Pemulihan Setelah Olahraga Tak Boleh Diabaikan, Ini Teknologi Terapi Nyeri Terbaru

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Tren gaya hidup aktif semakin populer di Indonesia. Banyak masyarakat kini rutin berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh, mulai dari lari, gym, hingga olahraga sosial seperti padel. Namun di balik meningkatnya aktivitas fisik tersebut, risiko nyeri otot dan sendi juga ikut meningkat, terutama jika pemanasan dan proses pemulihan tidak dilakukan dengan baik.

Melihat kondisi ini, OMRON Healthcare melalui OMRON Healthcare Indonesia memperkuat portofolio solusi terapi nyeri dengan menghadirkan perangkat terbaru berbasis TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation). Teknologi ini dirancang untuk membantu masyarakat mengelola nyeri otot dan sendi secara praktis di rumah.

Director OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat juga memunculkan kebutuhan akan solusi pemulihan yang lebih praktis dan berbasis teknologi.

"Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup aktif terus meningkat, dan kami melihat kebutuhan terhadap solusi pemulihan yang praktis serta berbasis teknologi juga semakin besar. OMRON ingin berkontribusi tidak hanya melalui perangkat kesehatan, tetapi juga dengan mendorong pemahaman bahwa pemulihan merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan jangka panjang," ujar Watanabe.

Risiko Cedera Masih Tinggi

Secara global, gangguan muskuloskeletal masih menjadi salah satu penyebab utama disabilitas. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 619 juta orang di dunia mengalami nyeri punggung bawah pada 2020, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring perubahan gaya hidup dan penuaan populasi.

Seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga, potensi cedera otot dan sendi juga semakin besar. Gerakan repetitif, perubahan arah yang cepat, hingga teknik olahraga yang kurang tepat dapat memicu nyeri, terutama pada bagian lutut dan pergelangan kaki.

Tren olahraga sosial seperti padel yang kini semakin digemari juga melibatkan pergerakan cepat dan intensitas aktivitas yang tinggi. Kondisi ini menegaskan pentingnya edukasi tentang pencegahan cedera serta pemulihan otot dan sendi setelah berolahraga.

Dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Heisei Rehabilitation Clinic, Ega Jaya, menjelaskan, nyeri setelah aktivitas fisik kerap muncul akibat peningkatan intensitas latihan secara tiba-tiba atau teknik gerakan yang kurang tepat.

"Pendekatan non-farmakologis seperti stimulasi saraf listrik dapat membantu mengurangi persepsi nyeri dan mendukung relaksasi otot, sehingga proses pemulihan menjadi lebih optimal jika digunakan sesuai anjuran," ujar Ega.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |