Cara Mencegah Penularan Campak Pada Anak, Panduan Lengkap dari Tenaga Medis

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan anak di seluruh dunia. Penyakit campak sendiri disebabkan oleh virus Morbillivirus yang menyebar melalui droplet udara saat penderita batuk atau bersin. Cara mencegah campak pada anak perlu dilakukan sedini mungkin karena virus ini mampu bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan.

Kasus campak secara global mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Indonesia. Melansir dari laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), terjadi peningkatan kasus campak di berbagai provinsi akibat rendahnya cakupan imunisasi selama masa pandemi COVID-19 yang menyebabkan adanya 'immunity gap' atau kesenjangan imunitas pada anak-anak.

Cara mencegah penularan campak pada anak yang paling efektif adalah melalui vaksinasi, menjaga kebersihan, serta menghindari kontak langsung dengan penderita. Berikut penjelasan lengkapnya seperti disampaikan oleh seorang petugas medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Arif Purwokerto, Rachel Gita (29), Rabu (11/03/2026).

Vaksinasi: Cara Mencegah Penularan Campak pada Anak yang Paling Efektif

Vaksinasi adalah senjata utama dan paling ampuh dalam upaya mencegah penularan campak pada anak. Kepada Liputan6, perawat yang akrab disapa Gita itu menyebut, anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak biasanya lebih rentan dan akan menunjukkan gejala lebih parah saat terinfeksi.

"Orang yang udah dapat vaksin campak biasanya gejalanya enggak seberat sama orang yang belum vaksin, terutama pada anak-anak," kata Gita.

Di Indonesia, vaksin campak diberikan dalam program imunisasi nasional melalui vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles, Mumps, Rubella) yang sudah masuk dalam jadwal imunisasi dasar lengkap yang ditetapkan oleh Kemenkes RI. Jadwal pemberian vaksin campak di Indonesia adalah pada usia 9 bulan (vaksin campak pertama), kemudian dilanjutkan pada usia 18 bulan, dan booster kedua diberikan saat anak duduk di kelas 1 SD dalam program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

Orang tua wajib memastikan anak mendapatkan seluruh dosis vaksin sesuai jadwal dan tidak melewatkan satu pun sesi imunisasi di posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat. Apabila anak melewatkan jadwal vaksinasi, segera konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk mengejar ketertinggalan imunisasi (catch-up immunization) sesegera mungkin.

Hindari Kontak dengan Penderita Campak

Isolasi penderita campak adalah langkah krusial yang tidak boleh diabaikan dalam upaya mencegah penularan campak kepada anak-anak lain di sekitarnya. Virus campak bersifat sangat menular bahkan sejak 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam pertama kali terlihat, sehingga masa infeksius penderita berlangsung cukup panjang.

"Anak-anak atau orang dewasa yang terkena campak wajib dan harus menjalani masa karantina. Kalo isolasi di rumah juga harus batasi kontak dengan anggota keluarga terutama yang rentan kayak bayi di bawah 9 bulan, ibu hamil, dan orang dengan imunitas renda yang belum mendapatkan vaksin campak," kata Gita.

Ruangan yang digunakan oleh penderita campak sebaiknya diberi ventilasi yang baik dan dilakukan pembersihan secara rutin, mengingat virus campak dapat bertahan di udara dan permukaan benda selama beberapa waktu. Anggota keluarga yang merawat penderita juga disarankan menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun untuk meminimalkan risiko tertular dan menyebarkan virus ke orang lain.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sistem imun yang kuat adalah perisai alami tubuh anak dalam melawan berbagai infeksi virus, termasuk campak. Meskipun vaksinasi tetap menjadi proteksi utama, memperkuat daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat akan membuat anak lebih tahan terhadap paparan penyakit dan mempercepat pemulihan apabila sudah terlanjur terinfeksi.

"Pastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang yang kaya akan vitamin A, vitamin C, zinc, dan protein, nutrisi-nutrisi tersebut sangat berperan dalam menjaga fungsi imunitas tubuh," ungkap Gita.

Di samping gizi yang baik, pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup sesuai usianya. Aktivitas fisik yang teratur, paparan sinar matahari yang cukup di pagi hari, serta menjauhkan anak dari asap rokok juga terbukti berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kekuatan sistem imun anak secara keseluruhan.

Selain itu, pastikan rumah dan lingkungan tempat tinggal anak bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik karena virus campak sangat mudah menyebar di ruangan yang tertutup dan pengap. Ajarkan anak untuk tidak berbagi peralatan makan, handuk, atau benda pribadi lainnya dengan teman yang sedang sakit, serta biasakan anak menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk dan bersin.

FAQ

1. Apakah vaksin campak wajib diberikan kepada semua anak? Ya, vaksin campak termasuk dalam imunisasi dasar wajib yang harus diterima setiap anak sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

2. Pada usia berapa vaksin campak pertama kali diberikan? Vaksin campak pertama diberikan pada usia 9 bulan, dilanjutkan dosis kedua pada usia 18 bulan, dan booster saat kelas 1 SD.

3. Apakah anak yang sudah divaksin campak masih bisa tertular? Kemungkinannya sangat kecil karena dua dosis vaksin campak memberikan perlindungan hingga 97%, meski tidak sepenuhnya nol.

4. Berapa lama campak menular dari satu orang ke orang lain? Campak menular mulai 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam pertama kali terlihat di kulit penderita.

5. Apakah masker bisa mencegah penularan campak pada anak? Masker membantu mengurangi risiko paparan droplet, namun vaksinasi tetap menjadi perlindungan paling efektif terhadap campak.

6. Apa gejala awal campak yang perlu diwaspadai orang tua? Gejala awal campak meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan munculnya bercak putih kecil di dalam mulut sebelum ruam muncul.

7. Apakah campak bisa dicegah hanya dengan menjaga kebersihan tanpa vaksin? Menjaga kebersihan membantu meminimalkan risiko, namun vaksinasi adalah satu-satunya cara paling efektif untuk benar-benar mencegah penularan campak pada anak.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |