Campak Bisa Menular ke 18 Orang Sekaligus, Pakar UGM Ungkap Faktanya

17 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kasus campak di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah jumlah kasus suspek meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, pakar kesehatan menilai situasi ini masih dapat dikendalikan selama penanganannya dilakukan secara cepat dan tepat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat terdapat 8.224 kasus suspek campak dalam periode 1 Januari hingga 23 Februari 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa penyakit menular ini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Pakar kesehatan anak dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Ratni Indrawanti, mengatakan, meningkatnya kasus campak memang perlu menjadi perhatian serius. Namun, menurutnya situasi ini belum sampai pada tahap darurat kesehatan jika langkah penanganan dilakukan dengan baik.

"Dari 8.000 kasus ini memang situasinya serius dan harus ditangani secara serius. Namun, selama kasus ini dapat ditangani dengan surveilans yang baik, penanganan kasus yang cepat, serta peningkatan cakupan vaksinasi, maka masih bisa dikendalikan dan tidak menimbulkan darurat kesehatan," kata Ratni dalam keterangannya di Yogyakarta seperti dikutip dari Antara pada Senin, 9 Maret 2026.

Menurut Ratni, salah satu faktor yang memicu meningkatnya kasus campak adalah menurunnya cakupan vaksinasi di sejumlah wilayah. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai hal, mulai dari keterbatasan akses layanan kesehatan hingga jarak fasilitas kesehatan yang cukup jauh dari tempat tinggal masyarakat.

Selain itu, berkurangnya kegiatan imunisasi di tingkat masyarakat juga turut berkontribusi terhadap rendahnya cakupan vaksinasi. Tidak hanya itu, penyebaran informasi keliru mengenai vaksin di media sosial juga menjadi tantangan tersendiri.

Informasi yang tidak akurat tersebut dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi, sehingga sebagian orang tua memilih menunda atau bahkan tidak memberikan vaksin kepada anaknya.

Padahal, menurut Ratni, campak bukanlah penyakit yang boleh dianggap sepele. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.

"Banyak masyarakat yang menyepelekan campak. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi seperti pneumonia bahkan menyebabkan kematian," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |