Dopamin Bisa Naik Lewat Sentuhan Sederhana, Ini 3 Cara Mudahnya

21 hours ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Cara sederhana meningkatkan dopamin ternyata tidak selalu rumit. Salah satunya justru lewat sentuhan positif dan kebiasaan berbuat baik.

Dopamin dikenal sebagai hormon yang berperan menghadirkan rasa senang, meningkatkan motivasi, serta memperkuat konsentrasi dan daya ingat. Ketika kadar dopamin seimbang, suasana hati lebih stabil dan kemampuan berpikir pun lebih optimal.

Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Pendiri Health Collaborative Center (HCC), Ray Wagiu Basrowi, membagikan beberapa cara sederhana untuk meningkatkan dopamin dalam kehidupan sehari-hari.

"Meningkatkan dopamin, pertama bisa dengan sentuhan positif, lalu membangun empati dan membiasakan diri berbuat baik kepada orang lain," ujarnya dalam diskusi media bertajuk 'Eksperimen Sosial, Cek Teman Sebelah' di Jakarta Selatan pada Senin, 2 Maret 2026.

Menurut Ray, ada tiga cara yang terbukti berkaitan dengan peningkatan dopamin sekaligus kebahagiaan.

1. Membangun Kontak Fisik yang Positif

Hormon dopamin dapat meningkat ketika seseorang merasakan kebahagiaan, termasuk melalui kontak fisik yang positif dan sesuai. Pelukan, berjabat tangan, atau sentuhan tulus penuh empati bisa memicu pelepasan hormon ini.

Kontak fisik yang wajar dan dilakukan dengan niat baik menciptakan rasa kedekatan emosional serta memperkuat rasa aman. Respons biologis tersebut bukan hanya memperbaiki suasana hati, tapi juga membantu menekan hormon stres seperti kortisol.

2. Membangun Rasa Empati

Empati adalah kemampuan memahami dan merasakan kondisi emosional orang lain. Contohnya sederhana, seperti berbagi makanan atau tergerak menyumbang setelah melihat orang lain bersedekah.

Ketika seseorang terdorong melakukan kebaikan karena melihat contoh positif, muncul rasa puas dari dalam diri. Perasaan ini berkaitan erat dengan sistem dopamin di otak.

Respons tersebut memperkuat perilaku baik dan menciptakan efek 'menular'. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membantu membangun kesehatan mental yang lebih stabil, terutama pada remaja.

3. Membiasakan Diri Berbuat Baik

Ray menekankan bahwa ketika seseorang secara sadar fokus pada kebaikan, tubuh secara alami menekan hormon stres dan meningkatkan dominasi dopamin.

"Ketika seseorang secara sadar fokus pada kebaikan, tubuh menekan hormon stres seperti kortisol, lalu lebih mendominankan hormon dopamin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan," katanya.

Berbuat baik juga membuka ruang empati, meningkatkan working memory, serta memperkuat kemampuan memahami sudut pandang orang lain.

Dampak Positif Jika Dopamin Dominan

Efek dopamin tidak berhenti pada rasa senang. Pada anak dan remaja usia pertumbuhan, dominasi hormon kebahagiaan dapat meningkatkan fungsi otak secara keseluruhan.

"Ketika hormon kebahagiaan lebih dominan, proses belajar menjadi lebih optimal, konsentrasi meningkat, dan kemampuan kognitif lebih tajam. Remaja yang memiliki empati tinggi akan cenderung lebih inovatif serta mampu menjadi agen perubahan," kata Ray.

Selain itu, dopamin juga berperan besar dalam motivasi. Hormon ini tidak hanya muncul saat tugas selesai, tetapi justru bisa meningkat sebelum dan selama proses pengerjaan sebagai respons terhadap antisipasi imbalan.

Dopamin juga memengaruhi pengambilan keputusan. Hormon ini membantu otak memprediksi manfaat di masa depan, mencari potensi keuntungan, serta menjaga fokus agar keputusan yang diambil lebih tepat.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |