Liputan6.com, Jakarta - Prevalensi kaki diabetes mencapai sekitar 18,6 juta orang per tahun secara global. Kaki diabetes atau Diabetic Foot Ulcer (DFU) adalah komplikasi diabetes yang paling umum terjadi.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam Wirawan Hambali, diperkirakan kondisi ini terjadi pada 15 persen pasien diabetes, lebih sering terjadi pada pasien berusia lanjut. Kaki diabetes merupakan lesi yang melibatkan luka pada kulit, biasanya akibat kombinasi neuropati diabetik, iskemia, dan deformitas, yang memicu perkembangan nekrosis (kematian sel atau jaringan) dan ulserasi (lesi berbentuk kawah pada kulit) pada permukaan telapak dan sisi ibu jari kaki.
Kaki diabeties bisa berujung pada amputasi jika tidak ditangani. Sekitar 85 persen dari kasus amputasi tungkai bawah berkaitan dengan diabetes. Dilihat dari tingkat risikonya (lifetime risk), sebanyak 19 hingga 34 persen dari keseluruhan pasien diabetes melitus (DM) akan mengalami kaki diabetes.
“Sekitar 50-60 persen luka kaki diabetes akan mengalami infeksi. Kondisi kaki diabetes mendahului 80–85 persen dari amputasi terkait diabetes mellitus. Sekitar 20 persen pasien dengan kaki diabetes akan membutuhkan amputasi tungkai,” kata dokter yang melayani pasien di RS Pondok Indah – Puri Indah dalam temu media di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Sementara, laju mortalitas atau kematian dalam lima tahun sekitar 30–50 persen. Dari sisi rekurensi, 42 persen pasien akan mengalami pengulangan kondisi kaki diabetes di tahun pertama dan 65 persen pasien akan mengalami rekurensi dalam lima tahun.
Kaki Diabetes Sering Tak Tunjukkan Gejala
Kaki diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala hingga mikroorganisme masuk dan berkembang biak di dalam luka, sehingga menyebabkan infeksi pada kaki.
Kaki diabetes ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan berdasarkan derajat ulserasi dan jenis infeksinya yakni ringan, sedang, dan berat. Untuk pengobatan kaki diabetes bergantung pada tingkat keparahan luka/ulkus, mulai dari pemberian antibiotik hingga amputasi.
Kaki diabetes atau luka kaki pada pengidap diabetes bukanlah kondisi yang muncul secara tiba-tiba. Prosesnya terjadi perlahan, sering kali tanpa disadari, akibat kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak saraf dan pembuluh darah, terutama di bagian kaki. Kombinasi kerusakan inilah yang akhirnya dapat menimbulkan luka yang sulit sembuh.
Salah satu penyebab utama adalah neuropati perifer, yaitu kerusakan saraf pada kaki. Ketika saraf rusak, kaki menjadi kebas atau mati rasa. Pasien mungkin tidak merasakan sakit saat tertusuk benda tajam, terkena panas, atau mengalami lecet karena sepatu yang sempit.
“Luka kecil yang tidak terasa ini sering diabaikan. Karena tetap dipakai berjalan dan terus mendapat tekanan, luka tersebut dapat membesar dan menjadi serius,” ujar Wirawan.
Sebagian Kasus Berujung pada Charcot Foot
Pada sebagian kasus, kerusakan saraf yang berat dapat menyebabkan kondisi yang disebut charcot foot.
Dalam keadaan ini, tulang dan sendi kaki menjadi rapuh dan mudah berubah bentuk. Kaki bisa tampak membengkak atau melengkung tidak normal. Perubahan bentuk ini membuat beban tubuh tidak lagi terbagi merata saat berjalan, sehingga muncul titik-titik tekanan baru yang rentan menjadi luka.
Selain saraf sensorik, diabetes juga dapat merusak saraf otonom, yang mengatur fungsi otomatis tubuh seperti kelembapan kulit dan aliran darah. Kondisi ini dikenal sebagai Diabetic Foot Autonomic Dysfunction.
Ketika saraf otonom terganggu, kaki menjadi sangat kering karena tidak dapat berkeringat dengan baik. Kulit yang kering mudah pecah-pecah (fissure), dan celah kecil pada kulit ini bisa menjadi pintu masuk kuman penyebab infeksi.
Diabetes Tingkatkan Risiko Peripheral Artery Disease
Di sisi lain, diabetes juga meningkatkan risiko terjadinya Peripheral Artery Disease (PAD), yaitu penyempitan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak.
Jika aliran darah ke kaki berkurang, jaringan tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi. Akibatnya, luka menjadi sulit sembuh. Tanda-tandanya bisa berupa kaki terasa dingin, pucat atau kebiruan, nyeri saat berjalan, serta berkurangnya pertumbuhan rambut di kaki.
Proses terjadinya kaki diabetes (Diabetic Foot Ulcer) adalah gabungan/kombinasi di antara faktor-faktor tersebut. Luka kecil yang tidak terasa karena neuropati, kulit pecah akibat gangguan saraf otonom, perubahan bentuk kaki yang meningkatkan tekanan, serta aliran darah yang kurang baik—semua saling memperburuk keadaan. Luka yang awalnya tampak ringan dapat berkembang menjadi infeksi serius, bahkan berisiko menyebabkan gangren dan amputasi jika tidak ditangani dengan baik.
Kaki diabetes merupakan komplikasi serius yang dapat berujung pada amputasi jika tidak ditangani dengan tepat. Kombinasi gangguan saraf dan gangguan aliran darah menjadi faktor utama terjadinya luka yang sulit sembuh.
“Dengan deteksi dini, pengelolaan gula darah yang baik, serta evaluasi dan intervensi vaskular yang tepat, risiko amputasi dapat dicegah. Penanganan multidisiplin yang komprehensif menjadi kunci dalam mempertahankan kualitas hidup pasien diabetes,” pungkas Wirawan.

10 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515782/original/064157400_1772189910-IMG-20260227-WA0002.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514927/original/017366200_1772121996-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_20.18.42.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387034/original/016431500_1761029257-fitness-girl-measuring-herself.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514898/original/015286900_1772117631-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_20.14.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514849/original/022908400_1772113310-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_20.14.05.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4914491/original/056519000_1723296606-fotor-ai-2024081020286.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514861/original/025345600_1772114260-IMG-20260226-WA0106.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5234184/original/087376700_1748337352-13891a88-af14-46fe-9133-64b60982b12a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514818/original/076173900_1772108555-Plt_kemenkes_andi_saguni_26_feb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5514263/original/027606400_1772085220-jeffry.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510220/original/013963000_1771822955-pexels-pixabay-144248.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299507/original/054605100_1753842252-c86f471a-703b-49ed-bf9f-ea0e7d99f788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513443/original/031261000_1772013061-IMG20260225094636.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770210/original/023945300_1710251088-20240312-Berburu_Takjil-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5177593/original/020614500_1743217179-2bbdbe92-88f5-4db1-a02f-511f4b3352d8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512679/original/024210400_1771990462-pasien_kanker_puasa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4624482/original/098799900_1698292432-saraf_kejepit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512996/original/042364300_1772000456-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_12.52.44.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3323368/original/057006800_1607930307-20201214-Vaksin-Campak-Pentablo-dan-Polio-penyuluhan-anak-anak-DWI-2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404922/original/033017100_1762419560-Depositphotos_609549356_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415683/original/002724400_1763390911-Heroes-Next-Door---Apple-Artwork---16_9-Cover-Art.png)