersinggung Berlebihan Bisa Ganggu Hidup, Psikolog Punya 6 Cara Ampuh Mengatasinya

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Merasa tersinggung sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun, jika perasaan ini muncul terlalu sering hingga membuat seseorang bertanya pada dirinya sendiri 'mengapa saya selalu mudah tersinggung?', kondisi tersebut bisa mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Psikolog klinis sekaligus asisten profesor klinis di Departemen Psikiatri NYU Grossman School of Medicine, Rachel Goldman, menjelaskan, perasaan mudah tersinggung bisa dipicu oleh berbagai faktor.

"Mengatasinya bisa dengan mengakui perasaan tersebut dan mencari tahu apa penyebabnya," ujar Rachel Goldman seperti dikutip dari Very Well Mind pada Minggu, 8 Maret 2026.

Menurutnya, rasa kesal dapat muncul karena banyak hal, mulai dari kelelahan, stres, hingga masalah kecil dalam kehidupan sehari-hari.

"Perasaan ini bisa muncul karena berbagai hal, mulai dari kelelahan, stres, hingga masalah kecil dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Jika terus dibiarkan, rasa kesal dapat membuat seseorang mengatakan hal yang sebenarnya tidak dimaksudkan sehingga merusak hubungan dengan orang lain. Selain itu, kondisi ini juga bisa mengganggu konsentrasi dan menurunkan produktivitas.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara mengelola emosi ketika mulai merasa mudah tersinggung. Berikut beberapa tips yang disarankan Rachel Goldman.

1. Akui Perasaan yang Anda Rasakan

Ketika seseorang menanyakan mengapa Anda tampak kesal, mungkin muncul dorongan untuk langsung membantah dengan mengatakan bahwa Anda baik-baik saja.

Bahkan, tidak jarang seseorang justru menyalahkan orang lain dengan menganggap mereka terlalu sensitif, terlalu berisik, atau terlalu mengganggu.

Padahal, menolak atau menyangkal emosi justru bisa memperburuk keadaan. "Penolakan terhadap emosi tersebut dapat meningkatkan kecemasan serta membuat seseorang menjadi kaku secara emosional atau menjauh dari orang lain," ujarnya.

Karena itu, saat mulai merasa kesal terhadap segala sesuatu di sekitar Anda, cobalah mengakui perasaan tersebut. Tidak perlu memberi tahu semua orang, cukup sadari bahwa Anda sedang merasa mudah tersinggung.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menilai tingkat kemarahan pada skala tertentu dapat membantu menurunkan gejala kemarahan dan membuat seseorang merasa lebih tenang.

Luangkan waktu sejenak untuk mengenali emosi yang Anda rasakan. Langkah sederhana ini sering kali sudah cukup membantu meredakan perasaan.

2. Cari Tahu Penyebabnya

Terkadang penyebab rasa kesal sangat jelas. Misalnya, anak-anak yang terus berteriak setelah hari yang melelahkan bisa dengan mudah memicu rasa jengkel.

Namun, pada situasi lain, seseorang bisa merasa kesal tanpa mengetahui alasan yang pasti. Perasaan marah atau frustrasi bisa muncul begitu saja.

"Melakukan refleksi diri bisa membantu menemukan penyebabnya. Bisa jadi Anda sedang mengalami stres, kurang tidur, atau belum meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri," ujarnya.

Selain itu, kebutuhan fisik juga perlu diperhatikan. Misalnya, rasa lapar dapat memicu peningkatan iritabilitas karena kadar gula darah yang menurun.

Jika penyebabnya dapat dikenali, Anda bisa mengambil langkah untuk mengatasinya.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua rasa kesal dipicu oleh faktor eksternal. Kadang-kadang hal ini merupakan pengalaman manusia yang normal atau berkaitan dengan faktor internal seperti perubahan hormon maupun kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |