Takjil Mengandung Zat Berbahaya, BPOM Temukan Kue Mangkok Positif Rodamin B

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Lebaran, kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan pangan kembali menjadi perhatian. Hasil pengawasan terbaru menunjukkan bahwa sebagian takjil yang beredar di pasaran ternyata masih ditemukan mengandung bahan berbahaya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menemukan beberapa sampel takjil yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk kue mangkok yang positif mengandung rodamin B, zat pewarna tekstil yang berbahaya bagi kesehatan.

Temuan ini terungkap dalam intensifikasi pengawasan pangan yang dilakukan BPOM bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelang Idulfitri 1447 H. Pengawasan dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat selama Ramadan tetap aman, terutama karena permintaan pangan biasanya melonjak hingga ratusan persen pada periode ini.

BPOM Periksa Ratusan Sampel Takjil

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan, pengawasan pangan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari industri produksi hingga ritel dan makanan siap santap seperti takjil.

Dalam pemeriksaan di wilayah Jakarta, BPOM mengambil 222 sampel takjil dari berbagai lokasi penjualan. Hasil pengujian menunjukkan 10 sampel atau sekitar 4,5 persen terbukti mengandung bahan berbahaya.

Bahan berbahaya yang ditemukan antara lain rodamin B pada kue mangkok dan kerupuk, serta formalin pada mi kuning dan tahu.

Rodamin B sendiri merupakan pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan tidak diperuntukkan bagi makanan karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

BPOM Intensifkan Pengawasan Jelang Lebaran

Pengawasan tersebut merupakan bagian dari program intensifikasi pengawasan pangan BPOM tahun 2026 yang saat ini telah memasuki tahap ketiga.

Secara nasional, BPOM telah memeriksa 1.134 sarana peredaran pangan, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari pengawasan tersebut ditemukan 56.027 produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) karena kedaluwarsa, rusak, atau tidak memiliki izin edar.

Angka temuan tersebut bahkan meningkat hingga 83 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Selain itu, BPOM juga melakukan inspeksi langsung ke sejumlah sarana produksi dan ritel pangan. Salah satunya adalah kunjungan ke fasilitas produksi roti di Jakarta Utara serta ritel di Lotte Grosir Pasar Rebo.

Dalam inspeksi tersebut, BPOM juga menemukan gudang penyimpanan beku (frozen storage) yang melebihi kapasitas atau overload, yang berpotensi menurunkan kualitas pangan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |