Ruce Nuenda Viral Usai Keluar Rumah Saat Campak, Menkes Ingatkan Bahaya Penularannya

18 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Nama selebgram Ruce Nuenda menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah dirinya diketahui tetap bepergian ke luar rumah saat sedang terkena campak. Aksi tersebut memicu kritik dari warganet karena dinilai berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.

Peristiwa ini kemudian mendapat perhatian dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, yang mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular sehingga seseorang yang sedang sakit sebaiknya tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

"Influencer keluar rumah saat campak, oh ada ya? Aduh, harusnya gini aja di IG-nya dia harus dikasih tahu 'Hei jangan jalan-jalan keluar kalau lagi campak, itu kan nularin ke orang lain, kan kasihan orang lainnya. Kan campak itu penularannya paling tinggi soalnya'," kata Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026.

Menurut Menkes Budi, kesadaran untuk menjaga kesehatan tidak hanya penting bagi diri sendiri, tapi juga bagi orang lain di sekitar. Terlebih bagi figur publik atau influencer yang memiliki banyak pengikut di media sosial.

Sebelumnya, Ruce Nuenda viral setelah warganet menemukan unggahan yang menunjukkan dirinya tetap beraktivitas di luar rumah meski sedang positif campak. Unggahan tersebut langsung memicu kritik karena dianggap tidak menunjukkan tanggung jawab sosial.

Setelah mendapat banyak kecaman, Ruce Nuenda akhirnya mengunggah permohonan maaf kepada publik atas tindakannya tersebut.

Tanggapan terkait kasus ini juga disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, yang menegaskan bahwa campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.

"Campak itu sangat tinggi tingkat penularannya dari satu orang bisa menularkan ke 12 sampai 18 orang. Jadi, jika sedang sakit, sebaiknya menahan diri dulu membatasi aktivitasnya hingga benar-benar sembuh agar tidak menular ke keluarga atau orang sekitarnya," kata Andi Saguni dalam konferensi pers daring pada Jumat, 6 Maret 2026.

Menurut Andi, seorang influencer seharusnya bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, bukan justru memperlihatkan perilaku yang berpotensi membahayakan kesehatan publik.

"Mestinya sebagai influencer tidak melakukan itu karena bisa memengaruhi persepsi dan perilaku masyarakat," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |